Janda Perawan

Janda Perawan
Eps. 151


__ADS_3

"kak jangan sekarang ya, aku takut!" ucap niken saat dirinya dan ferdi berada diatas ranjang hotel yang disiapkan oleh sang kakak


Memang bukan diluar negeri niko memberikan kado honeymoon pada adiknya. Karena ada rencana lain nantinya


"takut kenapa sayang? Apa aku menakutkan hemm?" ferdi menatap niken lembut


"ngga kak bukan itu. Tapi aku....aku takut maaf kak!" niken menyatukan kedua tangannya tanda permintaan maaf pada suaminya


"sayang, niken tak perlu seperti ini kakak akan sabar menunggu jadi tenang saja ya!" ferdi menenangkan istrinya yang terlihat gemetar


"tapi kita kan kesini untuk.....!"


"sssttttt! Kakak sudah sangat bahagia bisa menikahimu bisa menjadikanmu pendamping hidup kakak. Jadi jangan bicara yang ngga ngga.


Masih banyak lain waktu untuk melakukannya. Sekarang kita nikmati saja pacaran halal yanh tak ada orang yang bisa melarang kita!" tutur ferdi


Ucapannya membuat hati niken tenang. Pikirannya yang kalut dan gelisah sejak tadi mencekamnya


Entah dari mana niken tahu tentang rasa sakit yang membuatnya takut


"kalau cium ini, ini, dan ini boleh kan?" tanya ferdi menunjuk pipi dan bibir niken


"biasanya juga ngga pernah tanya kan? Langsung aja nyosor!" sinis niken mencibikan bibirnya


"itu karena kamu yang paksa!" balas ferdi


"enak saja!!" niken tak terima ia memukul ferdi dengan bantal


Waktu yang sudah larut membuatnya merasa ngantuk

__ADS_1


"kak tidur yukk. Aku ngantuk!" ucap niken mengajak ferdi membaringkan tubuhnya


Wajah keduanya berhadapan dengan cepat ferdi menautkan bibir keduanya


Hingga niken kahabisan nafas keduanya melepas tautannya.


"bibirmu selalu manis kakak suka!" ucap ferdi ia mendekatkan tubuhnya pada niken dan memeluknya dalam tidur


"selamat malam!" ferdi meletakan lengannya dibawah kepala niken seperti drama korea


Niken yang tersipu malu wajahnya memanas. Meski ia sudah sangat lama kenal dan pacaran dengan ferdi


Namun kali ini berbeda. untuk pertama kalinya niken tidur bwrada disamping ferdi


"kakak suka nonton drakor juga?" tanya niken sambil matanya terpejam


"hemm kakak kudet deh.. Itu drama korea pemerannya sangat romantis dan tampan kayak suami aku!" ucap niken menelusupkan wajahnya pada dada ferdi


"cukup niken, jangan bergerrak gerak terus kakak ngga bisa nahan kalau kelamaan begini. Ayo tidur" ferdi memejamkan matanya meski sangat sulit


Usia yang sudah dewasa tentunya ferdi sudah sangat lama menahan hasratnya agar tak menyentuh niken pada hal yang belum diperbolehkan


Suara dengkuran halus berasal dari niken pertanda istrinya telah tidur. Menunggu beberapa saat ferdi mengecup pipi niken dan tak mengganggunya


Ferdi perlahan bangun dari tidurnya dan menyahut ponsel lalu membawanya kebalkon yang pemandangannya adalah laut lepas


Kelap kelip lampu kapal pada malam hari yang nampak indah


"belum tidur bos!" ferdi menghubungi niko ketika melihat niko masih aktif disalah satu medsosnya

__ADS_1


"baru mau tidur. Ngapain ganggu aja malam malam!" jawab niko


"galak amat sama adik sendiri! Habis ngecash kan loe!" ledek ferdi


"iya dong! Gimana sudah bisa goal belum?" sahut niko tak mau kalah


"tentu saja sudah. Mau lihat adikmu lemas meminta ampun sama saya!" ucap ferdi menyombongkan diri


"si*al udah saya bilang jangan bar bar!" ucap niko benar terdengar kesal


Seolah kalau ferdi dihadapannya sudah melayang bogeman kewajah adik iparnya


"santai kakak ipar! Belum saya apa apain masih segelan rapih!" ucap ferdi mengakui kekalahannya pada niko


"apa!!!!" teriak niko


"loe normal kan? Jangan jangan! Ya ampun adik ku kasihan sekali!" ucap niko berteriak lagi


"parah sih loe ya! di gas salah belum disentuh salah juga. Maunya apa sih? Bukan urusan loe lagi ya niken istri saya!" kesal ferdi


"ya aneh aja, udah sekian lama menjomblo bisa aja gitu menahan godaan. Pinter ngrayu dong gitu aja perlu diajarin emang!" ucàp niko meledek


"ngga perlu buru buru, sedang menyiapkan bibit paling unggul. Pastikan siap mendengar kehamilan niken sebentar lagi!" ucap ferdi tak mau kalah


"masss, sayang ngapain disini!" ucap suara adel yang terdengar dari ponsel niko


"lagi ditelfon ferdi sayang, kenapa bangun hemm? Sini duduk dulu temamni mas!" niko sengaja menempelkan ponselnya pada mulutnya agar ferdi mendengarnya


"si*al malah ngledek lagi. Dah lah tuh istri minta jatah jangan ponsel mulu makannya!" ucap ferdi lalu mematikan panggilan telfonnya

__ADS_1


__ADS_2