
"terima kasih pak, mau mampir dulu!" disti ragu menawarkan tapi ia juga tak enak jika tak mengajak orang yang menolongnya untuk mampir
"iya!" mode jutek kembali on
"kak niko, kak adel ada tamu. pelatih disti!" ucap adel memberitahukan pada kakaknya agar tak salah faham
"rio! ayo masuk sudah lama tak jumpa!" ucap niko memyambut adik dari sahabat dan juga asistennya
"kak niko kenal dengan guru disti!" tanya disti penasaran
niken dan ferdi juga mengenalnya. jadi ya ngga aneh jika niko kenal
"ayo duduk rio! kenal dong dek dia itu adik ferdi!" ucap niko menjelasakan
"ohh begitu, aku buatkan minum dulu kak!" disti meninggalkan niko dan rio mengobrol
menuju dapur dan membuatkan minuman untuk tamu dan juga kakaknya.
"kok bisa anter kamu dek, kalian dekat?" tanya adel senang adiknya memilik teman lawan jenis yang tak pernah adel tahu sebelumnya
adiknya sudah cukup dewasa untuk mengenal pria
"niken yang suruh kak, tadi niken dan pak ferdi yang mengantarkan ku lalu meminta pak rio untuk mengantar aku pulang, ternyata kenal juga dengan kak niko!" jelas disti
"ohh kakak pikir akan punya calon adik ipar!" goda adel
"apaan sih kak, belum mikir kesitu masih jauh!" ucap disti yang memang belum ingin menikah diusia muda
__ADS_1
"ihhh ngga boleh gitu pamali,nanti jodohnya makin jauh loh!"adel menakut nakuti
"bumalinya mana?" canda disti
"aku antar ini dulu ya kak, terus mau mandi gerah!" ucap disti lalu mengantarkan minumannya dan pamit untuk membersihkan diri kekamar
"kak ini minumnya, aku kekamar dulu ya kak!" pamit disti pada kakaknya
"iya dek!" jawab niko
disti masuk kekamarnya mengunci pintu lalu kekamar mandi dan menangis dengan kencang membuang semua rasa takut, benci dan juga marahnya
ia tak bisa begitu saja melupakan apa yang baru saja ia alami. untung saja rio datang kalau tidak
"aaaaaaaa!!!!" disti berteriak lalu menyudahi amarahnya
"kakak ngga nyangka niken memintamu untuk menjadi guru disti. kadang kadang pinter juga tuh anak!" ucap niko memuji adiknya
"dia memang pintar kak, hanya saja manjanya yang ngga ketulungan!" sahut rio yang juga teman cukup akrab niken
"makan malam dulu baru pulang! aku siapkan makannnya dulu!" ucap adel
lalu meninggalkan suaminya yang asik berbica dengan rio
adel menyiapkan makan malam yang sederhana dibantu disti dan bude sari
"bu jangan lelah lelah, biar bude saja!" bude sari mengambil pekerjaan adel
__ADS_1
diusia kehamilan muda sangat rentan jadi harus extra hati hati
"iya kak sini biar aku saja yang masak! kakak tunjuk saja bumbu dan cara masaknya sambil duduk disini!" disti mengambilkan kursi untuk kakaknya agar tak terus berdiri
"terima kasih sayang!" adel tersenyum senang
adiknya sangat baik dan dekat dengannya sekarang
kurang lebih satu jam makanan sudah tersedia dimeja makan
"ayo mas makan, sudah siap!" ajak adel
"rio ayo makan dulu baru pulang. atau mau menginap kamar banyak disini kosong!" ajak niko
rio ingin menolak tapi tak enak. akhirnya ikut makan malam bersama
hening tanpa suara saat makan malam berlangsung.
"bagaimana? enak kan makanannya!" tanya niko tentang masakan istrinya setelah selesai makan
"enak kak, masakan rumahan banget bikin kangen ibu!" jawab rio jujur
"sering sering kesini kalau gitu!" ucap niko
"lain kali lagi kak, sekarang aku mau pulang dulu dias tungguin aku minta dijemput!" ucap rio
dias adalah tunangannya yang sudah hampir tiga tahun menjalin hubungan dengan rio
__ADS_1