Janda Perawan

Janda Perawan
Season 2


__ADS_3

Di kehamilan Nasya yang kedua ini, ia sangat manja pada Kak Daniel dan bahkan kini mereka kembali tinggal di rumah yang lama karena permintaan Nasya.


"Pih mau kemana?"tanya Nasya ketika Kak Daniel berajak dari ranjang.


Kak Daniel hanya mengulas senyum lalu menunjuk ke arah pintu berwana putih di pojok kamar mereka yang tidak lain adalah kamar mandi.


Kak Daniel sudah terbiasa dengan keposesifan Nasya yang jika ia jauh sebentar saja langsung di cari, makanya Kak Daniel kini lebih sering kerja di rumah dan di perusahaan ada Al namun masih Kak Daniel pantau dan terkadang Kak Daniel meminta bantuan Silla untuk mengajari Al.


Setelah urusan di kamar mandi selesai Kak Daniel keluar dan begitu pintu kamar mandi di buka sudah menunggu bidadari surga yang tengah mengandung anak keduanya siapa lagi kalo bukan Nasya istri tercintanya yang semakin hari semakin terlihat cantik.


"Kenapa Sayang hmm?"ucap Kak Daniel lembut memeluk pinggang Nasya dan menbawanya kembali ke ranjang.


"Pengen makan di rumah Belva deh Pih"ucap Nasya manja.


Kak Daniel tersenyum sepertinya anak di kandungan Nasya mengerti jika sang ayah tengah merindukan tantenya, Kak Daniel memang ingin bertemu dengan adik tercintanya itu namun karena Kak Daniel dan Nasya tinggal di rumah lama yang jaraknya lumayan jauh apalagi Nasya yang sedang manja membuat Kak Daniel susah untuk bertemu terakhi mereka bertemu ketika acara syukuran kehamilan Belva yang mungkin sekitar 2 mingguan yang lalu.


"Ayoo kita siap-siap"jawab Kak Daniel yang membuat Nasya tersenyum sumringah.

__ADS_1


Setibanya di rumah Belva ternyata mereka semua tengah makan dan sangat pas dengan ngidamnya Nasya yang ingin makan di rumah Belva.


"Ini masakan siapa kok beda ya rasanya?"tanya Nasya namun ia tetap menyukainya.


"Ini semua dari kantin kantor Aunty"jawab Silla.


Nasya menganguk-ngangguk paham, pasalnya ia dulu pernah bekerja di kantor Belva jadi ia sedikit tahu rasa makanan di kantin kantor.


"Oh iya Al mana kok ga keliatan?ga ikut kesini?"tanya Belva karena sedari tadi yang muncul hanya Kak Daniel dan Nasya.


"Al masih di kantor nanti nyusul kesini"jawab Kak Daniel.


"Makasih Al kamu tau aja kalo kita butuh desert"ucap Belva tersenyum senang.


"Sama-sama Tan"


"Ayo makan dulu Al"ucap Andra karena sedari tadi Al hanya diam.

__ADS_1


"Iya ini mau kok"


Semuanya tampak asyik menikmati makanan apalagi dengan tingkah Aeri yang ngambek karna tidak di belikan makanan manis oleh Al.


Namun Arvan berhasil membujuknya dengan mengajaknya pergi ke minimarket terdekat.


Sementara Silla sudah masuk kembali ke ruang kerja, namun sebelumnya sudah bersih-bersih terlebih dahulu.


Ketika tengah fokus dengan laptopnya tiba-tiba pesan masuk dari seseorang yang tadi pagi meeting dengan Silla.


"Maksudnya apanih?"gumam Silla ketika melihat si pengirim yang tidak lain adalah Rendi.


📩Selamat malam, aku Rendi izin simpan nomor kamu ya makasih.


Silla nampak terkejut ketika membaca isi pesan yang dikirimkan Rendi, pesan ramah berbanding terbalik dengan Rendi yang dingin dan kaku jika bertemu.


"Ini beneren Rendi anak Pak Rudi RA Company?"batin Silla.

__ADS_1


Silla memilih untuk tidak membalas pesannya dan kembali fokus dengan pekerjaanya sebelum nanti Mommy dan Daddy nya datang dan menyuruhnya tidur.


Memang ketika jam 10 Malam Andra atau Belva sering mengecek ke kamar Silla, Arvan dan juga Aeri, terkadang jika Belva yang datang Silla slalu kena omel untuk segera tidur karena semenjak kerja di perusahaan Silla memang sering begadang.


__ADS_2