
Tepat pukul 3 pagi Rendi terbangun, ia bermimpi dihajar seseorang karena seorang wanita yang begitu Rendi kenal.
"Dasar bodoh pasti Silla nyariin aku"gumam Rendi yang baru sadar jika ia melupakan kekasihnya itu karena saking lelahnya kemaren.
Buru-buru Rendi mencari ponselnya, ia ingat jika chat terakhir yang ia kirim adalah ketika mengirimkan sebuah foto pada Silla setelahnya tidak ada komunikasi lagi.
Akhirnya setelah mengacak-ngacak keranjang cucian Rendi menemukan ponselnya yang berada di saku celana, namun keadaan hp nya mati mungkin karena kehabisan baterai.
Rendi lalu membawanya untuk menchargernya, begitu hpnya nyala terdapat puluhan panggilan tak terjawan dan beberapa pesan masuk dari kekasihnya.
"Tuhkan dia pasti khawatir banget"gumam Rendi memilih langsung membalas pesannya dan mengucapkan beribu kata maaf.
To: Sayang
Maaf Sayang aku semalam kecapean dan lupa mengabari kamu sekali lagi maaf yaa, aku janji kedepannya ga akan kaya gini lagi sekali lagi maaf ya Sayang.
Chat sudah terkirim namun tidak di balas karena pastinya Silla sedang tertidur mengingat sekarang sudah jam 3 lewat 20 menit pagi hari.
__ADS_1
Karena rasa ngantuknya menghilang, Rendi memilih membuka lĂ ptopnya ia memilih memanfaakan waktunya dengan bekerja supaya nanti bisa ada waktu luang untuk menemui Silla, karena sejujurnya Rendi sudah sangat rindu pada Silla tapi karena pekerjaanya yang banyak yang menjadi penghalang.
......................
Hari ini Silla sudah mulai ngantor kembali, namun tetap di bantu Arvan, karena Silla merasa pekerjaanya semakin hari semakin banyak jika sendirian.
"Mau berangkat bareng ga Kak?"tanya Arvan ketika mereka sedang sarapan.
"Kamu duluan aja, Kakak mau langsung ketemu klien soalnya"jawab Silla, asistennya tadi pagi mengabarkan jika ada klien yang tiba-tiba merubah jadwal pertemuan dan karena Silla sedang tidak ada pertemuan jadi ia mengiyakan saja.
Arvan mengangguk paham, ia langsung pamit setelah menyelesaikan sarapannya, hari ini kegiatanya tidak terlalu padat tapi Arvan harus ke kampus nanti siang.
Silla begitu semangat hari ini karena tadi pagi Rendi menelponnya jadi selama siap-siap Silla ditemani Rendi.
Ucapan Rendi yang mengatakan ingin slalu dekat dengan Silla jadi membayangkan perihal hubungab mereka jika berlanjut sampai ke jenjang yang serius.
"Dasar Rendi jadi membuatku tidak fokus begini"batin Sill bersemu merah.
__ADS_1
Untung saja Supirnya tidak melihatnya kalo tau mungkin Silla akan merasa sangat malu, jatuh cinta ternyata menbuat ia slalu berseri-seri.
Satu jam kemudian Silla sudah sampai di salah satu perusahaan walaupun pikirann dan hatinya di penuhi oleh Rendi namun Silla berusaha untuk bersikap profesional.
"Selamat pagi Nona Silla, maaf kami mendadak memajukan jadwal meeting karena ada kerabat yang sakit"ucap salah satu klien Silla yang seumuran Daddynya menyambut ramah Silla.
"Tidak apa-apa kebetulan jadwal saya juga tidak terlalu padat pagi ini"balas Silla ramah.
Pasalnya kliennya yang satu ini sudah bertahun-tahun menjalani kerjasama dengan perusahaan Bratajaya dan ownernya juga terkenal ramah dan baik jadi tidak heran jika Silla mengiyakan meeting mereka di majukan.
"Mari nona".
Mereka lalu pergi ke ruang Meeting berjalan melewati para karyawan yang hampir semua matanya tertuju pada Silla.
Banyak sekali yang kagum melihat kecantikan Silla, hampir semua karyawan laki-laki dan sebagian perempuan juga ada yang memujinya dan sisanya hanya merasa iri.
"Wajahnya biasa aja cuma karena keluarganya aja yang kaya jadi banyak orang yang memuji dia cantik"ucap salah satu karyawan yang iri
__ADS_1
"Pasti hasil operasi tuh muka nya"
Bla bla bla dan banyak lagi ungkapan iri benci untuk Silla, ditengah mereka bergosip ada satu karyawan yang tersenyum penuh misterius.