
"minggir saya mau tidur!" niko memaksakan masuk meski pikirannya pun kacau
terlanjur malu "kamu mau nemenin saya tidur?" ucap niko yang juga gugup berada dalam satu ruangan dimana ada ranjang didalamnya
"ogah! saya mau ambil ini!" tanpa rasa malu adel mengambil benda keramat miliknya dan menyimpannya dilemari hingga tak nampal.lagi oleh penglihatan niko
"selamat istirahat!" adel meninggalkan kamar dengan kesal
mencari ferdi yang orangnya sedang duduk santai diarea belakang rumah sambil menyesap batang demi batang rokok
"maaf pak boleh saya bicara" adel akan menanyakan banyak hal pada ferdi
"silahkan!" ferdi duduk menghadap adel
"kenapa mendadak datang, terus maksudnya saya salah rumah atau bagaimana pak? satu lagi kenapa saya tidak boleh kembali ke kantor pusat sampai batas waktu satu tahun" deretan pertanyaan adel satu persatu dicerna oleh ferdi
"pertama ini rumah untuk pemilik perusahaan jika berkunjung kekantor cabang" ferdi merasa lelah tapi harus menjawab pertanyaan yang seharusnya dijawab oleh niko sendiri
"kedua niko kesini untuk kunjungan kerja. maaf pak niko" ralat ferdi karena adel terkejut dengan panggilan ferdi pada bosnya
"ketiga itu kontrak yang sudah kamu tanda tanganni" jawab ferdi dengan sejelas jelasnya
adel merasa malu selama tiga bulan ini menikmati fasilitas bosnya. pantas saja setiap pegawai lewat akan menyapanya ramah meski adel orang baru
"kalau begitu sore ini say pindah pak!" adel mau mengemasi barangnya yang tak cukup banyak
__ADS_1
"besok saja! diatas ada tiga kamar jadi jangan khawatir!" ucap ferdi sebelum kembali sibuk dengan ponselnya lagi
"sidang perceraian akan dimulai minggu depan, saya sudah tanda tangan dan tak perlu datang agar kita segera berpisah" isi sebuah pesan singkat yang biasanya hanya meminta uang tapi kini
permintaan adel yang dikabulkan akhirnya setelah sekian lama, tak ada lagi tangis yang ada hanya kebahagian
adel melompat dan berteriak membuat niko terbngun dari tidurnya
"kenapa brisik banget!" tanya niko dengam nada has bangun tidur
"maaf pak saya sangat senang! akan saya buatkan makan malam istimewa!" adel bersemangat
flasback on
"sayang sudah dapat kiriman dari istrimu itu! ucap keli
"sudah dong makannya aku ajak kesini buat beli baju anak kita kan makan enak!" ucap rafa tak tahu malu
"kita peras dulu baru tanda tangani surat cerainya sayang! biar habis tenaga dan uangnya. salah sendiri suruh resign sama mama malah ngga mau!" lanjut keli lagi sambil mengunyah makanan lezatnya
"halo, kirimkan sepuluh juta lagi baru akan saya tanda tangani! atau tidak sama sekali" rafa menelfon adel dengan teganya meminta uang lagi dengan jumlah yang tak sedikit
bruk
niko menggebrak meja membuat rafa dan keli kaget
__ADS_1
"berapa harga tanda tangan mu!" niko menantang rafa orang amat senang bila mendengar urusan uang
"berani bayar berapa untuk bekasku!" jawab rafa membuat niko murka
tinjuan keras melayanh dibibir rafa hingga keluar darah
rafa justru senang melihat niko menumpahkan amarahnya. dalam pikirannya tak.lain adalah uang
ferdi melerai karena mulai banyak orang memperhatikan
"500 juta!" sekarang saya tanda tangani
"50 juta jika mau, saya bisa saja urus tanpa tanda tnganmu!" ucap niko
"udah ambil aja. kapan lagi hanya tnda tangan dapet banyak. nanti jangan bilang pada adel" bisik keli
dengan cepat niko mengambil.kertas dan membuat perjanjian.
setelah bercerai rafa tidak.bis menggangu adel dengan cara apapun
rafa dan keli setuju
flasback off
makanan siap
__ADS_1
adel memasak ayam bakar lengkap dengan persambelan dan lalapan untuk makan bertiga
wangi masaka adel menyeruak kehidung dan ingin segera dilahap habis