Janda Perawan

Janda Perawan
Eps. 112


__ADS_3

"mama senang kalau kalian rukun dan kumpul begini" ucap mama jihan melihat canda tawa anak anaknya yang sudah tumbuh dewasa dan memiliki pasangan masing masing


"bagaimana kalau mama tinggal disini saja baren bareng" ucap niken yang juga sangat senang jika keluarganya bersama


"ngga bisa begitu nak, sudah berkeluarga itu beda. tak apa tak tinggal bersama tapi kita masih kumpul begini" ucap pak surya


bukan tak mau tinggal bersama anak dan mantunya tapi dia juga paham jika setiap keluarga butuh privasi


"bener kata papa! kita akan tetap sering berkumpul meski tinggal tak satu rumah" sahut niko


semua menggangguk setuju atas apa yang disampaikan pak surya dan niko


"disti kemana?" tanya mama jihan yang sejak tadi tak melihat adik dari menantunya


"sedang pelatihan ma, nanti siang baru pulang" jawab adel pada mertuanya


"ohh begitu, baiklah mama dan papa ada keperluan lain jadi harus pergi dulu lain kali kalau dedeknya asudah lahir mama menginap disini!" ucap mama jihan sekalian berpamitan pada anak dan mantunya


"Oh iya sabtu depan dirumah akan ada acara. jika kalian sempat datang kerumah " pak surya mengingatkan


"acra apa pa, ma kok niko ngga tahu" tanya niko bingung


"acara kirim doa buat orang tuamu, dan juga......"ucapan mama jihan terputus kala suaminya menyenggol lengan istrinya agar tak melanjutkan bicaranya entah apa yang akan dibicarakan sepertinya penting namun masih sangat rahasia


" iya ma, niko akan usahakan kesana bersama adel" jawab niko pasti adel pun mengangguk menyetujui ucapan suaminya


"tentu saja kalian harus datang, oke kami pergi dulu ya!" mama jihan mencium pipi adel dan meninggalkan rumah anaknya dengan hati bahagia


"hati hati ma!" ucap niken dan adel saat mama jihan melambaikan tanggnya kekeduanya sebelum mobil meninggalkan halaman rumah niko

__ADS_1


"dirumah mau ada acara penting apa dek? kok kakak ngga dikasih tau!" tanya niko pada niken


kini semua berpindah keruang keluarga dan melanjutkan obrolan santainya lagi


"ngga tahu kak, malah baru tahu sekarang mau ada acara!" jawab niken


"kalian pasti akan terkejut!" sahut ferdi yang sejak tadi diam saja tak seperti biasanya


"kumat sok tahunya! mending diem dari tadi ngga berisik!" ucap niko


"kakak! kak ferdi kan calon adik kak niko jangan jahat jahat dong!" ucap niken kesal


"sama aja ken, kakakmu dan pacarmu memang suka bikin kesel orang hobinya" sahut adel yang sering menjadi koprban kejahilan dari suaminya


"bener mba, lain kali kita kurung dalam satu kamar biar akur mba!" ucap niken membuat adel tertawa membayangkannya


"oh iya mas, bagaimana perkembangan toko ayah? apa sudah mulai beroprasi lagi" tanya adel pada suaminya


"sudah sayang! mulai bulkan depan disti sudah bisa mengelola toko ayah dan mengawasi karyawannya" jawab niko tentang apa rencananya selanjutnya


setelah janjinya pada adel akan membuat toko ayahnya kembali berjalan dan menjadikan adiknya pengelola pengganti ayahnya


"terimakasih ya mas" adel menggenggam tangan niko dan menciumnya


"ehemmm! masih ada orang nih disini!" ucap niken tak terima melihat kakaknya bermesraan didepannya


"tenang sayang, kita akan menyusul sebentar lagi dan akan lebih dari yang kamu lihat!" ucap ferdi


"kalian ngga pulang pulang! mau ngapain lagi disini? pergi sana kemana gitu jangan gangguin orang terus" ucap niko

__ADS_1


"kok diusir sih mas, kan jadi rame kalau mereka disini" adel membela niken dan ferdi


"kamu dipihak siapa sih del, sudah siang ayo waktunya kita tidur!" ajak niko menarik tangan adel dan mengajaknya kekamar


"bohong nyonya bos, pasti bukan mau tidur itu!" teriak ferdi saat niko dan adel menaiki tangga


keduanya tak peduli dengan ucapan ferdi dan berlalu begitu saja


"memang mereka mau ngapain kekamar kalau ngga mau tidur kak?" tanya niken polos


"mau....mau,,,,,nanti kamu akan tahu kalau kita sudah menikah sayang" ucap ferdi sulit menjelaskan


"kenapa sih semua anggap aku anak kecil, ya sudah kalau begitu kakak pulang saja aku juga mau tidur" ucap niken berdiri dari sofa


tangannya kemudian ditahan ferdi, ia menghembuskan nafas pajangnya sebelum menjelaskan pada calon istrinya


"maksud kakak, niko pasti minta pijit dulu sebelum tidur, kan kasihan adel kalau kecapean gitu sayang, paham?" ucap niko akhirnya bisa mencari alasan lain


"jahat banget kak niko, ngga boleh dibiarin!" niken berlari menuju kamar kakaknya


ferdi terkejut dengan apa yang dilakukan niken, sepertinya ia malah salah menjelaskan pada niken dan berakibat salah faham


"kak, buka pintunya! kak buka! awas ya kalau macem macem sama kak adel!" teriak niken dan menggedor gedong pintu kamar kakaknya


"niken, bukan begitu maksud kakak..ahhhhh!" ferdi putus asa


"ayo pergi mereka sedang beristirahat jangan diganggu, kasihan ponakanmu nanti!" ajak ferdi menjauh dari kamar niko dan adel


sementara yang didalam kamar " mas niken mau masuk ayo bukain pintu!" ucap adel setelah merebahkan tubuhnya

__ADS_1


"dia iseng sayang, sudah ayo tidur dan beristirahatlah. nanti mas bangunkan dan kita jalan jalan" ucap niko


dihari libur yang ia sia siakan selalu ingin bersama dengan istrinya


__ADS_2