
niko masih menginginkan bermalam sekali lagi dihotel
tapi adel sudah terus diteror telfon oleh niken yang tak sabar ingin segera bersama kakak ipar yang sejak awal memang sudah sangat niken inginkan
"sayang, satu malam lagi ya?" niko masih terus berusaha membujuk sang istri
niko tahu saat dirumah nanti pasti akan berebut adel dengan niken adiknya
"mas, kan sudah dibahas tadi! lain kali kita lakukan lagi!" jawab adel
niko terdiam dan berfikir lagi, benar juga keduanya akan melakukam perjalanan panjang nanti. niko akan menyiapkan segala sesuatu terspesial untuk adel
"oke lain kali harus lebih lama!" tawar niko
adel mengangguk dengan senyuman manisnya membuat niko tak tahan dan menyambar bibir tipis adel
"manis!" komentar niko setelah melepaskan cium*annya
"ayo pulang! semua barang sudah beres" ajak adel
"satu kali lagi boleh ngga?" niko masih tak mau pulang
"banyak juga boleh!" ucap adel membuat niko senang bukan kepalang "tapi dirumah saja" lanjut adel memadamkan semangat niko
"yah sayang, sebentar saja!" rayu niko
__ADS_1
"kamu mana bisa sebentar hmm!" ucap adel
"mau pulang atau mau disini sendiri?" tanya adel
baru dua hari jadi suami niko sudah tak bisa menolak ucapan istrinya "pulang tapi janji nanti malam double ya!" pinta niko
adel mengangguk setuju, lelah tentu saja tapi membuat niko bahagia adalah tugasnya
keduanya pulang setelah dijemput oleh ferdi
niko menyandarakan kepala adel dibahunya agar tak jatuh saat tertidur. menggenggam tangganya erat tak mau lepas
"bos! mau menyebrang jalan ya! segala pegangan tangan terus" kesal ferdi
nasibnya jomblo selama ini terus menemani bosnya. hingga ada orang yang mengatainya g*y yang kemana mana selalu berdua dengan niko
"niken sebentar lagi lulus kan ya! nyambi kuliah juga ngga masalah saya!" ucap ferdi
kaki niko melayang menendang kursi ferdi, "ngga usah banyak mimpi!"
"mas!!" cegah adel yang dari tadj hanya sebagai penonton kedua patner itu
"tuh dengerin istri ngomong!" ferdi tak bosan bosannya menyulut pertengkaran
"pinggirin mobilnya!" perintah niko
__ADS_1
adel ketakutan jika keduanya akan berkelahi
ferdi pura pura tak dengar dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sambil menyetel lagu dimobil agar tak dengar niko mengomel
adel menggenggam tangan niko agar tak benar benar menghajar ferdi. padahal keduanya memang suka bercanda seperti itu tapi adel belum terbiasa
"tenang saja sayang, kita sering begini tapi nyatanya dia masih ngintilin terus kemana mas pergi" ucap niko tau istrinya panik
"jangan dibiasain deh! bikin takut aja" adel memprotes tindakan niko dan ferdi
kurang lebih satu jam perjalanan dilalui, mobil yang ditumpangi ketiganya tiba dirumah megah milik orang tua niko
perusahaan niko adalah milik kakeknya yang sudah diambang kebrangkutan. karena tak mau ada yang mengurus maka niko yang saat itu baru lulus kiliah dengan keahlian dan kepintarannya membangun kembali bisnis keluarganya dan berkembang pesat sampai saat ini
sebenarnya mama jihan dan papa surya adalah paman dari niko dan niken. orang tuanya adalah salah satu orang yang punya jabatan dikepolisian
namun naas saat pulang dari tugasnya diluar negeri ayah niko mengalami kecelakaan dan ibu niken meninggal setelah niken lahir
karena belum memiliki keturunan niken dirawat.
hingga saat ini niko dan niken menganggap pamannya adalah orang tua kandungnya.
"haiiii kakak iparkuhh miss you!" niken memeluk adel
niko menarik adel dan membawanya masuk" tadi pagi juga baru ketemu ngga usah lebay!"
__ADS_1
ucap niko sinis pada adiknya