Janda Perawan

Janda Perawan
Eps.68


__ADS_3

"kakak ibu di rumah sakit!"distri mengabari kakaknya


melalui panggilan telfon, adel terperanjak dari ranjangnya kala mendengar berita ibunya sakit


"kenapa sayang?" niko ikut terkejut dengan adel yang tiba tiba itu


"aku harus pergi mas, ibu dirumah sakit" ucap adel mengganti pakaiannya sebelum pergi


"tunggu! saya antar" niko menyahut kunci mobil dan mengenakan kaos yang baru saja ia tanggalkan


berjalan menyusul adel yang berlarian, adel mengetuk pintu kamar mertuanya untuk berpamitan


meski panik adel tak melupakan kini memiliki orang tua baru


"ma, pa! ibu adel sakit adel harus kerumah sakit sekarang!" pamit adel pada mertuanya


"iya nak hati hati!" jawab mama jihan pada mantu dan anaknya


" kami pergi dulu ma" pamit niko


keduanya bergegas kerumah sakit yang disti katakan dimana ibu mira dirawat


tak ada sedikitpun rasa dendam dihati adel meski sekian lama diperlakukan tak baik oleh bu mira


"sayang tenang ya, kamu harus bisa menenangkan adikmu nanti!" ucap niko menggenggam tangan adel erat seolah mengisyaratkan bahwa niko akan selalu disampingnya

__ADS_1


tiba dirumah sakit adel berusaha tenang sesuai saran suaminya. adel berjalan menyusuri lorong rumah sakit


"kak!" disti berlari memeluk kakaknya


"disti, yang sabar ya kita berdoa supaya ibu baik baik saja!" adel menusap punggung adiknya sementara niko mengusap kepala adel


"sebaiknya kita duduk dulu, tenangkan pikiran kalian dan berdoa. saya akan usahakan perawatan terbaik buat bu mira!" ucap niko


adel memeluk suaminya merasa tenang baru kali ini ada tempatnya berlindung dan mengadu setelah ayahnya tiada


"terima kasih!" ucap adel pada niko


niko mengangguk dan tersenyum tulus "administrasinya sudah diselesaikan dek?" niko memanggil disti seperti niko meyebut adiknya yaitu niken


tak ada uang untuk berobat membuat ibunya sakit semakin parah hingga harus dilarikan kerumah sakit


semenjak pak zaki meninggal toko menjadi sepi dan tak mampu menggaji karyawan. bu mira juga tak ahli dalam urusan tanaman


kini toko peninggalan pak zaki sudah diambang bangkrut


"tunggu disini!" niko melepaskan genggaman tangan adel dan menuju bagian administrasi


adel tak enak hati membiarkan suaminya menanggung biaya rumah sakit untuk orang tuanya. ia mengejar niko dan meninggalkan disti yang masih sedih


" saya minta tagihan atas nama bu mira!" ucap niko

__ADS_1


"baik pak!" jawab suster penjaga bagian administrasi rumah sakit


"totalnya sepuluh juta pak, itu sebagai deposit bila pasien harus segara ditindak maka akan ada biaya tambahan lagi!" ucap suster


"ini! berikan pelayanan terbaik sampai mertua saya sembuh, saya tambahkan depositnya untuk ruangan vip!" ucap niko mengeluarkan kartu saktinya


adel yang hendak membayar dihentikan oleh tatapan tajam suaminya. adel kembali memasukan tabungannya


"ayo! disti sendirian" ajak niko setelah membayar tagihan rumah sakit untuk mertuanya


"mas, tapi ini kan tanggung jawabku! aku punya kok uangnya!" adel ragu mengucapkannya namun dihatinya mengganjal


"bu mira , disti dan kamu adalah tanggung jawabku sekarang! jangan coba coba membantah soal uang!" ucap niko menekankan


"tapi aku tak mau dianggap menikahimu karena uangmu saja!" adel tak mau dicap wanita matre padahal sudah bersusah payah dirinya menjadi wanita mandiri


niko ingin tertawa tapi saatnya tak tepat, ia menyentil kening adel


"auuu sakit mas!" adel mengaduh


"kamu mau pakai uang saya sampai habis juga ngga masalah, akan ku cari lebih banyak lagi!"


ucap niko mengecup kening istrinya


adel tersipu malu

__ADS_1


__ADS_2