
Haii Semuanyaa aku hadir kembalii
yuhuuu apa kabar semuanya ? masih semangat puasa ga nih ? semangat dong pastinya.
ga usah banyak basa-basi ajalah ya langsung aja otewe
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Adsilla Claretta Jasmeen kini berusia 24 tahun namun di usianya sekarang ia sudah mampu mendapat gelar Magister, gadis cantik dan manja kini bekerja di perusahaan milik Daddynya siapalagi kalo bukan Andra Hanan Bratajaya, Silla kini bekerja sebagai Direktur Perusahaan Andra tidak menyuruh Silla untuk mengurus Perusahaan tapi keinginan Silla sendiri.
"Selamat Pagi Mommy cantik, selamat pagi juga Adik Kakak yang cantik"ujar Silla mencium pipi Belva yang sedang menyiapkan makanan.
"Pagi Kak"ucap Aeri yang sedang lahap memakan sandwich kesukaanya.
"Pagi sayang, kebetulan sarapannya udah siap "ucap Belva pada Silla.
"Iya Mommy, Daddy sama Arvan kemana kok tumben belum keliatan, biasanya kalo Silla mau berangkat kerja pasti udah standby disini"
"Biasa lagi olahraga pagi, di tempat Gym mungkin sebentar lagi juga selesai"
Memang sudah kebiasaan Andra dan Arvan punya hobi yang sama memang benar kata orang 'like father like son' mereka seperti sodara kembar wajah yang sebelas dua belas mirip, punya hobi yang sama dan yang lainnya.
__ADS_1
"Oh iya Mommy, Silla nanti izin pulang telat ya mungkin agak malem soalnya hari ini di kantor lagi banyak banget pekerjaan, gapapa kan Mommy?" ucap Silla.
Walaupun usianya sudah lebih dari 20 tahun, Silla masih seperti anak kecil di mata Belva, begitu juga Silla yang sangat manja pada Belva ataupun Andra.
Setiap kegiatan apapun atau kejadian yang pernah dialami Silla ataupun menceritakan teman-temannya Silla pasti akan menceritakannnya pada Belva tanpa terkecuali, Belva sangat senang karena Silla slalu terbuka dengannya.
"Boleh dong Sayang, tapi jangan terlalu larut ya, saran Mommy kalo bisa di kerjakan dirumah kenapa engga? tapi terserah kamu mau di kantor ya silahkan aja, nanti Arvan pulang kampus ke sana nemenin kamu ya"ucap Belva sedikit khwatir jika Silla pulang malam makanya ia slalu berusaha untuk meminimalisir dengan memyarankan jika bisa di kerjakan dirumah kenapa engga.
"Liat nanti aja ya Mommy, Silla telpon lagi gimana-gimananya"
"Iya Sayang"
Selesai sarapan, Silla lalu berangkat bersama Aeri sekalian mengantarkan Adik bungsu nya kesekolah karena kebetulan satu arah dan jarak dari sekolah ke kantor tidak terlalu jauh.
"Belajar yang pinter ya"ucap Silla pada Aeri.
"Siap Kak, Aeri pamit ya Kakak hati-hati di jalan ya"ucap Aeri sebelum turun dari mobil.
Setelah mengantarkan Aeri, Silla lalu berlanjut pergi ke kantornya walaupun ia anak dari pemilik perusahaan namun Silla tidak pernah sekalipun berangkat Siang atau seenaknya, Silla slalu berangkat sesuai jadwal para pegawainya.
"Selamat pagi Bu"ucap Satpam
__ADS_1
"Pagi"ucap Silla tersenyum ramah.
di balik sikap manjanya tidak pernah ia bawa ke kantor, makanya orang lain akan mengira jika Silla adalah wanita yang sangat mandiri.
Sementar Andra dan Arvan selesai berolahraga lalu menghampiri Belva yang sedang membuat teh.
"Yang lain pada kemana Mommy?"tanya Arvan sembari menuangkan air ke gelas.
"Udah pada berangkat, kalian tuh kebiasaan deh kalo udah di tempat Gym pasti lupa waktu"ucap Belva sedikit kesal.
"Maaf Mommy biasa lagi nyobain alat baru jadi keasyikan iya kan Dad"ucap Arvan meminta dukungan.
"Iya bener kata Arvan, maaf ya"
"Minta maaf ngulangin lagi gitu aja terus, Mommy sampe bosen tau ga, terserah deh lebih baik pergi mandi sana lalu sarapan Mommy mau pergi ke taman belakang"ucap Belva lalu membawa teh yang ia buat ke taman belakang.
"Daddy sih, jadi Mommy marah kan"Ucap Arvan menyalahkan Andra.
"Kok Daddy sih kamu juga sama"ucap Andra yang tidak mau di salahkan.
"Udah ah aku mau pergi mandi dulu sebelum Mommy bener-bener marah"ucap Arvan lalu pergi meninggalkan Andra.
__ADS_1