
"keluarga pasien atas nama bu mira!" suara panggilan dari perawat
"kami sus ada apa?" niko mewakilkan
" pasien sudah sadarkan diri, mohon bergantian untuk masuk kamar setelah kami pindahkan keruang perawatan!" pesan perawat agar tak mengganggu pasien yang baru saja melewati masa kritisnya
"terima kasih suster!" ucap adel
ia memeluk adiknya dan meminta disti agar menemui ibunya lebih dulu dan selanjutnya adel
"masuklah dulu, setelahnya kakak!" ucap adel adiknya pun mengerti dan menuruti ucapan adel
"mas pulang saja tidak apa apa biar aku sam disti yang jaga ibu! mas kan harus kerja" ucap adel agar suaminya bisa beristirahat dirumah
"kita masih cuti nikah adel! jadi tak usah pikirkan masalah pekerjaan. yang penting ibu sembuh dulu" ucap niko menenangkan
"apa aku dipecat mas?" adel memberanikan diri bertanya
sebelum memutuskan menikah dengan niko tak ada pembicaraan yang serius untuk keduanya
dan pernikahan itu terjadi begitu saja
"jangan mulai adel!" ucap niko serius
__ADS_1
"kenapa harus dipecat? siapa yang berani memecatmu hemmm! lagian kamu ngga kerja juga ngga masalah saya sudah jadi kepala rumah tangga dan segala kebutuhanmu serta orang tuamu adalah tugasku! paham sayang?" niko masih dengan sabar menjelaskan
adel hanya risau dengan kehidupannya, selama ini dia harus hidup dengan kerja keras dan menjadikan dirinya tak bergantung pada orang lain hingga aneh baginya jika saat ini ada orang yang bilang akan menanggung seluruh hidupnya
"adel? kenapa bengong! itu disti sudah keluar , masuklah temui ibu" ucap niko lembut
"iya mas aku masuk dulu!" adel bergantian masuk keruang perawatan ibunya. setelah disti keluar
"masuk kak, ibu baik baik saja" jelas disti
"ibu!" adel menahan air matanya saat melihat ibunya pucat
meski bukan ibu kandung tapi adel sangat menyayangi ibu tiri sekaligus tantenya itu
"sudah bu, tak ada yang salah dan perlu minta maaf. semua sudah berlalu kini tinggal ibu orang tua adel. jadi adel harap ibu jaga kesehatan ya bu!" adel memberikan amplop coklat berisi uang yang cukup banyak hasil kerja adel selama ini
"apa ini nak?" tanya bu mira dengan suara yang masih sedikit terbata
"ini untuk keperluan ibu dan kulish disti bu! jangan sampai disti putus kuliahnya. adel aksn membantu sebisa adel" ucap adel membuat bu mira menangis
begitu tulus hati adel hingga bu mira sangat terharu dan malu sekaligus
"jangan ada tangis lagi bu,mulai sekarang adel akan menggantikan ayah sebagai tulang punggung, ibu istirahat lagi ya ini masih tengah malam bu!" adel mengusap usap tangan bu mira
__ADS_1
hingga bu mira tertidur lelap. adel senang ibunya kini tak membencinya
adel keluar menemui suaminya dsn adiknya yang sedzng mengobrol
"dek, jagain ibu bentar ya!" ucap adel
"iya kak!" disti menunggu ibunya yang sedang tertidur
"mas!!" panggil adel
"hmmm! kenapa sayang?" niko sangat terlihat dewasa disaat seperti ini
sosok yang adel dambakan selama ini."malah bengong lagi, yang gagal masih bisa kita lakukan lain kali, jangan sedih!" ucap niko agar suasana tak sepi
"dasar om mesum! pikirannya entah kemana!" adel duduk disebalah niko dan memukul paha niko keras
"nah gitu dong senyum, kan makin cantik istri nomer satunya niko sanjaya" ucap niko niat hati memuji tapi pahanya dua kali mendapatkan hadiah dadakan
"maksudnya nomer satu? mau ada yang nomer dua gitu!" ucap adel dengan mata sinisnya
" yaaa kalau boleh mana bisa nolak!" goda niko memancing bom nuklir meledak
"awas aja! bakal aku bikin sambel penyet kalau ada yang berani mengganggumu sedikitpun!" kesal adel
__ADS_1
hal yang niko sukai diucapkan adel. sikap cemburu dan takut kehilangan adel membuat niko yakin adel tak akan meninggalkanya