
jam menunjukan pukul enam pagi
Disti terbangun dari tidur lelapnya, ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan juga bersiap untuk berangkat ke kampus.
Hari ini adalah hari dimana disti sidang skripsi dan yang akan menentukan lulus atau tidaknya ia mendapatkan gelar sarjananya
"kak doakan aku ya semoga lancar, dan bisa wisuda bersama niken bulan depan!" ucap disti pada niko dan adel ia berpamitan dan meminta doa dari kedua kakaknya yanh menggantikan posisi orang tuanya saat ini
"iya dek, semoga lancar dan sukses!" jawab niko menyemangati
"iya sayang, sarapan dulu biar semangat!" ucap adel
"nanti saja kak, takut terlambat jadwalku jam tujuh!" disti bergegas keluar rumah setelah berpamitan dan menolak halus perintah kakaknya agar sarapan lebih dulu
"hati hati dek!" teriak adel dari kejauhan disti sudah menaiki taksi yang dipesannya sebelumnya
"sarapan dulu mas, atau sarapan dikantor biar aku bungkusin!" tanya adel
"dikantor aja sayang. Pekerjaan menumpuk sampai ferdi kembali lagi. Dan itu masih satu minggu lagi!" keluh niko pada istrinya
"sabar ya mas, dan tetap semangat! Biasanya kan ferdi selalu bantuin mas baik dikantor maupun urusan pribadi!" tutur adel
"iya mama sayang! Papa berangkat dulu ya!" niko mengecup pipi istrinya dan berangkat kekantor
*****
"semoga sukses ya sayang! i love you" sebuah pesan masuk dari nomer yang sangat ditunggu oleh disti
"terima kasih kak, miss you" balas disti sebelum masuk keruang sidang
disti mematikan ponselnya dan memasukan kedalam tas, ia merapikan baju dan juga rambutnya lalu duduk dikursi yang telah disediakan untuk peserta sidang skripsi dengan tiga dsen penguji dihadapannya yang siap mencecar dengan berbagai macam pertnyaan
"selamat pak prof" ucap disti menyapa para dosen pengujinya
sidang berjalan dengan lancar dengan beberapa pertnyaan yang mampu dijawab dan dijelaskan oleh disti tentang isi dari skripsinya
"selamat anda lulus" ucap salah satu dosen penguji yang mewakili setelah ujian selesai
disti menghela nafas lega dan menyalami masing masing dosen penguji dengan wajah cerah dan senyum merekah
"terima kasih prof" disti keluar ruangan dengan rasa bangga atas kerja kerasnya menyelasikan kuliah dan juga skripsinya
__ADS_1
disti lalu membuka ponsel dan menghubungi kakaknya " kak, aku lulus" ucap disti tak bisa menggambarkan rasa bahagianya yang artinya ia takĀ perlu merepotkan kakaknya lagi untuk urusan biaya kuliah
dan juga disti sudah bisa menjalankan bisnis toko nya yang kini mulai berkembang atas bantuan kakak iparnya
"ahhh kakak bangga padamu dek! segera pulang ya kita rayakan nanti malam bersama yang lain" ucap adel menyambut adiknya yang sangat senang
"iya kak, aku segera pulang!" jawab disti lalu mematikan ponselnya
"hai!" suara sapaan dari arah belakang disti
disti langsung berbalik mendengar suara yang nampak tak asing baginya
"kak rio! kakak ngapain ada disini" ucap disti terkejut dengan yang terjadi saat ini
ia menutup wajahnya takut ini hanya mimpi saja
"kok ditutup matanya, kakak telat datang maaf ya" ucap rio membuka tangan disti dari wajahnya
"ini nyata! beneran kak rio ada disini?" tanya disti masih tak apercaya
cup. rio mencium kening disti " berasa ngga? atau mau yang lebih berasa lagi ayo kita ketempat lain" ucap rio
"maaf ya, kakak sangat rindu jadi harus segera pulang kalau tidak kakak ngga bisa nafas" jawab rio memeluk disti
"selamat ya sayang, udah dapet satu gelar! tinggal satu gelar lagi yang perlu diperjuangkan" lanjut rio sambil mengajak disti berjalan
"ayo ikut kakak dulu!" rio menarik tangan disti kearah mobil mewah yang dibuka oleh rio terdapat sebuah bukket bunga dan juga coklat yang sangat banyak
"ini buatmu semua!" rio memberikan hadiahnya pada disti yang sejak tadi sudah terdiam karena mendapat surprise yang tak henti sejak kedatangan rio
"kamu ngga suka sayang? kok diem aja sih!" ucap rio
"aku ngga bisa berkata kata kak, ini sudah sangat wow banget! aku ngga cuma suka tapi juga sangat bahagia, terima kasih kak! kehadiran kakak sudah sangat memebuatku bahagia" disti menteskan air matanya lalu memeluk rio lagi
"terima kasih! terima kasih untuk semuanya kak" disti masih memeluk rio
"bahagia senyum doing, jangan nangis gitu!" rio melepaskan pelukannya dan meminta disti masuk kemobilnya
"izinlah dulu pada kak adel, bilang saja kakak yang ajak pergi sebentar sore nanti kaka antar pulang" ucap rio sambil menjalankan mobilnya pelan
disti mengangguk dan menghubungi kakaknya lalu meminta izin untuk pergi dnegan rio meski ragu
__ADS_1
namun adel mengizinkan begitu saja karena rio telah meminta izin pada niko dan nilko menyampaikan pada istrinya sebelumnya
"iya kak, tapi jangan malam malam soalnya mau ada syukuran dirumah" ucap disti
"tentu saja ngga akan lama, kakak sangat rindu jadi butuh waktu sbentar saja hanya kita berdua" ucap rio mengarahkan mobinya menuju apartemennya
beberapa waktu berjalan keduanya tiba didepan pintu kamar apartemn rio yang tak jauh dari kakaknya
"ayo masuk, sudah pernah kesini kan" ajak rio yang membuka pintu dan menarik disti duduk disofa
"kakak jawab aku dulu, kenapa tiba tiba pulang! kakak dipecat ya?" tanya disti penuh curiga
rio menggelengkan kepalanya
"lalu apa? ngga mungkin hanya karena ingin ketemu sama aku kan?" desak disti tak sabar
" sabar sayang! kamu ngga haus apa hemmm. kakak ambilkan minum dulu ya!" rio berdiri namun ditarik lagi oleh disti dan menatapnya tanjam
"iya sayang, pertama kakak sangat dan sangat rindu dengan wajah cantik ini. kedua memang urusan pekerjaan" rio tetap berdiri dan mnegambilkan minuman dingin untuknya dan juga disti
"bohong ihhhh, jawab yang bener atau aku pulang sekarang nih" ancam disti
"hahahaha baru tahu yang namanya disti bisa marah juga ternyata, oke kakak jelasin tapi minum dulu
jadi memang dua hari lalu niken bilang jika kamu mau sidang hari ini, dan kakak mengatur waktu agar bisa dampingi kamu tapi sayangnya pesawatnya delay semalam.
dan juga benar masalah pekerjaan jadi perusahaan yang mengontrak kakak akan bekerja sama dengan perusahaan kak niko. dan mereka mengirim kakak kesini karena urusan itu juga
jadi kakak tetap bekerja diperusahaan dan akan tinggal serta kerja disini. hanya beberapa kali saja nanti jika diperlukan kakak tetap harus keluar negeri
jadi gimana nyonya rio, apakah sudah puas dengan jawaban suamimu ini" ucap rio dengan senyum manisnya
"kenapa hari ini begitu banyak kabar bahagia buatku kak, aku.....aku sangat terharu" disti mengusap lagi air matanya yang menetes tiba tiba
"nangis lagi, semua ini kakak lakukan buatmu sayang, hanya buatmu kakak ngga mau jauh lagi darimu. jadi jangan lagi ada tangis dan air matanya yang mengalir. berjanjilah" ucap rio menaikan dagu disti agar keduanya saling bertatapan
disti menggangguk dan tersenyum
"satu hal lagi. ini semua juga berkat bantuan kak niko dan juga kak ferdi tentu saja istrinya juga ikut andil. agar kakak bisa bekerja disini" lanjut rio
disti tak menyangka lagi ia sangat bersyukur orang sekelilingnya semuanya memikirkan tentangnya. bahkan dia bukan orang baik dulu
__ADS_1