
setelah lama berfikir adel membuat keputusan
"engga mas, kalau mau kerja aki ditempat lain aja!" ucap adel yakin
adel tak mau membuat niko tak lagi bijaksana saat istrinya dijadikan sekretaris hanya agar dapat selalu menemaninya
"oke!" jawab niko singkat
"kok oke!" ucap adel
"kan ngga mau kerja! mas lebih senang kamu dirumah nunggu mas pulang kerja!" ucap niko mengutarakan isi hatinya
"tapi mas!" adel juga tak bisa jika hanya dirumah saja
"ganti dulu bajumu, dilemari sebelah kiri semua mas siapkan untukmu. jika tak segara pakai baju..... tanggung sendiri akibatnya!" bisik niko pada akhir ucapannya
adel bergidik ngeri. ia lari menuju lemari yang ditunjukan niko sementara niko mengambil handuk dan menuju kamar mandi
"cantik banget istriku!" niko selesai mandi dengan wajah segar dan rambut basahnya
adel yang selesai mengenakan pakaian mendekati niko membantu mengeringkan rambutnya
"ayo duduk, kamu tinggi banget kayak tiang listrik!" ucap adel mengatai suaminya
niko menarik adel kedalam pangkuannya, keduanya saling menatap pada pandangan yang sama
"bilang saja ingin dipangku!" ledek niko melihat adel dengan nyaman duduk dipangkuan suaminya
__ADS_1
"iyaa, emang ngga boleh!" jika mengelak pastinya niko makin meledeknya
adel mengakui saja dan benar saja kini niko yang jadi salah tingkah
"yaaaaa boleh boleh saja!" niko membalikan adel diranjang yang kini posisinya niko berada diatas sekarang
"jangan menyesal karena sudah menggodaku!" niko mencium kening adel menuju kebawah lalu kedua pipinya dan berlabuh ke bibir adel
benda kenyal yang sangat disukai oleh niko
kesempatan baik adel tak protes atau menolak perlakuan niko. niko melancarkan aksinya disore menjelang malam hari
dirumah yang akan menjadi malam pertama untuk keduanya tinggali
niko.yang belum mengenkan pakaian dengan mudah membuang handuknya kesembarang arah.
adel terkejut melihat benda aneh yang membuatnya ketagihan
keduanya masih saling terpagut dan tangan niko yang tak mau diam terus menyusuri gundukan kembar milik adel. sang empunya pun hanya mende*sah merasakan kenikmatan
niko makin semangat dan menuju keinti kegiatanya bersama sang istri. adel hanya pasrah dengan apa yang dilakukan suaminya
hampir satu jam keduanya mengakhiri permainan ranjangnya karena kelelahan
"kita isi tenaga dulu, dan lanjut nanti malam!" niko beranjak dari ranjangnya meninggalkan adel yang masih tersengal nafasnya
"masih kurang?" tanya adel lemas
__ADS_1
"tentu saja! ngga akan pernah cukup" jawab niko selesai dengan ganti bajunya
adel menuju kamar mandi.membersihkan diri dan mengambil pakainnya yang baru saja ia kenakan
"ayo turun kasihan bude sendirian dibawah!" adel mengajak niko keluar kamar jika tidak maka sampai pagi pun niko tak akan cukup
"bude maaf tadi saya pikir tak ada orang lain!" ucap adel pada pembantunya
"perkenalkan saya adel, istrinya mas niko!" ucap adel memperkenalkan diri
"saya sari bu, maaf karena saya diantarkan lebih awal. besok tidak ada yang mengantarkan!" ucap bude sari
"tak apa apa bude, jangan sungkan ya!" ucap adel
bude sari kembali kebelakang menyiapkan makan malam.
"bu, pak makan malam sudah siap!" ucap adel
"terima kasih bude, ayo mas kita makan!" ajak adel
"ayo makan bersama bude!" ajak adel
niko mengangguk memperbolehkan. tapi bude sari sudah makan lebih dulu
"terima kasih bu, pak. saya sudah makan!" tolak bude sari
"ya sudah kami makan dulu ya!" ucap adel
__ADS_1
"mau sama apa mas?" adel menyiapakan piring dan makanan untuk suaminya
"sama apa aja!" dari dulu niko tak pernah pilih pilih makanan