Janda Perawan

Janda Perawan
Eps.187


__ADS_3

Hampir satu minggu setelah kejadian Belva pingsan karena terkejut tentang kondisi Papa, ia sering duduk termenung di kamar ia akan keluar hanya untuk makan saja.


seperti hari ini Belva duduk di sofa kamarnya dan melihat kearah luar jendela


" Sayang" ucap Andra menghampiri Belva dan berjongkok dihadapannya


" Sayang, udah dong jangan murung kayak gini, sekarang kan Papa udah sehat sampai kapan kamu kaya gini kesian Silla loh, dia nanyain kamu terus " ucap Andra lembut sembari memegang kedua tangan Belva


Belva tetap tidak merespon Andra, beberapa hari ini juga Papa Mama dan Kak Daniel sudah berusaha membujuk namun hasilnya nihil.


Andra beralih duduk di samping Belva mengusap-ngusap perutnya.


" hallo Anak Daddy gimana kabarnya hari ini nak? Daddy kangen kamu nak, kamu baik-baik aja ya di perut Mommy sampai nanti kita bertemu" ucap Andra.


Andra masih setia duduk menemani Belva, sampai-sampai suara ketukan pintu kamar memecah keheningan antara mereka berdua, Andra bergegas membukanya.


" Kakak Ipar" ucap Andra pelan lalu keluar dan menutup pintu kamarnya.

__ADS_1


" Andra izin aku buat ketemu Belva ya aku mohon" ucap Nasya memohon.


" Maaf Kak tapi sepertinya sekarang bukan waktu yang tepat"


" sudahlah biarkan saja Andra, siapa tahu Belva bisa sedikit menerima, Kakak juga udah telpon Dokter yang menangani trauma Belva sebentar lagi juga dia dateng " ucap Kak Daniel yang tiba-tiba datang


" yasudah Kak, aku tunggu diluar ya" ucap Andra akhirnya mengijinkan.


Nasya lalu masuk ke kamar dan menutup pintunya.


" Belvaa "ucap Nasya pelan, Namun Belva tetap tidak meresponnya.


" Bel udah dong jangan kaya gini, aku minta maaf aku salah ga ngasih tahu kamu, kamu harus sadar dong mau sampai kapan kamu kaya gini, kamu sebentar lagi mau jadi ibu Bel udahlah ya pliss jangan terlalu dipikirin"ucap Nasya


" mudah buat kamu ngomong kaya gitu, aku sama kamu udah sahabatan bertahun-tahun kamu juga tahu aku paling benci di bohongin, apalagi ini tentang orang tua aku, plis harusnya kamu ngomong dari awal, aku ngerasa kaya anak durhaka tahu ga aku seneng-seneng aku liburan tapi Papa aku malah terbaring sakit dan harus operasi yang kemungkinan untuk selamatnya itu hanya beberapa persen, ini bukan tentang aku mau jadi ibu ini tentang keluarga bukan kah seharusnya keluarga tempat berbagi kebahagian dan kesedihan tapi apa kalian semua nutupin ini semua dari aku " ucap Belva sembari menangis


" udah Bel aku minta maaf kami semua salah kamu tenang ya" ucap Nasya menyusul Belva yang beranjak

__ADS_1


" Stop, mending kamu keluar "


" tapi Bel"


" Aku bilang KELUAR!" ucap Belva


Akhirnya dengan Berat hati Nasya keluar membiarkan Belva sendirian.


Belva terduduk di lantai menangis sejadi-jadinyaa, hatinya benar-benar sangat sakitt tapi Belva juga merasa sedikit senang karena tidak ada yang terjadi dengan Papanya namun rasa kecewa yang teramat besar membuat Belva berubah.


Andra menghampiri Belva, lalu memeluknya.


" Keluarkan semuanya Sayang, tapi aku mohon setelah ini kamu harus bisa menerima semuanyaa"


Belva memeluk erat Andra menumpahkan tangisnya.


setelah lelah menangis Belva tertidur dengan masih memeluk Andra, lalu Andra memindahkan Belva ke atas ranjang merapihkan bajunya dan baju Belva setelah itu Andra keluar.

__ADS_1


__ADS_2