
"kak! "
Tok...tok...tokk
"kak masih didalam atau sudah pergi? Kak rio!" disti mulai panik tak mendapatkan sahutan dari rio
"kak aku mau jujur kak, tolong buka pintunya!" disti berteriak didepan pintu apartemen ferdi seperti orang gi*la
Beberapa orang melewati disti dan menatap aneh padanya
Disti terduduk lemas dengan bersandar pintu kamar apartemen ferdi. Hanya itu tempat yang disti ketahui yang menjadi tempat tinggal rio
"kak kamu tega baget sama aku kak!" disti menangis menunduk memeluk kedua lututnya
"kamu kemana kak! Aku sayang sama kamu!" disti mengoceh sendiri tanpa menghiraukan langkah kaki yang lalu lalang
"sayang banget emang sama rio?" tanya seseorang yang jongkok dihadapan disti dan baru saja tiba
"iyaaa! Huaaaa" disti mengencangkan suaranya
Seseorang mengusap rambutnya lembut
"sama rio juga sayanh sama kamu!" ucap rio yang sambil mengusap rambut disti
Seketika disti tersadar jika yang ia rasakan dan ia dengar adalah nyata
Disti mengangkat kepalanya dan mendapati wajah tampan yang sudah membuat hatinya berdebar, darahnya berdesir dan tidurnya tak tenang
"ini beneran kak rio?" disti memegang wajah rio dan mencubit pipinya
"auuu, sakit dis!" ucap rio meringis kesakitan
"ini bukan mimpi? Ini nyata!" disti memeluk rio
"bukan sayang, ini nyata! Ayo bangun kita masuk kedalam!" ajak rio membantu disti berdiri dan menuntunnya mengajaknya ke kamar lain yang merupakam kamar miliknya sendiri
"kak mau kemana?" disti merasa tak salah kamar tadi
"kamu mau didepan pintu apartemen kak ferdi terus?" ucap rio yang terus menlangkahkan kaki hingga kurang lebih jarak sepuluh pintu dari kamar kakaknya
"ayo masuk! Ini kamarku" rio menarik tangan disti lalu mengajaknya duduk disofanya
Disti menurut saja dan tak banyak bicara
"mau kemana kak!" rio melepaskan genggaman tangannya
"mau ambil minum sayang, mau ikut juga!" rio tersenyum dengam sifat manja disti yang selama ini tak pernah ia ketahui
"disini aja!" jawab disti malu
Rio membuatkan minuman hangat untuk disti agar merasa tenang.
"ini minum dulu. Kamu kenapa ngga bilang kalau mau kesini hemm?" tanya rio menatap wajah sendu sisa menangisnya tadi
__ADS_1
disti meminum teh yang dibuat oleh rio "kakak kapan perginya?" tanya disti langsung pada intinya
disti bangun dari duduknya menatap rio dengan senyum yang sulit diartikan
"kamu maunya kapan?" rio membalikan pertanyaan
"kan aku tanya kak, kenapa nyebelin banget sih!" disti cemberut
"jangan pasang muka itu sayang. Kakak ngga tahan liatnya!" ucap rio menarik tangan disti lagi kepelukannya
"inginnya kakak tetap disini masih menunggu jawabanmu!" lanjut rio lagi
"jawaban apa! bukannya udah denger tadi. Sengaja mau bikin aku malu apa mau permainin aku sih!" disti makin kesal dan melepaskan pelukannya
rio menghela nafasnya " bukankah aku sudah bilang berulang kali. Aku mencintai adisti kalila. Aku ingin menikahinya dan hidup bersamanya selamanya!" rio mengatakan apa yang ada dihati dan pikirannya saat ini
"aku menunda keberangkatanku ke luar negeri hanya untukmu! Nanti dini hari penerbanganku maka habiskanlah hari ini bersamaku saja" lanjut rio lagi
Cup
Rio mencuri lagi ciuman dari bibir disti kali ini
"kak! Ngga boleh ya!" tegas disti
Rio malah mendekat dan makin mendekatkan bibirnya kembali menaut bibir disti yang membeku tak bisa mengelak ataupun menerima
setelah sadar disti mendorong tubuh rio
"hanya kamu yang bisa menentukan aku melanjutkan kontrakku disana atau tetap disini!" kali ini rio serius dengan ucapannya
disti berbalik dan memejamkan matanya. Mana mungkin ia memutuskan masa depan seseorang
Sedangkan ia juga tak tahu akan seperti apa nanti kedepannya
"kenapa aku kak? Aku saja tak tahu harus bagaimana!" disti mengungkapkan pikirannya
"cukup jawab iya atau ngga kalau kamu mencintaiku!" rio mempertegas ucapannya
"bukankah adanya aku disini sudah sebuah bukti. Lalu apa lagi yang harus ku perbuat!" disti tak mau menatap rio air matanya sudah diujung ingin keluar begitu saja
"tapi aku mau mendengarkannya!" lanjut rio
disti mengangguk "aku mencintaimu kak, aku takut kehilanganmu!"
"liat kakak dong bilangnya! Masa nunduk emang wajah kakak serem apa?" rio menarik dagu disti agar mengangkat kepalannya
"iya aku cinta sama rio!" ucap disti dengan wajah memerah
"aku juga sangat mencintaimu! Bisakah kamu menunggu untuk tiga bulan lagi?
Kontrak pertamaku akan habis dalam tiga bulan. Tak memperpanjang kontrak lagi
Setelahnya aku akan pulang dan kita bisa menikah jika kamu mau!" ucap rio dengan tenang dan tegas
__ADS_1
"aku, aku belum bilang apa apa sama kak adel dan kak niko!" ucap disti ragu dan takut kakaknya tak mengizinkan
"kakak baru saja bertemu kedua kakakmu, setelah mengantar orang tuaku pulang aku kembali lagi untuk menemuimu tapi kak adel bilang kamu sudah pergi.
Kak niko bilang kamu sedang mencariku maka saat itu juga aku meminta izin dan restu dari kak adel dan kak niko
Tinggal izin pada yang bersangkutan dan juga orang tuanya!" ucap rio menjelaskan secara detail pada disti agar tak ragu lagi
Yang nampak pada sorot matanya
"kak adel dan kak niko mengizinkan?" tanya disti memastikan
"tentu saja. Mau aku telfon sekarang?" tawar rio
Disti menggeleng "tak perlu! Aku percaya padamu!" ucap disti kali ini dengan sangat yakin
"terima kasih sayang!"
"maukah menikah dengan ku?"
Rio membuka sebuah kotak berwarna merah berisi dua cincin mewah yang disodorkan pada disti
"maaf ini sangat sederhana dan tak mengadakan pesta. Aku mau kita langsung menikah nanti tapi ini sebagai tanda jika kamu sudah jadi milikku dan juga aku milikmu sekarang!" ucap rio menunggu respon dari disti
"mau kak, aku mau menikah denganmu aku mau hidup bersamamu dan aku bisa menunggumu. Aku mau!" disti dengan penuh semangat
Rio memasangkan cincin ke jari manis disti dan meminta disti melakukan sebaliknya
"janji jangan lirik lirik cewek lain disana! Awas aja ya!" ancam disti dengan tatapan mata sinisnya
"hahahaha, seneng banget ada yang posesifin sekarang!" canda rio
Disti mencubit pinggang rio karena kesal
"bukan posesif tapi menjaga. Aku lapar kak!" ucap disti yang sejak pagi belum memasukan makanan apapun dalam perutnya
"mau makan apa?" tanya rio
"terserah kakak saja. Aku makan apa saja!" jawab disti
"oke!"
Rio memesan makanan dari aplikasi diponselnya. makanan datang dan keduanya makan dengan lahap setelah saling tahu perasaan masing masing
"kakak antar kamu pulang sekalian jalan kebandara! Kakak ambil koper dulu dikamar!"
"hmmm iya kak!" disti merapikan meja dan peralatan sisa makan tadi!"
"ayo sayang!" rio mengegan tangan disti dan mengajaknya keluar kamarnya
"ini paswordnya ulang tahunmu. Jadi kapan saat kamu kangem bisa datang kesini!" ucap rio saat perjalanan menuju loby apartemen
Keduanya pergi menggunakan taksi menuju rumah niko
__ADS_1