
"mba aku deg degan banget ya, rasanya ngga bisa tidur!" ucap niken yang esok hari akan menikah
supaya lebih mudah berangkatnya maka semua keluarga berkumpul dirumah niko yang lebih dekat dengan kantor niko dimana akan diadakan pesta pernikahan niken dan ferdi
dibawah kantor niko adalah terdapat beberapa lantai yang salah satunya adalah mall dan kantor niko, sisanya adalah gedung yang disewakan untuk acara resmi maupun pesta pernikahan
"ya wajah dek, namanya juga baru pertama kali dan akan menjadi pasangan seseorang yang kita cintai pastilah akan membuat kita bahagia,dan juga pasti gugup" ucap adel
yang malam ini menamani niken dan disti tidur, malam perpisahan menurut niken
"gitu ya mba, dis kamu besok berangkat bareng aku ya" ajak niken
"siap bu ferdi" goda disti
"ahhhh kamu ini bikin aku makin gugup saja!" niken melempar bantal pada disti
"sudah malam ayo tidur, jangan sampai pengantin telat " ajak adel yang tidur diantara kedua adiknya
"kak!" ucap disti memanggil kakaknya
"hemm, ada apa dek? ada yang mau dieritakan?" tanya adel lagi
"kalau aku punya pacar boleh?" tanya disti ragu tapi ia juga tetap harus jujur pada kakaknya sebelumnya ia pernah menyimpan masalah senidri bukannya selesai malah justru makin menambah masalah
"tentu saja boleh" jawab adel bijak
__ADS_1
"wahhh, sebentar lagi nih kayaknya mba" sahut niken senang
"apaanya yang sebentar lagi! inikan hanya seandainya saja. baru mungkin belum terjadi" jawab disti sewot
" yee, jangan ngegas dong. takut ketahuan ya" ledek niken membuat disti melempar bantal dan keduanya melakukan perang bantal diantara adel
"cukup!!!" kalian tidur berdua saja, aku pusing dengernya. kalau sudah ada pacar segera kenalkan pada kakak" ucap adel lalu turun dari ranjang dan meninggalkan kedua adiknya
"loh kok belum tidur sayang?" tanya niko yang masih mengobrol dengan pak surya diruang tamu
"brisik jadi ngga bisa tidur, papa dan mas ngobrolin apa sampai malam begini?" tanya adel sambil berjalan menghampiri suaminya
"mereka berdua kalau sudah bareng mana bisa kalem, sini ikut kita ngobrol. mama sedang buatkan kopi untuk kami" ucap niko menarik tangan adel agar ikut duduk bersama
"ngga usah, ini sudah selesai ayo kita begadang malam ini" ucap mama jihan becanda
"mana boleh begitu, besok kan acara penting kita bisa terlambat jika tidur larut malam" tprotes adel
"kita tak bisa tidur, niken adalah titipan yang kamu jaga dengan sepenuh hati. dia seperti lahir dari rahimku sendiri tapi besok dia akan pergi bersama dengan pasangan hidupnya. yang akan membawanya pergi dari rumah" mama jihan menuturkan apa yang dirasakan
"ma, ngga boleh begitu. kita akan terus bersama kok" ucap adel memeluk mertuanya
"sudah, sudah jangan membuat kesedihan dalam kebahagian. kita harus siap setiap saat ma. punya anak adalah titipan yang kapan pun bisa diuambil" ucap pak surya bijak
"iya ma, kita masih tetap disini. nanti zain akan sering main kerumah kalau sudah besar" ucap niko becanda
__ADS_1
"kamu ini ada ada saja nik" ucap mama jihan yang kembali dapat tersenyum karena ucapan niko
"aku lihat zain dulu ya mas, takut terbangun" pamit adel yang sebenarnya juga sudah mengantuk dan cukup lelah membantu membuat persiapan untuk acara adik iparnya besok
"iya sayang, nanti mas menyuusul" jawab niko
adel juga mengajak mama jihan untuk beristirahat, agar esok pagi dapat bangun tepat waktu
"sayangnya mama, anteng banget bobonya " adel masuk kekamar zain yang terlihat sangat pulas
"bu maaf saya ketiduran!" ucap sus zain
"ngga apa apa, maaf saya mengganggu hanya ingin lihat zain sebelum tidur. lanjutkan istirahatnya. jangan lupa kunci pintunya aya" adel meminta sus nya zain agar berhati hati
"baik bu. selamat istirahat buat ibu juga" jawab sus siti
"terima kasih" adel keluar kamar anaknya dan masuk kekamarnya sendiri "loh mas kapan masuknnya kok aku ngga tahu" ucap adel kaget melihat suaminya yang secepat itu sudah menyusul
biasanya akan lama jika sedang mengobrol soal bisnis atau hobi para lelaki
"udah kangen sama kamu. bukankah sudah janji malam ini" ucap niko seolah mengingatkan istrinya jika membuat janji manis pada niko
"inget aja kalau urusan begituan ya" ucap adel yang mau tak mau tetap melakukan tugasnya sebagai istri niko
"gas lah" ucap niko menarik tangan adel dengan cepat dan membawanya keaatas ranjang lalu dimulailah arena pertempuran
__ADS_1