Janda Perawan

Janda Perawan
Season 2


__ADS_3

Kak Daniel membujuk Belva untuk mengajak Nasya periksa ke Dokter, karena ia benar-benar sudah sangat curiga, namun Nasya menolak dengan alasan untuk apa pergi ke dokter jika ia merasa baik-baik saja ujar Nasya.


"Aku juga sebenarnya curiga Kak tapi aku takut kalo menanyakannya pada Kakak ipar takut seperti dulu"ucap Belva.


"Terus harus gimana dong Bel, Kakak juga takut seperti itu lagi"


"Yasudah gimana kalo kita panggil dokter nya kesini dan periksa Kakak ipar kalo Kakak iparnya sedang tidur"saran Belva.


"Boleh tuh Bel, Kakak kebetulan hari ini ga ke kantor nanti kalo Nasya udah tidur Kakak kasih kode sama kamu ya"


"Oke siap Kak"


Sesuai rencana Kak Daniel menemani sang istri seperti biasa menunggunya sampai tertidur, memang akhir-akhir ini juga Nasya sering kali merasa cepat lelah dan slalu mudah tidur.


Seperti sekarang Kak Daniel hanya memeluknya sekitar 5 menit dan Nasya sudah terlelap tidur, dengan hati-hati Kak Daniel lalu bangun dan menghubungi Belva.


Tidak lama kemudian Belva datang dengan seorang dokter wanita, Belva sudah memberitahukan semuanya pada sang dokter jadi saat tiba disana Dokter langsung memeriksa Nasya yang sedang tertidur.

__ADS_1


"Sesuai kecurigaan Nyonya Belva, Nyonya Nasya benar-benar tengah mengandung kalo saya perkirakan janinnya sekitar 8 minggu tapi untuk lebih jelasnya silahkan Tuan Daniel datang membawa Nyonya ke Rumah Sakit"ucap Sang Dokter.


"Alhamdulillah terimakasih dokter"ucap Kak Daniel tidak henti-hentinya ia berucap syukur masih bisa dipercayakan untuk mempunyai anak lagi.


Belva lalu mengantar Dokter yang bernama Rika itu ke depan, meninggalkan Kak Daniel yang tengah memandangi Nasya yang masih tidur.


Dua jam kemudian Nasya bangun ia begitu terkejut melihay Al dan Kak Daniel duduk di sisi ranjang memperhatikannya.


"Kalian kenapa?"tanya Nasya bingung.


Tadi ketika Al pulang ia melihat Dokter yang keluar dari rumahnha bersama dengan Tantenya, lalu Al bertanya pada Tantenya dan Al di beritahu jika Maminya sedang mnegandung Adiknya, Al langsung berlari pergi ke kamar Maminya namun ternyata Masih tidur dan hanya ada Papinya.


"Maksudnya gimana Al? Pihh jelasin?"tanya Nasya penasaran.


"Kamu hamil Mih, disini ada adiknya Al"ucap Kak Daniel mengusap perut rata Nasya.


"Kalian pasti bohong kan?"Nasya belum sepenuhnya percaya namun melihat Kak Daniek yang begitu serius akhirnya ia percaya, Nasya menangis memeluk Al sambil satu tanganya mengusap perut nya yang masih rata.

__ADS_1


"Alhamdulillah Yaa Allah"


Kak Daniel lalu ikut bergabung memeluk Nasya dan Al secara bersamaan, keharuan menyelimuti mereka terutama Nasya setelah bertahun-tahun akhirnya Tuhan mengabulkan permintaanya.


"Mami jangan kecapean ya, jangan stress juga kalo ada apa-apa jangan ragu panggil Al"ucap Al begitu senang.


"Iya Sayang, tapi Pih kok bisa tahu kalo aku hamil?"


"Oh itu adi Papi sama Belva panggil dokter kesini buat periksa Mami karena kami curiga dengan perubahan sikap Mami dan Mami juga tidak mau periksa ke Rumah sakit ya jalan satu-satunya itu dengan diam-diam periksa Mami"ucap Kak Daniel tersenyum.


"Oh begitu pantas saja tadi Mami mimpi diperiksa sama Dokter ternyata memang beneran hehehe"


"Iya makanya besok Mami harus diperiksa lagi ke Rumah Sakit kali ini ga ada penolakan ya"


"Siap Pih"


"Sehat-sehat ya Sayang di perut Mami"gumam Nasya mengusap perut ratanya.

__ADS_1


__ADS_2