Janda Perawan

Janda Perawan
Eps. 86


__ADS_3

adel berkutat didapur dibantu oleh bude sari yang telah menyiapkan bahan bahannya,


wangi masakan menyebar kearea dapur


"mbaaaaa!" niken datang bersama ferdi yang keduanya baru pulang dari kantor dengan wajah lelahnya


niken menghampiri adel didapur karen mencium aroma nikmat masakan


"benarkan ada disini!" niken memeluk adel dari belakang manja


adel mengelus kepala niken bak anak kecil penuh kasih sayang


"mba aku bantuin ya!" niken membantu adel menggoreng kentang dan menumis bumbu yang adel siapkan sementara bude sari membuatkan minuman untuk niko dan ferdi yang ada diruang tamu


"kamu sama pak ferdi ada sesuatu yan ken?" tanya adel


"hmmm gimana ya mba! aku takut sama kakak tapi kami saling menyukai!" ucap niken pelan agar hanya adel saja yang dengar


"ohhh begitu! tapi lebih baik jujur loh mba yakin kakakmu akan mengizinkan jika kamu berterus terang!" saran adel pada niken


"tapi kakak masih menganggap aku anak kecil! dia mana mungkin mengizinkan!" kesal niken yang selalu dilarang pergi dengan teman lelakinya


"itu wujud sayang dan tanggung jawab mas niko! dan mba yakin pak ferdi orang yang baik juga dipercaya oleh kakakmu!" lanjut adel

__ADS_1


"nanti akan niken coba mba, terima kasih perhatiannya makin love love!" ucap niken menyatukan jari telunjuk dan jempolnya


"ada ada saja kamu ini!" ucap adel


sebenarnya keduanya hanya berbeda tiga tahun saja tapi adel didewasakan oleh keadaan sedangkan niken dimanjakan oleh kekayaan


namun niken tidak menjadi orang yang sombong hanya sikap manjanya saja yang kadang membuat orang pusing


"masakan siap!" ucap niken bersemangat setelah masakannya jadi





"ayo pak ferdi, mas kita makan!" ajak adel


tak lupa adel mengajak bude sari namun selalu saja menolak dengan banyak alasan. adel tak mau membeda bedakan manusia


bahkan dirinya juga dulu bukan siapa siapa jika tak bertemu dengan niko


"sepertinya enak!" ucap niko sedikit meragukan karena adiknya ikut membantu memasak

__ADS_1


niko sudah lama tak membuat perdebatan dengan adiknya


"bukan sepertinya emang ini enak kak! semua mba adel yang masak aku cuma bantuin aja!" ucap niken solah tahu arah pembicaraan kakaknya


"lihat saja sebentar lagi aku akan menikah dan membuatkan makanan yang lezat untuk anak dan suamiku juga!" ucap niken membuat niko membelalakan matanya


"sudah ayo makan! mengada ada saja kamu! mana ada yang mau sama gadis manja kaya kamu" ledek niko


"lihat saja nanti!" niken melirik ferdi yang dari tadi diam saja


"ayo makan keburu dingin makanannya! niken bisa kok masak kalau ngga dibantuin pasti tadj belum matang makanannya!" adel melerai adik dan kakak yang tak pernah akur tapi saling menyayangi


"mas mau makan sama apa?" adel mengangkat piring niko dan mengambilkan nasi putih


"sama rendang dan capcay aja sayang!" ucap niko menunjuk makanan yang ada didepannya


yang sangat menggoda dalam penghilatannya. adel mengambilkan sesuai permintaan suaminya


niken dan ferdi hanya menjadi penonton saat dua pasangan romantis itu memperlihatkan kemesraanya


"kalian hanya menonton! tak lapar?" tanya adel bingung


"makan dong mba! aku sangat lapar karena dikerjai sejak siang tadi dikantor!" ucap niken menyindir kakaknya yang meninggalkan kantor dan menyuruhnya bekerja

__ADS_1


"makanlah yang banyak agar tenagamu pulih!" adel mengambilkan lauk dipiring niken dengan penuh kelembutan


__ADS_2