
"kenapa kalian teriak teriak!" bu mira panik takut ada yang terjadi
"itu bu, ituuu!" niken menunjuk kamar adel yang didalamnya ada niko juga
sedang disti hanya diam saja, dia malu dan takut dengan apa yang dilihatnya
berbeda dengan niken yang justru merasa lucu
bu mira menghela nafasnya"harusnya kalian ketuk pintu dulu!" bu mira menyalahkan kedua gadis itu
"tapi kan bu, ini masih siang hari pasti kak niko yang paksa paksa mba adel!" niken kesal dan mengatakan ucapanya kencang agar niko mendengarnya
"ssttttttt" bu mira menghentikan niken
"ayo pergi dari sini!" bu mira mengajak niken dan disti menyingkir. seolah bu mira tahu jika ada yang terjadi antara pengantin baru itu
disti dan niken menurut dan ikut dengan bu mira keruang tengah dimana jauh dari kamar adel
sementara didalam kamar
"del keluar sana! bilang pada niken agar tutup mulut. bilang tadi saya sedang terjatuh!" niko meminta adel menjelaskan hal yang sudah sangat jelas terlihat
"ihhh mas ajalah, kan mas tadi yang cium cium adel!" ucap adel kesal dengan nada tingginya
"ssstttt jangan kenceng kenceng mas malu adel. kita pulang saja lanjutkan dirumah saja yukk!" ajak niko dengan entengnya
adel menginjak kaki niko "aauuuu sakit sayang!" ucap niko kesakitan kakinya dengan sengaja diinjak adel
__ADS_1
"rasakan! saat seperti ini pikirannya masih yang enak enak aja!" jawab adel
"ohh jadi enak ya del, pantes nagih ya?" goda niko pada istrinya
"tentu saja! uppps" adel kelabasan antara mulut dan otaknya sedang tak sejalan
"sudah ngaku aja, kamu juga mau kan? kita pamit aja yuk kan sudah ada adik adik kita.besok juga art nya datang!" rayu niko tak menyerah
"engga biasa aja!, sana mas aja yang pamit sama ibu!" tantang adel
"ayolah sayang!" niko merengek bagaikan anak bayi minta mainan
"oke! tapi besok aku sudah boleh masuk kerja!" adel mengajukan syarat
"oke! kalau kamu kuat bangun besok!" ucap niko dengan senyum semiriknya
"bu kami pulanh dulu ya, besok ada art yang datang! adel akan kesini kalau libur" ucap adel berpamitan
niko membuntuti istrinya berpamitan pada mertuanya
"dek tunggu ferdi jemput! jangan pulang malam malam oke!" pesan niko pada adiknya
"kak ferdi? oke kakakku!" niken amat senang hingga lupa ingin menggoda kakaknya
"kami pamit dulu bu!" adel dan niko berpamitan lalu naik mobil
niko memegang tangan halus adel dan menciumnya, bak remaja yang baru jatuh cinta
__ADS_1
niko tak berhenti tersenyum sendiri
"mas, ada apa?" adel penasaran apa yang dipikirkan suaminya
"kamu cantik sayang!" blusss wajah adel memerah mendengar ucapan suaminya
"jangan gombal ngga mempan!" elak adel
meski wajahnya bak udang rebus
"kita tak jadi pulang! mas akan ajak kamu jalan jalan" ucap niko
"tapi mama sama papa tungguin kita mas!" adel mengingatkan niko
"saya sudah beritahu mereka jika akan ajak istri mas jalan jalan!" ucap niko menjelaskan pada adel
"benarkah?" adel masih ragu
niko mengangguk membenarkan ucapan adel. adel pun mempercayai suaminya
niko membawa mobilnya menuju tempat yang telah ia siapkan untuk membawa istrinya
tiba ditempat yang dituju, sebuah hotel mewah dengan pemandangan pantainya mengingatkan adel pada hilangnya ciuman pertamanya
"ayo masuk!" ajak niko menggengam tangan istrinya
niko telah memesan kamar yang paling mewah untuk bulan madunya yang tertunda,
__ADS_1
anggap saja bulan madu kecil sebelum rencana besar yang niko siapakan nanti