Janda Perawan

Janda Perawan
Eps.200


__ADS_3

Andra selesai makan lebih cepat, rasa penasarannya semakin besar.


" Udah habis jadi mau ngomong apa ?" ucap Andra


" Bentar aku bereson dulu ya " ujar Belva sengaja mengulur waktu


Selesai membereskan, Belva kembali duduk namun sekarang mereka duduk berdampingan di sofa.


" Sayang" ucap Belva lembut mengarahkan kedua tangannya untuk memegang wajah Andra


" Ada Apa?" ucap Andra biasa walaupun hatinya sedang deg degan karena tingkah Belva yang aneh.


" Aku tuh Bukan peramal yang bisa tahu isi hati dan pikiran kamu, kalo ada apa-apa bilang aja pasti aku dengerin jangan kaya tadi pagii aku ga suka "ucap Belva dengan masih suara lembut


" Iya Maaf aku yang salah" ucap Andra menyadari kesalahannya


" iya aku maafin kok tapi jangan kaya gitu lagi yaa"


Belva mencium Kening Andra dan Pipinya


" Ayo kita ke kamar" ucap Belva berdiri mengulurkan tangannya pada Andra


" ngapain Sayang ?, eh iya Arvan mana ? sama Siapa ?" ucap Andra


" Sutt udah, Arvan udah sama Mama, aku udah kunci ruangan kamu " ucap Belva kembali duduk


Andra tersenyum akhirnya ia mengerti alasan Belva datang tiba-tiba ke kantornya, tanpa aba-aba ia langsung mengangkat tubuh Belva membawanya ke dalam kamar yang berada di ruangannya.


Mereka memulai pergulatan panas, Namun Andra terkejut karena Belva yang berada di atasnya dengan senang hati Andra menerimanya membiarkan Belva melakukan yang seperti dirinya ketika ia belum melahirkan.

__ADS_1


" Ahh Sayang kenapa malah makin jago sih" ucap Andra


" Iya tentu saja belajar dari kamu "


entah berapa kali mereka melakukannya, mereka terkulai lemas setelah pertempurann yang sangatt nikmat dan melelahkan itu.


" Terimakasih Sayang" ucap Andra mengecup Kening Pipi dan terakhir Bibir Belva


" Iya Sayang aku seneng kalo kamu seneng, jadi kalo mau lagi bilang aja ga perlu ngambek kaya gini ya " ucap Belva memeluk Andra


" Yaudah ayo satu kali lagi" ucap Andra tersenyum


" Hari ini cukup ya aku capek bangett"


"iya gapapa kok aku cuma bercanda "


memang benar Andra hanya bercanda, ia tidak.mungkin meminta lagi setelah beberapa kali mereka melakukannya mungkin untuk pertama setelah Bva melahirkan sudah cukup masih ada hari esok.


" Engga Sayang, aku kepikiran Arvan sama Silla" ucapnya sembari merapihkan pakainnya yang berserakan di lantai


" Yaudah yuk kita mandi setelah itu kita pulang"


mereka mandi bersama tentu dengan permainan panas, Andra tidak mungkin melewatkan kesempatan ditambah lagi Belva yang menyetujui.


Setelah hampir satu jam di kamar mandi, Belva keluar terlebih dahulu ia membawa tas jinjing yang ia letakanna di sebelah tempat tidur, ia sudah menyiapkan Baju untuknya dan juga untuk Andra.


" Kamu udah ngerencanain semuanya" ujar Andra yang melihat Belva berpakaian.


" Tentu saja, aku tidak mau mengecewakan Kamu Sayang "

__ADS_1


Andra mendekat mencium kening Belva, ia benar-benar sangat bersyukur sekaligus senang mempunyai istri seperti Belva.


\=\=\=


Kak Daniel memilih pulang lebih awal, karena pekerjaanya tidak terlalu banyak dan ia juga sangat merindukan Istri dan Anaknya.


" Loh Arvan sama Mama, Belvanya kemana Ma ?"


" Lagi ke Kantor Andra"ucap Mama tersenyum


Kak Daniel mengangguk paham, ia lalu mencuci tangan terlebih dahulu sebelum mendekati Keponakannya itu.


" Mas kamu udah pulang, aku belum masak apa-apa loh " ucap Nasya menghampiri Kak Daniel yang sedang bermain dengan Arvan


" Iya gapapa kok aku juga belum lapar, Al mana Sayang "


" Lagi tidur di kamar, kamu bawa aja Arvan kesana jaga mereka berdua aku mau masak dulu"


" Kalo gitu Mama mau ke taman belakang dulu ya Liat Silla sama Papa " ucap Mama berlalu pergi


Kak Daniel lalu membawa Arvan ke kamarnya, sembari mengganti baju ia mengajak Arvan berbicara keponakannya itu merespon dengan tersenyum seolah mengerti yang diucapkan Kak Daniel.


cukup lama bermain Arvan kelelahn dan tertidur sendiri, Kak Daniel tersenyum keponakannya itu seolah mengerti jika yang menjaganya bukan orang tuanya.


\=\=\=\=


beberapa menit Andra dan Belva tiba di rumah, ia langsung mencari Arvan.


" Arvan di kamar, Silla di taman belakang sama Mama papa "l" ujar Nasya yang menghampiri Belva dan Andra.

__ADS_1


Belva mengangguk lalu segera berlalu menuju ke kamar, ia sudah tidak sabar melihat Arvan dan Andra pergi ke taman Belakang .


__ADS_2