
"selamat pagi pak!" sapa karyawan pada niko yang melewati ruangan para pegawai
niko hanya menganggulk menanggapinya
adel dan ferdi berjalan dibelakang niko. sampai pada ruangan yang pernah adel tempati dulu ada teman adel yang cukup dekat yaitu sita
"adelia!" sita sangat senang melihat adel lagi
sita fikir adel kembali kepada suaminya yang dulu dan berhenti bekerja
"kak sita!" adel menghampiri sita yang perutnya mulai terlihat membuncit
"kakak hamil?!" adel berteriak senang melihat jawaban dari sita
sementara niko dan yang lain menjadi penonton keduanya yang heboh mengundang para pegawai lainya
"sudah?"tanya niko serius
"del sepertinya pak niko marah, mungkin karena kamu lama ngga masuk!" ucap sita yang tak mengetahui adel menjadi nionya bosnya sekarang
"adel!" niko memegang tangan adel dan membawanya tanpa menunggu adel menjelaskan pada sita
"mas!,,, kenapa sih kan masih mau ngobrol!" adel kesan rasa kangennya pada sahabat dikantornya
" kamu sekarang bukan pegawai adel! dan yang mereka tahu kamu bolos satu minggu dari kantor. lalu didepan ceo nya kamu mau mengajak pegawai lain meninggalkab pekerjaannya hemmm!" ucap niko menjelaskan pada adel agar tak membuat adel dijadikan bahan pergosipan
"hehe maaf, lupa kalau suami aku itu ceo sekarang! tapi aku kangen kak sita mas,," ucap adel manja pada suaminya
"adel jangan menggodaku sekarang!" niko memperingatkan
__ADS_1
tapi adel malah semakin melakukan apa yang dilarang niko.
adel menarik niko agar duduk dikursi kerjanya lalu adel meminta pangku dipaha niko yang saat ini sudah panas dingin menahan rasa yang terpendamnya
"adel saya peringatkan sekali lagi, atau kamu bakal mandi lagi setelah ini!" ancam niko
adel tak menghiraukan mana mungkin bagi niko akan melakukannya dikamtor
adel mencium bibir niko dan beranjak dari pangkuannya
"kamu harus tanggung jawab!" niko menarik tangan adel agar kembali duduk dipangkuannya
diciumnya bibir adel sedikit kasar, dibawah sana sudah ada yang meronta ronta
"mas!" kini adel yang kewalahan menghadapi niko yang sudah terlanjur terbakar panas tubuhnya
"emmmm,,, masssss ada orang nanti!!" ucapan adel tak dihiraukan niko
adel turun dari pangkuan niko tapi dicegah oleh tangan yang melingkar diperutnya. rasa malu adel telah beberapa kali kepergok oleh adik iparnya itu
"kalian ngga tahu tempat ya! bukankah sudah bulan madu dan sekarang pindah rumah tanpa memberitahukan padaku!!!"niken dengan suara lantangnya mengatakan kekesalannya pada kakak dan kakak iparnya
"mas lepasin malu!" adel membuka pelukan tangan niko
"emang mba dia kaya anak tk yang ngga tahu malu dimana mana aja selali mesum!" lanjut niken
mengumpat kakaknya
"niken!" adel mendekati niken dan memperingatinya jika yang dikatakan niken kurang pantas untuk kakaknya
__ADS_1
"iya mba maaf! kita kebawah yukk mall udah buka kan jam segini!" ajak niken tanpa permisi pada niko
"dek! tunggu dulu!" ucap niko ingin mengejar adik dan istrinya
apalah daya ferdi menghalanginya dengan tumpukan berkas ditangannya
"jangan jadi bucin! selesaikan ini semua hari ini dan sebentar lagi rapat ini berkas yang perlu dipelajari!" ucap ferdi membuat niko membelalakan matanya
"heyyyyy!!! siapa bosnya disini!!!" kesal niko setelah adiknya kini asistenya membuatnya seperti orang bo*doh
niko pasrah mau tak mau perkerjaannya memang harus segera diselesaikan
niko mulai memfokuskan pikirannya dan dengan cepat menandatangani surat surat dan dokumen penting yang telah ditandai oleh ferdi mana yang sudah siap dan perlu didalami lagi
waktu terus berputar niko baru menyelesaikan setengahnya karena harus menemui klientnya untuk rapat
niko menginginkan rapatnya dimall yang dimana satu gedung dengan kantornya
"selamat siang pak niko, selamat ya saya dengar anda baru saja menikah!" ucap pak toni klien niko
"siang pak toni! terima kasih ucapannya maaf acaranya hanya sederhana jadi tak banyak mengundang rekan dan kolega bisnis!"ucap niko
keduanya membawa asisten untuk mempermudah pekerjaan
setelah rapat selesai niko melihat pak toni memandangi wajah cantik istrinya. pak toni adalah duda yang belum lama ditinggalkan istrinya meninggal dunia
niko yang sadar akan hal itu berinisiatif menghubungi adel dan memintanya untuk menghampirinya
__ADS_1
"kenalkan pak toni ini istri saya!" ucapan niko seolah mematahkan harapan pak toni yang kagum pada istri kliennya
adel tersenyum menyapa rekan bisnis suaminya. dan diminta niko duduk disampingnya