
"ayah! Ibu hari ini disti datang untuk memperkenalkan seseorang yang disti cintai,
Ayah dan ibu bahagia disana ya, disti dan kak adel juga akan bahagia!" ucap disti duduk disebelah pusara ayah dan ibunya
"ayah. Ibu! Izinkan saya untuk memperistri disti sebagai pendampinh hidup saya. Dan restui kami
Saya akan berusaha semampu saya untuk membuat disti bahagia!" rio juga duduk disamping disti
Disti terkejut dengan ucapan rio yang baru saja disampaikannya.
"kak!" disti meminta penjelasan
"kita bicarakan lagi nanti ya" Rio fokus berdoa untuk ayah dan ibu disti.
"ayo pulang, kita mau ke toko kan?" ajak rio
Disti mengangguk "ayah ibu kami pamit dulu!" ucap disti meninggalkan kuburan ayah dan ibunya
Mengikuti rio yang menuju mobil
Rio mulai menjalankan mobilnya ketika disti duduk disampingnya
"kakak rindu sama toko!" ucap rio membuka pembicaraan
"sama yang punya engga!" tanya disti yang mulai berani bersuara
"ngga!" ucap rio datar
Disti memalingkan wajahnya ke jendela dan mendengus kesal
Tanpa suara
"kok diem!" tanya rio pura pura tak tahu jika kekasihnya sedang ngambek
"ngga!" jawab disti singkat
Tak terasa mobil sudah berada diparkiran toko milik disti.
Ia langsung keluar mobil dan meninggalkan rio sendiri
Rio tersenyum melihat tingkah lucu yang sangat jarang dilakukan disti
"selamat pagi pak!" ucap seseorang pegawai yang akan menjadi asisten rio
Rio diberikan asisten untuk membantunya mengerjakan pekerjaanya dari perusahaan
"pagi! Sudah siapkan semua berkasnya?" tanya rio
"sudah pak! Sudah ada dimeja bu disti!" jawab asisten rio
"kamu boleh libur hari ini!" ucap rio
"baik pak!" sang asisten meninggalkan rio yang memang hari ini harusnya hari libur tapi rio tak sabar ingin berdua dengan disti dengan alasan pekerjaan
"sayang!" rio masuk keruangan disti setelah bertanya pada pegawain yang membantu disti di toko
"hmmm, kirain udah pulang!" ucap disti ketus
"galak banget sih sayang! Makin cinta deh!" ucap rio merayu
rio menunjukan jari tangganya yang berbentuk hati
"gombal banget!" disti menahan senyumnya dan tetap ketus agar tak terlihat mudah luluh
"kok gombal sih, ini serius
Pertama hari ini harusnya kakak libur dan baru akan masuk kerja tiga hari lagi.
Tapi kakak percepat agar bisa selalu bersama dengan mu.
Sssstttt jangan dipotong dulu.
Kedua apa yang kakak sampaikan pada orang tuamu tadu benar adanya.
Kakak tak punya apapun saat ini san bukan lamaran mewah yang akan kakak buat untukmu
Kak adel sudah merestui
Sekarang glliranmu yang menjawab dan berkata jujur.
maukah kamu menjadi istriku manis?"
Rio melamar disti diruang kerja yang nantinya akan sering ia kunjungi
perusahaan tempat rio bekerja meminta agar rio menjalin hubungan baik dengan toko milik disti dibawah naungan perusahaan niko
Tentu saja yang berurusan dengan tanaman
Semua telah diatur oleh niko demi adik ipar dan juga istrinya. Dengan bantuan ferdi yang juga turut membatu saat honeymoon tak disia siakan untuk.membuat adiknya bisa berada dekat dengannya
"i-iya kak aku mau!" ucap disti gugup
__ADS_1
"terima kasih sayang. Maaf ini sangat sederhana!"
rio memberikan sebuah kotak berisi cincin. Lalu ia mengambil cincin dan memasangkan dijari manis disti
"i love you!" ucap rio lalu mengecup tangan disti yang saat ini telah melingkar dijari manisnya cincin pengikat
keduanya berpelukan "tapi orang tua kakak?" disti kembali ragu
"mereka mendukung keputusan kakak, dan kita akan segera menikah apa kamu siap?" tanya rio
"siapa takut!" ucap disti tanpa ragu
"sekarang kita pulang, dan sebelum itu kakak ingin katakan sesuatu" ucap rio
"jangan buat aku takut kak!" disti mengehela nafasnya
Sepertinya ucapan rio sangat serius
"sementara setelah menikah kita harus tinggal diluar negeri. kakak ingin menyelsaikan kontrak dengan perusahaan lama dan bergabung dengan kak niko
Tapi prosesnya kita harus menetap disana beberapa waktu, kamu mau? " ucap rio
"kemanapun kamu pergi bawalah aku kak!" jawab disti penuh keyakinan
******
Satu bulan dari lamaran rio pada disti
Hari ini adalan hari bahagia keduanya
Acara penyatuan dua insan yang saling mengasihi dan mencintai. Dibalut dengan pesta meriah yang disiapkan oleh kedua kakaknya
"selamat ya sayang! Kakak sangat bahagia sekarang, kita tak akan hidup berjauhan karena menikah. Kakak bahagia untukmu dan rio!" adel memeluk adiknya dan meneteskan air matanya
Rasa haru dan bahagia bercampur dimana adik yang ia anggap selali saja kecil. Kini telah jadi milik orang lain
"terima kasih kak, untuk semua yang kakak lakukan untukku!" disti mengusap punggung kakaknya yang menangis sesenggukan
"sayang sudah. Dilihat orang nanti dikira disti dinkahkan paksa lagi!" ucap niko membuat disti dan adel tertawa
"nah gitu dong! Senyum kita sedang bahagia sekarang!" lanjut niko
"zain kemana kak?" tanya disti tak melihat keponakannya
"ada sama susnya. Mamanya ngga boleh gendong berat sekarang. Selamat ya untuk kalian berdua. Hadiahnya ada dikotak paling bawah diantara kado yang lain!" ucap niko
"disti mulai hari ini kamu harus panggil aku kakak oke!" canda niken yang tiba tiba datang
"isshhh kalian akan jadi adik durhaka!" ucap niken
"kak selamat ya, zain mau punya adik lagi!" niken tak mengucapkan selamat pada pengantin malah pada adel yang dikabarkan sedang mengandung anak kwduanya
"benarkah? wah kita akan makin ramai!" ucao disti
"kalian ngga usah heboh yang punya adik kan zain, bikin sendiri sana!" ucap niko yang selalu saja divueki kala para wanitanya berkumpul
"yo buktikan pada kakak iparmu!" ucap ferdi tak mau kalah
"niken juga sedang telat bulan. Tapi belum dicek!" lanjut ferdi
"wahh kaliam janjian ya bikinnya!" ucap disti
"huusss kalian ngomongin apa sih. Ayo sapa para tamu!"
Disti dan rio bersalaman dengan tamu yang hadir. Orang tua rio yang sudah tak bisa lama berdiri kembali ke kamar hotel untuk beristirahat bersama dengan pak surya dan mama jihan
"SEMOGA KALIAN BAHAGIA!" ucap seorang wanita yang datang dengan wajah sinisnya
Dan berbicara penuh penekanan
"terima kasih dias!" jawab disti yang ada perasaan tak enak dalam hatinya
"siapa yang mengundangmu!" kesal rio
"tak ada hanya saja ingin melihat siapa yang menjadi istrimu. Kalian berdua sama sama ngga berkelas!" ucap dias lalu pergi meninggalkan kedua pengantin
Tangan rio mengepal namun ditahan oleh disti. "baru ujian begitu sudah ngga bisa sabar!" bisik disti
Rio kembali tersenyum dan mencuri ciuman di bibir disti.
"kaka sabar ih, kan ada waktunya!" ucap disti malu
"kenapa harus nanti jika bisa sekarang!" jawab rio
Tamu silih berganti bersalaman dan mengucapkan selamat pada rio dan disti.
Dan satu persatu mulai pulang meninggalkan tempat pesta
"sekarang saatnya sayang!" ucap rio
__ADS_1
memberikan lengannya agar istrinya memeluknya.
niken meleparkan bunga bunga pada rio dan disti saat keduanya akan meninggalkan tempat pesta menuju kamar pengantin yang telah disiapkan oleh para kakaknya
"selamat berolah raga!" ucap niken meninggalkan disti dan rio dalam kamar pengantin
Dengan dekorasi mewah dan dipenuhi bunga
"mau mandi dulu?" tanya rio dengam suara paraunya menahan sesuatu
"kakam saja dulu, aku mau ganti baju dan hapus make up dulu!" jawab disti gugup
Keduany menjadi canggung dan bingung ingin melakukan apa
"sayang kakak lupa bawa handuk!" ucap rio yang tadi terburu buru masuk kamar mandi melupakan handuknya
"iya kak!" disti menyambar handuk dan mengetuk pintu kamar mandi
Memberikan handuknya lalu langsung meninggalkan rio
Disti mencari baju dilemari dan menemukan piyama kesukaannya
"katanya ganti baju? Kok masih pakai itu hmm?" tanya rio keluar dari kamar mandi dengan wajah segarnya
"auuuuu!" disti menutup matanya melihat pemandangan yang membuat jantungnya berpacu cepat
"ada apa?" tanya rio
"pakai bajumu. Aku malu!" jawab disti jujur
"malu?" rio mendekati disti perlahan hingga berhenti karena terhalang dinding
"kenapa harus malu semua ini milikmu!" rio membawa tangan disti meraba dadanya
"kak, aku mau mandi dulu!" disti kabur meninggalkan rio
rio yang sudah mengenakan pakaian santainya menunggu disti keluar dari kamar mandi
disti mendengar ponselnya berbunyi segera menyahut saat keluar dari kamar mandi
Tak sadar ada sepasang mata yang melihat gerak geriknya
"ada apa ken, baru selesai mandi aku!" ucap disti menerima panggilan video niken dan adel dari kamar yang tak jauh dari kamarnya
"ngga apa apa, cepet banget udah mandi aja. rio kurang lama ya!" ucap niken tertawa yang mendapatkan lirikan dari adel
"maksudnya apa!" disti tersadar dirinya tak hanya sendirian
Ia menutup panggilan videonya dan melihat dari arah samping. Terlihat rio yang menatapnya seolah singa yang sedang kelaparan
Rio menghampiri disti yang terdiam tanpa bisa bersuara dan bergerak.
"jadi dibelakang kaliam suka menggosipkan para suami begitu? Hemm sepertinya ada bahan gosip yang bisa kamu ceritakan nanti!" rio meenggendong tubuh disti dan membaringkan diranjang
"kak, mau ngapain? Kak aku... Aku mau mandi!"
"sudah!"
"mau makan dulu kak!"
"masih belum kenyang? Ini banyak makanan ayo kakak suapi!"
"bukan maksudnya. Aaa aku ngga pakai baju!" piyama yang disti kenakan terlalu terbuka
Ia lupa ada suaminya kini
"ngga usah pakai baju biar ngga susah nanti bukanya!" jawab rio
Disti kehabisan kata dan diam saja dalam kungkungan tubuh rio
"tak akan kakak paksa, jika kamu belum siap! Ayo tidur jangan pakai ini kalau kakak ngga ada disampingmu. Paham!" ucap rio menegaskan
Agar tubun istrinya tak dapat dilihat oleh orang lain
"iya sayang!" disti memberanikan diri mengecup pipi rio
"love you istriku!"
keduanya saling berpelukan dan memejamkan mata karena lelah seharian diacara pestaanya.
kini adel sedang mengandung anak keduanya, sedangkan niken juga mendapatkan kabar bahagia jika diperutnya kini juga telah tertanam benih ferdi junior
Semua bahagia tanpa terkecuali. Kehidupan yang tenang dan damai untuk semua pasangan didunia tanpa adanya gangguan dari manapun
TAMAT
"*haiii semua pembaca setia novel janda perawan, sekian cerita ini author buat! Maaf jika banyak yang kecewa dan author ucapkan terima kasih atas dukungan dan juga komentar kalian.
__ADS_1
sampai bertemu pada karya author lainya.
I love you,, bye...bye*