
Seminggu kemudian kondisi Aeri sudah sangat baik bahkan ia kini merengek pada Andra ingin bersekolah kembali.
"Ayolah Daddy, Aeri bosan kalo harus belajar sendiri"ucap Aeri terus membujuk Andra.
Andra masih khawatir karna DIA belum tertangkap, namun jika membiarkan Aeri terus di rumah, itu juga tidak bagus untuk tumbuh kembangnya.
"Oke Daddy kasih Izin tapi dengan syarat Aeri akan di temani dengan Om Ben"ucap Andra
"Iya Daddy, Sayang Daddyyyyyy"ucap manja Aeri sambil memeluk Andra.
Walaupun Aeri bersekolah di yayasan milik Andra tapi tetap saja Andra khawatir jika terjadi sesuatu pada anak bungsunya ini.
Sesuai peryaratan Andra, keesokannya Aeri di antar Ben dan beberapa bodyguard yang lain untuk menjaga Aeri, Andra juga sudah memperketat keamanan di sekolah Aeri, kali ini Andra tidak mau kecolongan lagi cukup satu kali saja.
"Sudahlah kamu tenang saja Mas, Aeri pasti aman kok apalagi banyak yang jaga"ucap Belva menenangkan Andra yang khawatir.
"Iya Sayang tapi tetap saja kita harus waspada"
Belva mengangguk paham, ia juga khawatir namun hatinya mengatakan semuanya akan baik-baik saja.
__ADS_1
"Daripada kamu khawatir berlebihan lebih baik kamu tangkap ikan di kolam belakang Mas, udah lama banget pengen makan ikan bakar"ucap Belva manja.
"Kenapa harus nangkap dulu, beli aja gimana biar cepat?"jawab Andra sedikit herab
"Ga mauu, aku maunya kamu yang tangkap langsung mau ya pliss"
Andra mengangguk setuju ia lalu pergi ke kolam ikan yang berada di belakang rumahnya, menangkap ikan yang diinginkan Belva, walaupun hanya tinggal tangkap tapi Andra yang tidak terbiasa butuh waktu cukup lama.
"Nah iya yang itu Sayang ayoo semangatt"teriak Belva menyemangati Andra.
"Kenapa susah banget sih, pake licin segala"gerutu Andra.
Belv yang melihat Andra terus tertawa melihat kelucuan yang diciptakan Suaminya, ia juga beberapa kali memotret dan memvideokan aksi Andra dan mengirimkannya di grup keluarga.
"Mau berapa ekor sayang?"tanya Andra karena dari tadi Belva tidak juga bilang berhenti padahal Andra sudah mendapatkan beberapa ikan.
"Yang banyak Sayang, yang lain juga pasti pada mau"
Akhirnya satu ember besar penuh dengan ikan, Belva langsung meminta pelayan untuk mengurus ikan-ikannya dan di masak sesuai keinginannya. Sementara Andra langsung pergi mandi, pakaiannya basah semua karena beberapa kali terjatuh.
__ADS_1
Silla maupun Arvan tertawa terbahak-bahak setelah menonton video Daddynya yang sedang menangkap ikan.
"Lucu banget Daddy persis kamu waktu kecil Van"ucap Silla pada sang adik yang kebetulan tengah berkunjung ke ruangannya.
"Ya iyalah Kak, kata Mommy aku sama Daddy kaya upin ipin persis banget"jawab Arvan tertawa.
"Iya benar, nanti siang kita pulang ya Kakak jadi pengen makan ikan bakarnya"
Setelah puas menonton video lucu Daddynya, Silla kembali berkutat dengan pekerjaanya dan berencana untuk pulang ke rumah untuk makan siang nanti.
Saking tidak sabarnya menunggu ikannya matang, Belva sampai bolak-balik dapur dan tempat makan hanya untuk mengecek.
"Sabar Sayang, lebih baik sini duduk ga cape apa dari tadi kesana kemari kaya setrikaan"omel Andra.
"Ga sabar pengen cepet-cepet makan"ucap Belva jujur.
"Iya sebentar lagi juga matang, udah sini duduk"
Akhirnya Belva menurut ia duduk di samping Andra menunggu pelayan memgantarkan ikan bakar untuknya.
__ADS_1