
"niken ayo pulang" disti tak tega sebenarnya tapi ia juga tak mau jika niken akan dimarahi kakaknya
"masuklah. biar saya antar" ucap ferdi yang terbangun dan memberikan kode agar tak membangunkan niken
disti mengangguk, ia melambaikan tangannya pada rio yang masih mengawasinya dari kejauhan
"maaf pak jadi merepotkan" ucap disti
"hanya ini yang bisa saya lakukan buat adikku" ucap ferdi lega
"emmmmm, sayang kok mobilnya jalan" niken terbangun saat merasakan mobilnya berjalan
"kak, kenapa diantar aku bisa pulang sendiri kok" niken mengecup pipi ferdi tanpa sadar ada orang dikursi belakang
"ehemmm" suara disti berdeham
"lohh kok kamu ada disini" niken terkejut
"jadi aku harus menginap gitu?" tanya disti
"kenapa tidak?" jawab niken asal
"bangun dulu makanya, belum online udah nyamber aja" kesal disti
"ehh gimana tadi didalam? apa ada adegan kayak di drakor atau di novel?" tanya niken bertubi tubi
"harusnya kalian bawa kerumah sakit, aku kan bukan perawat jadi hanya sebisaku sajalah" jawab disti jujur
"jadi kamu didalam cuma ngobatin rio?!!!" niken mengatakannya dengaan nada tinggi
"sayang!" ucap ferdi mengingatkan
"hehe maaf, jadi kalian ngga mengatakan apapun. kalian ngga ngapa ngapain?" niken mengacak rambutnya kesal
"kamu nyuruh aku dateng buat ngobatin lukanya kan? sudah aku lakukan. oh iya kak rio mau pergi lusa ya?" tanya disti
"iya bener terus?" niken masih penasaran
"ya udah kak rio bilang gitu doang, terus aku diantar turun" ucap disti polos
__ADS_1
niken dan ferdi menepuk jidatnya
"sia sia" ucap keduanya kompak
"apanya?" tanya disti lagi
"tidak apa apa, ayo kita masuk ini sudah dini hari aku lelah" ucap niken
disti turun lebih dulu dan meninggalkan sepasang kekasih didalam mobil. "kak menginap disini saja. ini sudah malam" ajak niken
"jangan sayang, kan ada rio dirumah besok kakak jemput biar mobil ini diantar rio" ucap ferdi
"baiklah, hati hati sayang" ucap niken
"tadi disini, sekarang ini" ucap ferdi menunjuk bibirnya agar dicium oleh niken
"lain kali" niken berlari mengejar disti yang sudah masuk kekamar
"dis kamu benaran ngga ngapa ngapain? rio ngga peluk atau cium kamu?" tanya niken ngelantur
"kamu aneh aneh aja sih ken, ya ngga lah!" ucap disti yakin
"normal lah sembarangan saja kalau ngomong" ucap disti tak terima
"tapi meragukan sih, orang yang sama sama suka didalam kamar berdua tapi ngga ngapa ngapain!" niken mamancing
"siapa yang saling suka?" tanya disti penasaran
"kamu sama rio tapi ngga mau saling mengakui" ucap niken kesal ia membersihkan wajahnya dan berbaring ketempat tidur dan terlelap
"saling suka? kak rio juga suka sama aku!" disti berbicara sendiri
"ken, bangun beneran kak rio juga suka sama aku?" disti menggoyangkan tubuh niken agara menjawab
"bodo amat ah, dikasih kesempatan malah pada ngapa tahu! tunggu dulu! juga suka? artinya kamu benaran suka sama rio kan?" ucap niken menatap disti
disti mengangguk mengiyakan ucapan niken
"sudah terlambat" lanjut niken
__ADS_1
"maksudnya?" tanya disti
"keberangkatan rio dipercepat, sekarang rio dan kak ferdi sedang dibandara" ucap niken
"lalu aku harus bagaimana?" tanaya disti gelisah
"kita ngga mungkin keluar rumah tengah malam begini, tapi kamu bisa lakukan ini" niken melakukan panggilan video pada rio
"ada apa ken?" rio duduk disebelah ferdi yang sedang mengemudikan mobilnya
"kenapa mendadak berangkatnya?" tanya niken
"sebenarnya memang sekarang berangkatnya, tadinya akan aku undur tapi untuk apa lagi" jawab rio
"hai kak rio" disti malu malu memunculkan wajahnya diponsel niken
"belum tidur?" tanya rio
"hemm, niken ngajak ngobrol dari tadi" jawab disti mencari alasan
"tidurlah sudah hampir pagi, besok harus kerja bukan!" ucap rio
"lama kalian ini, rio kamu suka sama disti?" ucap niken tak sabaran dengan keduanya
"apa apaan sih ken!" ucap rio kesal ia juga malu
"minta maaf!" ucap ferdi tak terima calon istrinya dibentak oleh adiknya
"kakak ipar maafkan aku" ucap rio makin kesal
"rio dengerin ya, disti juga suka sama kamu. jadi kalian ngga usah kelamaan bosen nunggunya" video call terputus
disti menekan tombol merah pada ponsel niken
"kamu bikin malu deh ken!" kini disti juga marah dengan niken
tak apa kalian marah sama aku, yang penting kalian saling tahu perasaan masing masing
lalu niken melanjutkan tidurnya
__ADS_1