
Kak Daniel sudah berbaring di ranjang sembari menunggu Nasya yang masih di kamar mandi ia melamun memikirkan tentang ucapan Alfan tentang pindah rumah.
Tidak lama kemudian Nasya keluar dari kamar mandi.
"Loh Pi kenapa belum tidur?"tanya Nasya lalu segera naik ke ranjang.
"Hmm belum terlalu ngantuk, oh iya Sayang menurut kamu gimana ?"ucap Kak Daniel memberi kode untuk Nasya mendekat.
"Gimana maksudnya Pi?"ucap Nasya yang menatap lekat kak Daniel.karena kinu jarak mereka hanya sekitar beberapa centi saja.
"Itu loh ucapan Alfan tentang kita pindah Rumah menurut kamu gimana?"
"Kalo aku sih terserah kamu aja Pi, mau pindah ayo kalo engga juga gapapa, toh sama aja sama-sama tidur berdua sama kamu"ucap Nasya tersenyum.
"Iya kalo itu udah pastilah, Papi sih sebenernya pengen pindah, disini memang nyaman tidak terlalu ramai tapi masalahnya jarak kalo mau kemana-mana lumayan jauh"
"Iya juga sih Pi, yaudah pindah aja gimana tapi mungkin harus tanya-tanya Belva sama Andra"
"Iya Kita pindah aja ya, nanti rumah yang ini jual aja atau kalo engga juga gapapa, besok biar Papi yang nanya Andra"
Nasya mengangguk lalu semakin mendekat dan memeluk erat Kak Daniel.
"Good night"ucap Nasya pelan ia sudah mulai mengantuk.
"Night sayang"ucap Kak Daniel tidak lupa mengecup pucuk kepala Nasya, setelah itu ia mulai tertidur.
__ADS_1
\=\=\=\=
Rutinitas Pagi sebagai ibu dan Istri, Belva slalu bangun lebih awal ia langsung ke kamar mandi tidak lupa juga ia melakukan kewajiban seorang umat muslim yaitu solat subuh.
Setelah itu barulah membangunkan Andra, terkdang jika Andra akan pergi ke kantor ia akan menyiapkan segaka keperluannya.
Selesai Andra barulah Belva mulai membangunkan anak-anaknya mulai dari Silla sampai ke Aeri.
Beruntungnya Belva karena ketiga anak-anaknya tidak susah jika di bangunkan, ia hanya cukup memanggilnya dan mengetuk pintu kamarnya pasti Anak-anaknya langsung bangun.
Setelah membangunkan anak-anaknya Belva segera menyiapkan sarapan.
Ketika sedang sarapan, tiba-tiba terdengar suara mobil datang, Belvayang lebih dulu selesai sarapan lalu segera pergi ke depan untuk melihat siapa yang datang.
"Pagi Tan"ucap Alfan pada Belva
"Pagi, ayok masuk lagi pada sarapan di dalem"
Mereka lalu segera masuk ke dalam rumah.
" Kak Al Cadel"Teriak Aeri senang ketika melihat Alfan.
Panggilan spesial Aeri pada Alfan, Ia memanggilnya begitu karena nama Alfan dan Arvan yang mirip an hanya beda beberapa huruf saja, dan karena Alfan ada huruf L makanya Aeri memanggilnya Cadel.
Alfan menerima saja panggilan spesial dari Aeri ia tidak mempermasalahkan sama sekali justru ia senang karena beda dari yang lain.
__ADS_1
"Haloo Adik Aeri" ucap Alfan menghampiri Aeri.
"Kesini sama siapan Al?"tanya Andra.
"Sama Mami Om, tuh lagi sama Tante di depan"
"Oh iya, udah sarapan belum?"
"Udah Om"
Selesai sarapan Andra pamit pergi ke kantor karena kebetulan hari ini ia ada jadwal untuk rapat, ia pamit bersama Silla.
"Aeri dianterin sekolah sama Kak Al Cadel ya Mommy?"ucapnya pada Belva.
"Sama Mommy aja ya,.kesian Kak Al sama Kak Arvan nya mau ke kampus nanti kesiangan" ucap Belva berusaha membujuk Aeri.
"Gapapa kok Tan, masih ada waktu kok iya kan Van?"ucap Alfan menyenggol lengan Arvan.
"Iya mommy, biar Arvan sama Al aja "
"Horee"teriak Aeri senang.
"Yasudah hati-hati yaa"
Belva dan Nasya mengantarkan anak-anaknya sampai ke depan.
__ADS_1