
"kak niko, mba adel mama berpesan agar besok jangan lupa untuk kerumah mama, dan jangan sampai telat oke!" ucap niken yang baru saja tiba dirumah kakaknya
niken bersama dengan ferdi yang selalu mengatar jemputnya sekarang.
"kesini cuma mau bilang itu? tadi dikantor kan bisa! bosen kakak liat kalian berdua terus" ucap niko menganggapi niken
"baru ketemu dikantor dan dirumah, bagaimana kalau kita segera menjadi saudara agar bisa selalu bersama?" canda ferdi
"jangan banyak berharap, nanti jatuh sakit! mungkin saja jodoh niken pria lain bukan kamu!" ucap niko padahal didalam hatinya ia juga senang jika ferdi yang akan menjadi pendamping adiknya
pasalnya sejak kuliah ferdi dan niko sudah sangat dekat dan saling tahu sifat masing masing
"kakak!! mba kak niko jahat banget sih" adu niken pada adel tak terima dengan ucapan kakaknya yang seolah tak mendukung hubungan niken dan ferdi
adel memegang kepalanya jika sudah niko dan ferdi betrtemu maka yang ada hanya perdebatan atau saling ejek
"sudah, sudah ayo makan malam sebelum makanannya dingin!" ajak adel menyudahi perdebatan
" ini yang aku tunggu!" sahut niken dengan cepat merangkul tangan adel yang sudah sulit berjalan
dituntunya adel duduk dikursi meja makan
"disti kemana kak?" tanya niken yang tak melihat temannya yang kini jarang bertemu karena kesibukan masing masing
"katanya mau menginap dirumah lama besok kan libur" ucap adel menjawab pertanyaan niken
dan niken menjawab dengan ber oh ria
"besok mama ada acara apa sih dek, kok ngga seperti biasanya pake rahasia segala" tanya adel
__ADS_1
niken menaikan pundaknya tak menjawab ucapan adel karena niken saja tak tahu akan ada acara apa dirumah, yang niken tahu hanya diminta berdandan rapi tanpa mengetahuinya
selsanjutnya keempatnya makan malam bersama, niken dan ferdi berpamitan karena waktu sudah mulai malam
"mba aku pulang dulu ya, dede baik baik ya biar besok bisa dateng kerumah onty" ucap niken berjongkok menyamakan dengan perut adel
adel tersenyum dengan interaksi ponakan dan tantenya bayi adel bergerak seolah tahu sedang diajak bicara
"iya onty! hati hati ya!" ucap adel saat niken dan ferdi berpamitan
keduanya keluar dari rumah niko dan menuju rumah niken.
"sayang pilih baju buat besok, sebentar lagi akan ada yang datang untuk fitting baju!" ucap niko pada istrinya membuat adel bingung
"memangnya mau ada acara apa sih mas, kok harus pake fitting segala" tanya adel penasran
"niken besok tunangan, tapi dia tak tahu jika besok acaranya untuk itu. ferdi yang menginginkannya dirahasiakan" ucap niko menjelaskan
"sayang! kok ngelamun ada apa?" tanya niko
"engga mas, kamu sangat tampan beruntung mendapatkanku!" elak adel agar niko tak lagi bertanya
"jadi?? kamu ngga beruntung mendapatkanku!" ucap niko
"tentu saja, itu sudah tak perlu diragukan lagi pastinya"
"selamat malam!" seseorang tiba dengan beberapa asisten yang membawa beberapa set pakaian
"malam, silahkan masuk!" jawab niko
__ADS_1
"ini istri saya sedang mengandung tolong pilihkan baju yang nyaman dan istri saya suka. saya tinggal dulu sebentar" ucap niko pada pemilik butik langgannya
"sayang, pilih dulu beberapa. mas mau mandi dulu nanti kembali lagi" ucap niko berpamitan pada istrintya
adel mengangguk mengerti dan mulai melihat beberapa baju yang baru dibuka dari pembungkusnya
"bisa saya coba yang ini mba?" tanya adel
"tentu saja bu, kami buat khusus untuk ibu seseuai permintaan bapak niko" jawab pemilik butik lalu menyerahkan baju yang adel pilih yangs sesuai dengan badannya saat ini
"saya tunggu suami saya dulu ya mba, buat minta pendapat" ucap adel saat bercermin melihat dirinya mengenakan gaun yang cocok untuk ibu hamil
"mas, ini bagaimana?" tanya adel mamastikan
"emmm bagus kok, kamu pakai apa saja bagus!" ucap niko memuji adel didepan para asisten dan pemilik butik membuat wajah adel memerah karena malu
"ya sudah saya mau ini saja, yang lain agak terbuka malu sekarang perutnya buncit" ucap adel bercanda
"baiklah, sisakan satu yang warna hitam itu ya, sepertinya juga cocok untuk istri saya!" ucap niko
" baik pak kalau begitu kami pamit dulu" ucap pemilik butik
"terima kasih mba" ucap adel dan meminta bude sari untuk mengantarkan kedepan
"mas bantuin lepasin!" pinnta adel
"dengan senang hati sayang!" tak menunggu lama niko menggedong adel dan membawanya kekamar keduanya
__ADS_1
dan tahu lah ya apa yang terjadi. seseuai pemikiran para readers aja