Janda Perawan

Janda Perawan
Eps.199


__ADS_3

Belva mengatar Silla ke sekolah karena sekalian dia akan pergi ke Rumah Papa dan mamanya.


" loh tumben pagi-pagi udah dateng" ucap Mama keheranan


" Iya Ma,Belva pengen kesini aja kangen Mama sama Papa juga " ucao Belva sembari memberikan Arvan pada Mama


" Kakak ipar kemana Ma? "


" ada tuh lagi di kamarnya liat aja kesana"


Belva lalu pergi ke kamar Kakak iparnya itu.


" Hai Kak"


" sini Bel masuk aja,aku lagi mandiiin dulu Al "


Belva melihat Kakak iparnya itu,ia sebenarnyaa ingin bercerita tentang sikap Andra tapi ragu-ragu.


" kenapa wajahnya murung gitu,coba cerita ?"


" engga papa kok" kilah Belva


" Udah cerita aja kenapa? berantem sama Andra ?"


" hmm bukan berantem sih Kak, tapi Sikap Mas Andra tuh aneh banget tau ga" ucao Belva

__ADS_1


Belva menceritakan semua tentang sikap Andra yang menurutnya sedikitu berubah dan aneh


" Oh gitu, persis banget sama Kaya Mas Daniel Bel" ucap Nasya tertawa


" maksudnya sama kaya Kak Daniel gimana Kak ?"


" iya Mas Daniel tuh gitu awalnya karena aku terlalu fokus sama Baby Al dia minta jatah tapi slalu ada aja gangguan entah itu Al nangis,aku ketiduran apalah macem-macem,Mas Daniel sampe nginep di kantornya karena ngambek ya karena aku peka yaudah deh aku kasih kejutan datang ke kantornya malem-malem buat kasih jatah dan pas udah di kasih jadi balik lagi deh sikap ya "ucap Nasya panjang lebar.


" iya juga sih Kak,semenjak aku melahirkan belum pernah kasih jatah lagi, em kalo gitu aku juga mau kasih kejutan deh makasihya Kak idenya" ucap Belva keluar


Belva menitipkan Arvan pada Mamanya sebelum dia pergi ke kantor Andra.


\=\=\=


Sejak datang ke kantor, Andra tidak bisa fokus ia sedang memikirkan Belva, karena kesal ia memilih langsung berangkat tanpa berpamitan dan lebih parah nya ia lupa mengantarkan Silla sekolah, Belva pasti marahh pikirnya.


Andra terus memegang ponselnya ia ragu-ragu antara harus menelpon Belva atau tidak.


" Nanti aja deh Kalo pulang kantor, ngomong langsung biar enak "gumam Andra.


Andra memilih cepat-cepa mengerjakan pekerjaanya supaya cepat pulang, walaupun ia sudah membatalkan pertemua tapi banyak sekali dokumen yang harus Andra Periksa.


hampir satu jam setengah Andra bekerja, perutnya mulai kelaparan karena tadi pagi ia hanya sarapan sedikit.


" Rio tolong Pesankan Saya Makanan ya apa saja terserah dan juga jangan lupa kopi nya " ucap Andra di menelpon Rio

__ADS_1


hampir setengah jam Rio tidak kunjung datang, perutnya sudah sangat lapar Andea memutuskan untuk keluar mencari Rio namun belum beberapa langkah Andra terkejut karena yang membawa makanan adalah Belva .


" Loh Sayang kok kamu yang bawa pesanan makanan aku, Si Rio kemana ?" tanya Andra


" Rio aku suruh jemput Silla, udah sekarang kamu makan dulu nanti setelah itu aku mau ngomong penting " ucap Belva menyiapkan makanan di atas meja


Andra hanya melihat kearah Belva ia ingin sekali bertanya banyak hal.


" udah jangan diliatin Makan cepetan" ucap Belva yang sedikit Kesal


Akhirnya Andra memilih makan terlebih dahulu, karena perutnya sudah tidak bisa diajak kompromi lagi.


------


Jangan lupa ya mampir ke novel aku yang lain,hanya tinggal klik profil nama aku nanti disana ada


aku kasih bocoran ya buat novel yang berjudul "Romantic Wedding"


" *Apa saya boleh ke rumahmu ? Saya ingin melamarmu"ucap Sang Pria pada Erina


" Apaa ? " ujar Erina tidak percaya dengan apa yang di dengarnya,


" Iya Saya Berniat datang ke Rumah Mu, untuk melamarmu menjadi istri Saya bagaimana ?" tanyanya lagi pada Erina*


penasaran kan ? jadi tunggu apa lagi langsung baca aja ya

__ADS_1


terimakasih 🤗


__ADS_2