
Arvan dan Alfan mereka berlari dari parkiran menuju ke kelas karena hampir terlambat akibat jalanan yang macet.
"Untung aja kalian ga telat"ucap Dea salah satu teman sekelas sekaligus sahabat mereka yang merupakan anak dari Mba Mitha.
"Iya"ucap Alfan yang masih mengatur nafasnya.
Sementara Arvan nampak biasa saja ia tidak kelelahan sama sekali mungkin karena sering olahraga jadi sudah biasa baginya.
Tidak lama kemudian Dosen pun datang dan kelas segera di mulai.
\=
\=
\=
Sementara Belva sangat senang ketika mendengar curhatan sahabat yang sekaligus kakak iparnya tentang rencana pindah rumah.
Belva tentu saja senang karena setelah Mama dan Papa nya meninggal, Belva hanya punya Kak Daniel dan Belva ingin slalu dekat dengan Kakaknya ya walaupun mereka sekatang punya keluarga masing-masing.
"Pas banget, kebetulan Rumah di sebrang sana mau di jual karena pemiliknya menetap diluar negeri jadi ga ada yang urus, kalo mau nanti aku kasih kontak nya"ucap Belva.
"Oh yang itu, boleh deh minta Bel biar nanti aku kasih ke Mas Daniel"
"Gimana kalo sekalian cek aja kesana? nanti biar aku hubungi orangnya?"
__ADS_1
"Emangnya gapapa kalo liat-liat dulu sekarang?"
"Ya gapapa tenang aja, sebentar aku hubungi dulu orangnya"
Setelah menghubungi anak pemilik rumah, Belva dan Nasya diizinkan untuk melihat rumahnya.
\=\=\=
Setelah kuliah selesai Alfan, Arvan dan Dea pergi ke kantin. sepanjang jalan mereka sllu jadi pusat perhatian banyak mahasiswi yang tergila-gila dengan ketampanan Arvan dan Alfan, begitu juga para Mahasiswa yang mengagumi kecantikan Dea.
"Al kamu jadi ke ke kantornya Om Daniel?"tanya Arvan.
"Jadi dong aku udah janji sama Papi, mungkin setelah ini aku langsung berangkat ke kantornya"
"Emangnya mau apa sih?"tanya Dea penasaran.
"Ish kalian nih, yaudahlah terserah"ucap Dea ngambek.
"Kalian nih kalo ketemu berantem mulu, awas loh nanti ujung-ujung malah jadi jodoh"ucap Arvan.
"Idih amit-amit deh jangan sampe"
Mereka memang sahabatan dari kecil karena orang tua mereka juga sahabatan, Dea memang lebih dekat dengan Silla karena mungkin sama-sama perempuab tapi dengan Arvan dan Alfan juga dekat hanya saja ada batasannya.
"Udah ah aku mau pergi duluan eh tapi Van kamu gimana ? mau aku anter pulang dulu ?" ucap Alfan karena mereka bareng berangkatnya.
__ADS_1
"Yaudah sana, gapapa nanti aku pesen taksi online aja"
"Oke kalo gitu, duluan ya"pamit Alfan lalu segera pergi.
Kini Hanya tinggal Dea dan Arvan saja, jika belum kenal mereka pasti banyak yang mengira mereka pacaran.
"Bertiga berantem mulu berdua kaya orang pacaran hadeh emang udah pas nya harus sendiri kayanya"ucap Dea setelah Alfan pergi.
"Iya iya terserah deh"
tiba-tiba terdengar dering sebuah panggilan ke dalam telpon milik Arvan.
"Hallo Mommy"ucap Arvan karena yang menelpon adalah Belva.
📞"Van kalo udah kuliahnya cepat pulang ya, Anterin Makanan ke Kantor buat Daddy sama Kakak "
"Iya Mommy, Arvan pulang sekarang." telpon pun Berakhir.
"Ada apa?"
"Ini mau nganterin makanan ke Kantor buat Daddy sama Kak Silla terus nanti pulangnya sekalian jemput Aeri,udah ya aku duluan"
"Yaudah yuk aku ikut sekalian aku juga kangen pengen ketemu sama Kak Silla"
"Ayo, eh tapi kamu bawa mobil ga ?"
__ADS_1
"Udah pasti bawa, nih kuncinya kamu yang nyetir"ucap Dea sambil melempar kuncinya pada Arvan.
Arvan dengan sigap menangkap kuncinya, setelah itu mereka lalu segera pergi ke parkiran.