Janda Perawan

Janda Perawan
Eps.44


__ADS_3

"pagi kak!" adel menyapa sita yang baru saja datang


"pagi adel, kenapa lesu kemarin sudah ceria?" tanya sita


"belum sarapan kak hehe!" adel beralasan


adel tak mau masalahnya menjadi konsumsi banyak orang. karena adel tak lagi yakin siapa yang seaungguhnya teman atau hanya berpura pura berteman


"adel dipanggil pak niko" ucap salah seorang karyawan yang diperintahkan niko


"baik pak!" adel segera bergegas mendatangi ruangan niko


adel juga penasaran dengan kejadian kemarin malam yang membuat adel kaget.


niko tiba tiba datang tak tau dari mana menghalangi rafa yang mau menamparnya


"pagi pak, maaf ada yang bisa saya bantu?" adel menunduk tak berani menatap wajah dan mata niko yang tajam "saya ada salah pak?" niko tak menjawab pertanyaan adel justru mendekat


dengan cepat niko menarik tangan adel dan memeluknya. "sebentar saja!" niko memeluk erat seolah tak mau kehilangan adel


perasaan yang entah dari mana datangnya. adel berusaha melepaskan pelukan niko


"pak nanti ada yang lihat!" adel masih berusaha menjauh tenaganya tak.kuat melawan besarnya tangan yang mengikatnya


"pak ini tidak benar!" adel takut jika ada yang masuk


"terima kasih!" niko melepaskan tangganya dari tubuh adel

__ADS_1


adel pergi begitu saja meninggalkan niko tanpa sempat menanyakan rasa penasarannya


jantung adel berasa ingin melompat dari tempatnya.


"adel wajahmu kenapa memerah, bukannya dari ruangan pak niko?" tanya sita


"ahhh iya tadi kaget kak, hampir tabrakan sama cowok ganteng" jawab adel berbohong


tarikan nafasnya tak membuat degup jantungnya normal kembali.


sementara niko merasa malu atas apa yang dia lakukan pada adel. mau ditaruh mana wajahnya nanti


"kenapa mondar mandir kaya gosokan bos?" ucap ferdi mengagetkan niko


"astaga kamu mau buat saya serangan jantung!" kesal niko


"sembarangan saja kamu! mau apa kesini?" tanya niko


"bos kantor cabang butuh karyawan wanita, kalau seleksi dulu butuh waktu lama" ucap ferdi


"kenapa baru bilang sekarang! lalu siapa yang bisa direkomendasikan" niko meminta saran


"adel!" saran ferdi


melihat backgroun adel yang sesuai dan juga kinerjanya satu bulan ini . yang ferdi yakini akam mampu beradaptasi dengan baik


ferdi menjelaskan alasannya pada niko atas pilihannya. niko sulit menerima pendapat tanpa penjelasan detail

__ADS_1


"masuk akal, tapi!" niko tak melanjutkan ucapannya


"kenapa? takut berjauhan!" tanya ferdi menggoda


"siapa yang kamu maksud!" tanya niko takut ferdi mencurigai perasaannya


"ngga usah ngelak! istri orang main peluk peluk sembarangan!" ucap ferdi tanpa basa basi


ehemmmm niko berdehem menghilangkan rasa kagetnya. rupanya benar kata adel jika bisa saja ada orang yang melihat


"ya sudah ajukan adel untuk mengisi karyawan cabang!" niko memikirkan ada dampak positif dan negatif jika adel jauh dari kota ini


"oke!" ferdi keluar melenggang dari ruangan niko


menyiapkan dokumen yang dibutuhkan. tanpa meminta persetujuan adel akan diberikan waktu dua hari untuk bersiap dan berpamitan pada keluarganya


"adel keruangan saya!" panggil ferdi pada adel melalui sambungan telfon kantor


"baik pak!" jawab adel segera datang keruangan ferdi dimana pertama kali adel datang dan bekerja dikantornya sekarang. mengira ferdilah bosnya


ketukan pintu adel sebelum masuk ruangan ferdi.


"siang pak! ada yang bisa saya bantu pak" adel takut jika dipecat karena bersikap tak sopan pada niko


"silahkan duduk! ada hal penting yang ingin saya sampaikan!" ferdi akan menjelaskan niatnya tadi yang disetujui oleh niko


keputusan niko membuat ferdi yakin jika adel kandidat yang tepat

__ADS_1


__ADS_2