Janda Perawan

Janda Perawan
Eps.147


__ADS_3

"selamat ya kak! Niken" ucap rio menghampiri kakaknya yang duduk dipelaminan


"terima kasih yo, kamu benaran malam ini brngkat lagi" tanya ferdi pada adiknya


"rencananya begitu kak, sudah kelamaan meninggalkan pekerjaan!" jawab rio


"kamu gimana sih yo. Disti udah di php in tapi ditinggalin lagi!" ucap niken kesal


Tak suka adik iparnya mempermainakan temannya dan juga adik dari kakak iparnya


"siapa juga yang php. Orangnya sepertinya belum siap buat diajak serius. Dan juga aku harus ngumpulin modal buat nikahin anak orang!" jawab rio dengan pemikirannya


"banyak alasan! Pria manapun juga tahu kalau disti menaruh hati padamu. Sana pergi awas aja pulang nanti dapat undangan dari disti. Aku orang pertama yang akan meledkmu" ucap niken


Memarahi adik iparnya


Ferdi hanya berdiam diri saja. Karena tau jika niken sudah bicara akan sulit untuk diberhentikan kalau belum selesai


"kak, kamu diam aja adiknya dianiaya begini!" ucap rio minta pembelaan


"itu urusanmu, bukan urusan rumah tanggaku!" jawab ferdi datar


"suamiku memang paling keren!" ucap niken lalu mencium pipi suaminya


"kalian ga asik. Ya sudah semoga kalian selalu bahagia aku pamit dulu kak, niken. Aku harus bersiap sekarang agar tak ketinggalan pesawat nanti" ucap rio sekalian berpamitan pada kakak dan iparnya

__ADS_1


Rio kehilangan usaha milik ayahnya yang sudah ia kelola sejak lama untuk membayar hutang ayahnya.


Papa dias juga menarik semua bantuan modal yang menyebabkan usahanya tak bisa berjalan lagi hingga harus dijual


Rio bertekad bekerja keras agar kelak tak ada yang bisa mengganggunya dan orang yang ia cintai karena urusan harta


Ferdi dan niko juga sudah menawarkan bantuan. Namun rio ingin memulai semuanya dari nol dan membuat ayah ibunya akan bangga padanya


"jika butuh bantuan segera hubungi kakak, atau niko!"ucap ferdi sebelum memeluk adiknya dan juga melepaskan adiknya mencapai karirnya


"tentu saja, kalian akan sangat repot nantinya!" ucap rio


"rio! Berpamitanlah dengan disti kasihan dia!" ucap niken mengingatkan


Rio mengangguk dan mencari kemana wanita yang sudah selalu membuat hatinya galau pergi


"tadi kearah balkon kayaknya sama susnya zain!" jawab adel mewakili niko


Karena niko sedang diajak bicara


"baik kak terima kasih!" rio berlari mencari arah pintu keluar yang menuju balkon dengan pemandangan tengah kota


"disti bisa bicara sebentar!" rio menghampiri disti yang sedang duduk dan menggendong zain


"iya kak boleh! Sus bisa tinggalkan kami sebentar!" ucap disti yang sepertinya melihat rio ingin berbicara berdua

__ADS_1


"iya non!" ucap sus siti


Ia mengambil zain dari pangkuan disti dan membawanya pergi menyingkir dari dua pemuda itu


"duduk kak! Sudah makan?" disti tak mau memandang wajah rio karena malu dengan kejadian tadi dan juga jantungnya akan berdetak kencang jika keduanya berdekatan


"terima kasih! Sudah makan tadi pipi cubby!" jawab rio menatap disti


"heii,, sini dong jauh jauh banget aku wangi kok!" lanjut rio menarik tangan disti yang dingin padahal suasana hari sangat cerah


"sini saja kak!" disti menahan tangganya agar tak terlalu dekat rio


"baiklah.aku hanya ingin pamit saja! Aku harap suatu saat kita berjodoh, hanya saja saat ini aku tak berani mengikatmu karena kaeadaanku!


Jika kamu bersedia menungguku, aku adalah orang akan paling bahagia.


Namun jika diperjalanan nanti kamu menemukan yang terbaik untukmu. Aku akan merelakanmu!" ucap rio menuturkan isi hatinya


"lalu sebenarnya apa mau kakak?" jawab disti yang seolah dipermainkan


"aku mencintaimu! Hanya itu yang bisa aku katakan saat ini" ucap rio


"apa ini yang namanya cinta! Kamu bohong kak, selama ini kamu hanya datang dan peegi semaumu. Lalu kenapa sekarang harus pamit


Pergilah!! Aku terbiasa sendiri jadi jangan pedulikan aku lagi!" ucap disti meninggalkan rio

__ADS_1


Tangannya ditahan "maafkan aku!" ucap rio


__ADS_2