
keesokan harinya niko sudah bekerja seperti sebelumnya, ia mangadakan rapat dadakan untuk membahas masalah saham yang dimiliki atas perusahaannya
niko memiliki tujuh puluh persen saham atas kerja kerasnya mengembangkan perusahaan yang sudah diambang kebangkrutan dan niko jadikan salah satu perusahaan yang terbaik di negaranya.
sepuluh persen sahamnya adalah milik kakeknya yang uanganya selelu disumbangkan untuk pendidikan dan juga pasien yang membutuhkan
sepuluh persennya niko berikan pada niken adiknya, yang lima persen untuk vira dan keluarganya atas permintaan kakeknya sebelum meninggal dan yang lima persen niko berikan pada ferdi orang yang sudah sangat berjasa dalam perusahaan maunpun hidupnya juga
niko menyampaikan dengan jelas siapa saja pemilik saham dan perusahaan akan terus berjalan dengan niko sebagai pemimpinnya
"terima kasih atas kerja keras kalian, maka dengan ini saya memutuskan akan mengadakan family gathring untuk pegawai semua devisi secara bergantian, agar kantor tak kosong. untuk pelaksanaanya saya serahkan pada bagian hrd " ucap niko sebelum mengakhiri rapatnya
semuanya berteriak terima kasih pada niko bukan hanya liburan akan tetapi perusahaan memberikan uang saku yang lebih untuk para pegawainya
niko sudah cukup merasa senang karena masih dipercaya menjalankan perusahaan, itu sudah sangat membuat niko bahagia
"kok senyum senyum sendiri sih mas?" adel masuk kedalam ruangan niko yang tak tampaka sepi tak ada asistennya yang biasanya keduanya tak terpisahkan
"mas sedang bahagia, sini" niko mengisyaratkan agar adel mendekat
__ADS_1
niko menarik tangan adel dan mendudukannya dalam pangkuannya. niko memeluka adel dari belakang dan membenamkan wajahnya pada punggung adel
"nyaman sekali" ucap niko
"ada apa lagi mas?" tanya adel masih penasaran
"mas senang karena sudah berbagi kebahagian dengan para pegawai, minggu besok dan seterusnya para pegawai akan bergantian seseuai devisinya akan liburan yang difasilitasi oleh perusahaan. entah mengapa melihat mereka tersenyum tulus hati mas jadi ikut bahagia, wallaupun biayanya tak sedikit" ucap niko
"benarkah? wah papa zain sangat hebat. kakek pasti bangga banget punya cucu yang tampan, pintar dna sangat baik" ucap adel
niko memutarkan tubuh adel hingga keduanya saling bertatapan," kakek juga bangga mas punya istri yang cantik, baik dan mendukung cucunya" ucap niko lalu ia mendaratkan bibirnya pada bibir adel
"maaf bos!!" ferdi berbalik seketika melihat pemandangan yang pastinya membuatnya harus menahannya tak mungkin ia lakukan pada niken saat ini
adel laangsung terperanjat dari duduknya niko menariknya kembali kedalam pangkuannya
"ada apa?" tanya niko pada ferdi
"bolehkah saya dan niken hari ini izin, ada janji dengan butik untuk fitting baju" ucap ferdi yang msih berbalik membelakangi niko dan istrinya
__ADS_1
"pergilah, dan langsung pulang saja kalian butuh istirahat" jawab niko
"siap bos" sahut ferdi lalu meninggalkan ruanganĀ niko
adel tersenyum antara malu dan juga senang mendengarkan adik iparnya akan segera menikah. "disti bagaimana ya mas, kadang aku kasihan dia sendirian terus" ucap adel menginggat adiknya
"kata siapa dia sendirian, ada kita selalu ada dikdekatnya bukan?" jawab niko yang sebenarnya sudah tahu kebenaran tentang rio dan disti tapi niko mau istrinya tahu dari adik iparnya langsung
"mas, ini soal pasangan mas!" ucap adel lagi
"semua sudah diatur sayang, nanti akan datang dengan sendirinya tak perlu memaksakan, kita hanya perlu mendukungnya saja"
adel mengangguk setuju " ohh iya mas aku kesini mau ketemu tanya soal toko bagaimana, sekalian ngantar makan siang buat mas" ucap adel mengambil bawaanya saat datang tadi
"ini masakan warteg yang kita sering makan dulu, aku suapi ya" adel membuka kotak yang berisi makanan yang ia beli saat diperjalanan dan sekalian bertemu dengan bu atun mantan ibu kosnya dulu
"yang mana sayang, oh iya ingat om pasti sering numpang makan sama temennya. lain kali jangan begitu ya om" niko menirukan ucapan adel pada saat itu yang membuatnya kesal tapi juga senang bisa bertemu adel
"hahahaa,,, ngga nyangka papanya zain ingatannya sangat kuat ya" adel tertawa geli mendengar ucapan suaminya
__ADS_1