
"kamu mau kemana?" tanya niko saat adel membawa kopernya keluar dari kamar yang ternyata milik niko
adel ingin pindah ketempat yang seharusnya dia tinggali " pindah pak, sesuai yang harusnya difasilitaskan untuk saya!" jelas adel sedikit merasa malu
tiga bulan ini adel menikmati kehidupan bagai pemilik perusahaan
"tidak usah, saya hanya besok sudah kembali setelah rapat selesai" ucap niko tak ingin menghilangkan kesempatan dekat dengan adel
sebenarnya niko sudah tau dari penjaga rumah yang melapor jika ada yang tinggal dirumah niko
dan niko membiarkan adel menikmati apa yang harusnya niko rasakan
"tapi pak, masa saya tinggal sama bapak disini!" adel tak mau orang beranggapan tak baik padanya
"orang juga sudah berfikir begitu sejak kamu tinggal disini pasti!" jawab niko pasalnya karyawan lama pasti tau jika rumah yng ditempati adel adalah untuk.pemilik atau keluarga yang yang datang berkunjung
"terus saya harua gimana dong pak?" adel takut orang salah paham
"ya sudah lanjutkan saja sampai kamu resign atau pindah ke pusat lagi, tak usah menjawab pertanyaan orang yang tak perlu! pesan niko pada adel
adel mengangguk membenarkan ucapan niko, toh adel tak tahu smpai kapan dikantor cabang
"lalu kapan saya akan dipindahkan pak?" tanya adel penasaran
__ADS_1
adel ingin berpisah secara baik dengan rafa. orang yang mungkin saat ini masih ada didalam hatinya
walau rasa bencinya lebih banyk.mendominasi
"nanti kalau urusan selesai!" jawab niko tak tahu apa yang dimaksudnya. adel hanya berfikir mungkin masalah pekerjaan
"jangan genit genit disini! mentang mentang mau jadi janda resmi!"ucap niko tanpa sadar kelepasan
"kok bapak bisa tahu!" adel menatap curiga
"apanya! bukanya kamu memang mau bercerai dari suamimu?" niko mengelak
"iya pak, dan yang bapak katakan sebentar lagi aku akan jadi pemecah rekor!" adel berfikir dan sedikit melamun
"rekor wanita janda perawan pertama di dunia!" kesal adel mengingat status yang sangat tak ia inginkan bahkan mungkin wanita diseluruh dunia
"hahahaha! bagus dong" ucap niko ngasal
"apanya yang bagus pak, ohh yaa saya paham bapak belum menikah meski umurnya sudah terlewat jauh. jadi pak niko tak tahu apa yang saya rasakan!!!!" adel makin kesal dan berteriak pada niko tanpa sadar siapa yang dia teriaki
"ada apa ini!" ferdi berlarian dari kamarnya mendengar adel berteriak
"kepo!!!!" jawaban niko dan adel kompak
__ADS_1
ferdi yang nyawanya belum kumpul merasa sesuatu yang janggal tapi karena rasa lelahnya ia kembali ke kamar dan tidur
tanpa mencari tahu apa yang terjadi
"sudah masukan bajumu lagi, saya bisa tidur disofa atau kamar atas!" ucap niko mencegah adel yang ingin nekat pergi kerumah yang diperuntukan untuk adel
"rumah itu kalau ngga salah dulu bekas ada orang yang... ihh serem ngga berani cerita!" ucap niko menakuti adel tapi dia lupa jika adel tak takut apapun
"bapak ngga bisa melarang saya!" adel menarik kopernya tapi ditahan niko
"saya dan ferdi tak akan macam macam. rumah ini jadi terawat semenjak kamu disini! besok pagi selesai rapat saya akan pulang" jelas niko agar adel tak pergi
"tapi pak apa kata orang, saya bilang saya punya suami dan bagaimana jika tahu saya satu rumah dengan pak niko" takut adel
"kenapa ngga bilang saya suami kamu!" ucap niko
"ngga usah becanda deh pak ngga lucu saat seperti ini!" ucap adel gugup
niko tersenyum melihat wajah merah adel "kalau saya serius!" lanjut niko dengan menatapa mata adel
keduanya salinh bertatapan dan terdiam satu sama lain
"ehemmm" suara deheman membuyarkan keduanya dan membuat salah tingkah
__ADS_1