Janda Perawan

Janda Perawan
Season 2


__ADS_3

Mungkin karena kelelahan Silla sampai tidak sadar jika ternyata  pesawat sudah tiba di bandara ngurah rai Bali, Rendi berusaha membangunkan Silla, Rendi tidak mungkin menggendongnya makanya Rendi harus sedikit melupakan tentang surprisenya hanya untuk membangunkan Silla.


"Udah sampe ya"ucap Silla ketika melihat sekeliling sudah tidak ada penumpang yang ada hanya Silla, Rendi dan juga pramugari.


"Ini minum dulu"Rendi memberikan sebotol air untuk Silla.


Setelah itu Rendi membantu Silla untuk segera keluar karen tidak enak terlalu lama di pesawat, sepanjang jalan Rendi terus mengenggam tangan Silla bahkan ketika mereka di jemput sopir.


"Kamu nginap di hotel mana?"tanya Rendi membuyarkan lamunan Silla.


Silla melamun karena tidak menyangka Rendi mengenggam tangannya sejak turun dari pesawat bahkan kini masih di genggam tangannya.


"Euhm di Hotel B"ucap Silla terbata.


Rendi mengangguk, kini Rendi semakin yakin jika semua ini rencana asistennya dan asisten Silla, Rendi tidak marah namun sedikit kesal pada asistennya jika saja Rendi tidak tahan untuk mendiamkan Silla mungkin surprise yang ia susun akan berantakan.


"Diam lagi"gumam Silla ketika mereka sudah di mobil.

__ADS_1


Walaupun tangannya masih di genggam Rendi namun sikap Rendi belum kembali seperti semula tadinya Silla berharap Rendi bisa kembali pada sikapnya.


Hanya suara lalu lintas yang menghiasi perjalanan mereka, tidak ada percakapan sama sekali bahkan sang supir pun ikut-ikutan diam hanya sesekali melirik ke arah Rendi dan Silla dari kaca spion.


Sampai ketika merekq sudah di hotelpun Rendi dan Silla sama-sama diam, Rendi baru melepaskan tautan tangannya ketika mereka sudah di lift.


"Aneh kenapa kita bareng terus ya?"tanyq Silla ia baru menyadari jika ia dan Rendi slalu bersama.


"Jodoh mungkin"ucap Rendi datar padahal di hatinya sangat berharap berjodoh dengan Silla.


Meski awalnya terkejut namun Silla mengaminkan ucapan Rendi.


Mereka berpisah ketika akan masuk ke kamar masing-masing walaupun kamar mereka sebelahan.


Setibanya di kamar Silla menyimpan kopernya lalu mencari ponselnya mengabari kepada keluarganya jika ia sudah sampai dengan aman dan selamat do hotel.


Masih ada waktu sekitar satu jam sebelum meninjau lokasi pembangunan Silla memanfaatkan dengan bersiap-siap dan juga kembali membuka laptopnya.

__ADS_1


Tepat pukul 10 pagi, Silla keluar kamar bertepatan dengan Rendi yang juga baru keluar, terlihat Rendi dengan setelan jas nya berwarna abu begitu cocok dengan Rendi.


"Ayo"ajak Rendi tersenyum pada Silla.


Silla terperangah beberapa saat mungkin kah sikap Rendi sudah kembali seperti dulu.


"Ayo kita bisa telat"ajak Rendi lalu tanpa permisi mengenggam tangan Silla.


"Ah iya ayo"jawab Silla berusaha tenang.


Rendi baru melepaskan genggamannya pada Silla ketika mereka sampai di lokasi proyek karena tidak enak dengan yang lainnya, namun Mereka bersikap profesional.


"Selamat datang Pak Rendi dan juga Bu Silla"ucap salah satu pegawai yang di tugaskan Rendi untuk mengurus pembangunan.


Rendi membantu memakaikan helm keamanan pada Silla yang sedikit kesusahan.


"Terimakasih"ucap Silla pelan dan Rendi mengangguk.

__ADS_1


Selama meninjau lokasi Rendi mencuri-curi pandang pada Silla, di bawah teriknya matahari Silla semakin terlihat cantik apalagi Dress yang di pakai Silla yang sangat pas dengan tubuh Silla menambah kesan fresh.


Setelah selesai meninjau lokasi kini mereka beralih ke hotel untuk menikmati makan siang sekaligus evaluasi setelah meninjau lokasi proyek tadi.


__ADS_2