Janda Perawan

Janda Perawan
Eps.120


__ADS_3

keesokan hari


Disti menginap dan tidur disofa didalam ruang perawatan adel


Niko setia mendampingi istrinya dan tidur sambil duduk dikursi samping ranjang adel


"dek bangun! Kamu ngga kuliah hari ini!" tanya adel


"engga kak, aku libur dosennya tidak masuk!" ucap disti


"tapi niken masuk dek. Apa beda dosen! Kalian kan satu jurusan" tanya niko


"iya kak, beda dosennya. Toko mulai kapan bukannya kak aku ngga sabar mau praktek dari pelatihan kemarin!" tanya disti semangat


"harusnya minggu ini, tapi dedek sudah mau melihat dunia. Jadi minggu depan ya!" ucap niko sabar


"terima kasih banyak ya kak!" ucap disti senang


"sama sama!"


"bu anaknya waktunya diberikan asi!" ucap suster yang masuk membawa zain dalam gendongannya


"sini sayang mama! Haus ya mau n*n?" ucap adel tanpa malu


"saya permisi dulu pak, bu!" pamit suster meninggalkan zain bersama orang tuanya


"aku cari sarapan dulu kak, mau nitip apa?" tanya disti

__ADS_1


"mau makan apa sayang?" niko bertanya pada adel


"beli bubur ayam satu dan nasi uduk untuk kakak ya! Ini uangnya. Kamu beli apa aja pakai ini saja!" niko mengulurkan tiga lembar uang kertas warna merah


"aku ada kak, ini juga kebanyakan!" disti menolak


"ngga apa apa, sisanya buat kamu jajan!" ucap niko


Disti mengangguk menerima uang dari niko setelah adel memberikan kode untuk disti



"haus banget ya dek, sisain buat papa ya jangan dihabiskan!" ucap niko melihat anaknya sedang meminum asi langsung dari sumbernya


"mas jangan bicara sembarangan deh!" adel tak terima


"kalian adalah anugrah tuhan yang paling indah bagiku. Terima kasih sudah mau mendampingiku adelia kalila!" ucap niko tulus


"papa dan zain juga anugrah yang paling berharga untuk mama!" adel membahasakan anaknya


Niko mencium kening istrinya. Rasanya masih tak menyangka saja apa yang ia dapatkan saat ini. Setalah banyak hal yang ia lalui mulai dari kehilangan orang tua dan harus bekerja keras agar adik dan perusahaan kakeknya yang diambang kebangkrutan dapat hidup kembali


"mas! Kenapa melamun. Ada masalah?" tanya adel melihat suaminya termenung


"ngga sayang, mas hanya terlalu bahagia hingga mas mengingat masa kelam dulu!" ucap niko jujur


"kita harus bersyukur mas, kita punya keluarga dan juga materi yang cukup untuk makan sehari hari. Masalalu biarlah menjadi kenangan pahit agar kita bisa hidup lebih baik!" ucap adel

__ADS_1


Yang memiliki masalalu tak kalah sulit. Namun ia sangat bersyukur untuk sekarang


"iya sayang kamu benar!"


Suara ketukan pintu dari luar


"haii zain! ante datang!" disti datang membawa tentengan makanan


"wah banyak sekali makanannya dek!" ucap adel


"ini dari bu jihan kak, menitip makanan karena pak surya sedang tak enak badan jadi tak bisa kesini!" ucap disti


menerima makanan dari ojek online yang dititipkan pada resepsionis rumah sakit


"kasian papa mas, pasti kelelahan karena kemarin!" ucap adel


"bukan del, karena memang papa sudah tidak muda lagi! Sini mas gendong zain sepertinya ingin tidur!" niko mengambil alih anaknya yang menggemaskan


"ayo makan kak, aku gendong zain dulu nanti gantian!" disti juga tak mau kalah mengambil alih ponakan pertamanya


"jangan pingin ya!" ledek niko pada disti


"enak aja! Emang makanan bikin pingin!" sahut adel


"ayo makan dulu biar asinya makin banyak!" ucap niko membuka penutup makanana dan menyuapi adel perlahan


"mas juga makan!"

__ADS_1


__ADS_2