
Silla nampak bingung dengan sikap Arvan, sejak sore hingga sekarang Arvan lebih banyak diam dan melamun.
"Arvan setelah ini, gimana kalo mampir dulu ke mall Kakak ada barang yang mau di beli"ujar Silla.
sementara Arvan lagi-lagi hanya diam dan terus menatap sebuah foto keluarga mereka yang terpajang di atas meja kerja Silla.
"Arvan"ucap Silla dengan setengah berteriak.
"Eh Iya Kak kenapa?"ucap Arvan berusaha menetralkan pikirannya.
"Kamu kenapa sih dari tadi ngelamun mulu, ada masalah atau apa ? coba cerita ke Kakakk siapa tahu Kakak bisa bantu"ucap Silla serius.
"Eng engga kok Kak, Arvan gapapa"ucap Arvan tersenyum berusaha meyakinkan Silla.
"Yauda kalo ga mau cerita gapapa tapi.jangan ngelamun terus"
"Iya Kak, beneran kok Arvan gapapa cuma tadi lagi mikirin tugas kampus aja"
"Yaudah sebentar lagi kita pulang tapi mampir dulu ya ke Mall, Kakak mau beli hadiah buat Mommy"
"Lah memangnya Mommy ulang tahun?"
"Iya besok jangan bilang kalo kamu lupa?"ucap Silla menatap tajam Arvan yang tersenyum dengan menampilkan deretan giginya.
"Ampun deh, kebiasaan untung aja Kakak ingetin"
__ADS_1
"Iya Kak.makasih ya, kalo gitu aku juga mau beli kado"ujar Arvan mengecek ponselmya mencaro referensi kado spesial untuk sang Mommy tercinta.
\=
Belva dan Andra duduk berdua sambil menonton tv di ruang keluarga.
"Arvan sama Silla kok belum pulang ya? biasanya juga jam segini udah di rumah"ucap Belva yang mulai khawatir.
"Mungkin kerjaanya belum selesai Sayang, tenanglah Silla ada yang jagain Arvan"ujar Andra berusaha menenangkan Belva.
"Ya tapi ga lewat jam segini juga dong Mas"ucap Belva.
Memang biasanya jika Lembur Silla dan Arvan paling telat pulang jam 9 namun jam sudah menunjukan jam 10 lewat Arvan dan Silla malah belum pulang.
Andra langsung menekan nomor Arvan namun sudah beberapa kali di coba Arvan maupun Silla tidak mengangkat telponnya.
"Mungkin ponselnya mode silent Sayang, jadi mereka.ga denger tenang ya Mas yakin mereka baik-baik aja kok"
"Iya Mas semoga yaa"
Belva masih menunggu kepulangan Arvan dan Silla, sememtara Andra memilih tidur di sofa.
"Kalian kemana sih nak, jangan bikin Mommy khawatir dong"gumam Silla yang bolak balik melihat ke arah jendela.
Sampai akhirnya tepat jam 11.30 Malam, Terdengar suara deru mesin mobil, Belva yang tadinya akan memejamkan mata di sofa kini langsung bangkit menuju ke pintu.
__ADS_1
Belva merasa lega ketika melihat Arvan dan Silla yang turun dari mobil sambil tersenyum ke arahnya.
"Kenapa malam sekali pulangnya, Mommy khawatir loh di telpon ga di angkat-angkat"omel Belva pada kedua anaknya itu.
"Hehe maaf Mom, tadi ponsel Arvan mode silent jadi ga kedengeran"ujar Arvan.
"Iya Mommy tadi juga ponsel Kakak di simpan di tas jadi ga kedengeran maaf ya udah bikin Mommy khawatir"ucap Silla lalu memeluk Belva.
Padahal Arvan dan Silla memang sengaja mengubah nada dering ponsel mereka menjadi silent karena tadi sedang berkeliling di mall mencari kado untung sang Mommy.
"Yaudah gapapa tapi lain kali jangan gini lagi ya, udah yuk kita masuk"ucap Belva lembut.
"Iya Mommy"ucap Arvan dan Silla bersamaan.
Mereka lalu segera masuk, Arvan dan Silla langsung pergi ke kamar masing-masing, sementara Belva pergi ke dapur membuatkan teh hangat untuk Arvan dan Silla.
Ketika sedang membuatkan teh tiba-tiba lampu mati, Belva berusaha mencari ponselnya yang berada di atas meja makan.
Ketika sudah dapat ponselnta tiba-tiba lampu menyala dan terdengar teriakan.
"Surprise"teriak Andra, Arvan , Silla dan Juga si bungsu Aeri.
"Selamat ulang Tahun Mommy"ucap Arvan yang kebetulan bertugas membawa sebuah kue.
Belva yang kaget tiba-tiba jongkok ia menangis terharu, perasaanya campur aduk
__ADS_1