Janda Perawan

Janda Perawan
Season 2


__ADS_3

Setelah makan dan minum obat Silla kembali tidur dan Aeri dengan kemauannya sendiri datang ke kamar Silla dan menjaganya.


Sementara Belva membantu Andra dan Arvan siap-siap ke kantor.


"Kalo ada apa-apa langsung telpon aku"ucap Andra sebelum pergi.


"Iya Mas hati-hati"


Sebenarnya bisa saja Andra yang pergi sendiri tapi Arvan keukeuh ingin ikut dengan alasan supaya cepat bisa terbiasa dan nanti bisa segera menggantikan Andra di perusahaan jadi Silla tidak terlalu cape.


Belva begitu bangga pada anak-anaknya mereka saling menyayangi satu sama lain bahkan jika ada salah satu yang sakit pasti yang lainnya akan slalu ada dan menemani.


Selama seharian penuh Belva menemani Silla di kamar dan juga Aeri ikut menemani, sepertinya di balik sakitnya Silla Belva sedikit bersyukur karena Aeri yang sudah kembali ceria terbukti dengan saling bercanda gurau dengan Silla.


"Ini Mommy bikin cemilan kesukaan Kakak sama Aeri di makan ya"ucap Belva.


"Wow makasih Mommy"jawab Aeri senang.


"Makasih Mom"ucap Silla dengan sangat senang.


Tidak lama kemudian Andra dan Arvan datang suasana semakin ramai, Sesekali mereka bercanda apalagi Arvan yang sering iseng dan jahil pada adiknya Aeri.


Dan Arvan akan berhenti ketika Aeri mengadu pada Belva ataupun Andra.


"Sudah yuk kita keluar biarkan Silla istirahat"ucap Andra.

__ADS_1


"Iya yuk, Kakak istirahat yaa"


"Iya Mommy"


lalu satu persatu mereka keluar kamar, Aeri pergi ke kamarnya yang berada di samping kamar Silla begitupun dengan Arvan.


"Aeri sepertinya udah lebih baik ya Sayang"ucap Andra.


"Alhamdulillah iya udah ga terlalu nangiss atau teriak sih tadi selama seharian malah anteng banget"


"Syukurlah, semoga saja traumanya hilang sepenuhnya"


"Aamiin"


"Oke Mommy izinin asalkan jangan terlalu cape dan Arvan juga harus ikut dan satu lagi Mommy udah siapin kalian bekal makan siang dan juga cemilan dan tentunya Obat"


"Iya Mommy makasih yaa"ucap Silla senang.


Setelah berpamitan dengan sang Mommy dan Daddy nya, Silla berangkat bersama Arvan dan supir pribadi Belva.


Silla tidak diizinkan membawa mobil sendiri sejak kejadian yang menimpan Aeri, Andra melakukan penjagaan ketat pada anak-anaknya ia tidak.mau terulang kembali walaupun Silla dan Arvan notabennya sudah dewasa sudah bisa menjaga diri namun Andra tetap memperlalukannya sama seperti mereka ketika masih kecil tidak ada yang beda.


"Kak aku di ruang Daddy ya, kemarin di kasih tugas buat mempelajari beberapa dokumen penting"ucap Arvan ketika meteka dua sudah tiba di lift kantor.


"Iya"

__ADS_1


Ruangan Andra dan ruangan Silla hanya beda satu lantai Ruangan Andra berada paling atas.


Setelah memastikan Kakaknya masuk ke dalam ruangannnya dengan aman dan selamat, barulah Arvan pergi ke ruangan Daddy nya.


"Baru sehari di tinggal tapi kerjaan udah numpuk begini hadeh"batin Silla melihat beberapa tumpukan Dokumen di atas meja kerjanya.


Sebelum memulai kerja Silla menyempatkan berflto selfie untuk di kirimkan ke Mommynya dan memberitahu jika ia sudah tiba dengan selamat dan akan mulai bekerja.


"Permisi Bu maaf menggangu ada tamu dari perwakilan perusahaan RA company bu katanya beliau belum sempet buat janji temu karna ibu sakit kemarin bagaimana bu?"ucap Sekfetaris Silla.


"Oh ya suruh saja langsung ke ruang meeting ya, nantu saya kesana siapkan juga jamuannya dan satu lagi berkas-berkasnya "ucap Silla.


"Baik bu kalo begitu saya permisi"


Silla merpihakn bajunya sedikit lalu bersiap untuk pergi ke ruang meeting yang masih satu lantai dengan ruangannya.


"Selamat datang Pak"ucap Silla ketika masuk ke ruang Meeting.


"Terimakasih maaf kita datang mendadak, saya kira masih pak Andra ternyata putrinya yang cantik"ucap Rudi salah satu rekan bisnis Andra.


"Masih dalam pantauan Daddy saya kok pak"ucap Silla tersenyum ramah.


"Oh iya kenalkan anak saya namanya Rendi nanti ke depannya dia yang akan menggantikan saya"


Silla tidka menyadari jika Pak Rudi tidak datang sendiri melainkan dengan anaknya yang sepertinya seumuran dengan nya.

__ADS_1


__ADS_2