
Sementara di Jakarta, Arvan tersenyum puas di balik keberangkatan kakakny ke bali, Arvanlah yang sudah merencanakan dengan bantuan sekretaris Silla dan juga sekretaris Rendi untuk membuat perjalanan metek berdua seolah-olah seperti tidak sengaja alias takdir.
Semenjak kejadian yang menimpa Silla, Arvan mencari tahu semuanya termasuk orang yang katanya menolong Kakaknya, Arvan diam-diam menyelidiki semua latarbelakang mengenai Rendi dan Arvan senang ketika anak buahnya melaporkan semua tentang Rendi dan tidak ada catatan kriminal apapun atau prilaku Rendi yang jahat atau semacamnya.
Rendi hanya pemuda baik yang sedikit tidak menurut pada orang tuanya karena slalu di desak, Arvan paham akan hal itu manusia memang tidak ada yang sempurna mereka memiliki sikap yang baik dan ada juga yang buruk jadi wajar jika seorang Rendi ada sedikit sifat buruknya.
Bahkan yang memberikan Rendi makanan ketika kejutan ulang tahun Kakaknya di kantor beberap hari yang lalu adalah Arvan, tadinya ia tengah berbicara dengan para anak buahnya dan salah satu dari mereka ada yang memberitahu perihal kedatangan Rendi, Arvan kira Rendi akan masuk dan ikut bergabung merayakan namun ternyata malah beranjak pergi dan Arvan menyuruh satpam untuk memberikan Rendi bingkisan makanan supaya Rendi bisa ikut merasakan perayaan ulang tahun Kakaknya.
__ADS_1
Saat itu Arvan kira hubungan Kakaknya dan Rendi akan segera resmi namun ternyata Rendi malah mendiamkan Kakaknya dan ternyata Arvan baru tahu jika Rendi tengah membuat kejutn untuk Kakaknya di Bali, tadinya Arvan sempat akan menemui Rendi dan menghajarnya karena telah membuat Kakaknya sedih menunggu kabar dari Rendi tapi Arvan urungkan karena tahu alasanny di balik sikap dingin Rendi.
"Daddy juga pasti senang jika aku kasih tahu semua ini"gumam Arvan. ketika melihat laporan anak buahnya yang Arvan tugaskan untuk menjaga Kakaknya dan juga calon kakak iparnya.
Arvan sebenarnya sangat ingin memberitahu mengenai Rendi pada Andra namun ia urungkan biarlah Kakaknya duluan yang memperkenlkan Rendi pada Andra, toh jika nanti Daddynya tanya mengenai Rendi Arvan sudah dapat jawabannya.
Karena urusan Kakaknya sudah beres kini Arvan harus disibukan dengan pekerjaanya di kantor menggantikan Kakaknya yang ke Bali, padahal Arvan masih sibuk dengan kuliahnya namun ia tetap bisa membagi waktunya dengan baik meskipun awalnya sedikit kerepotan.
__ADS_1
Arvan langsung mengangguk menyetujui toh ia belum ada jadwal pertemuan lain, ia lalu bergegas pergi menemui kliennya itu.
Orang-orang slalu mengira jika Arvan seperti pinang di belah dua ia tumbuh seperti Daddynya mulai dari parasnya yang sangat mirip, perawakannya juga tidak kalh dengan Andra apalagi jika menyangkut kepintaran sudah tidak perlu di ragukan lagi, Arvan benar-benar seperti cerminan diri Andra hanya satu yang kurang dari Arvan, ia sampai saat ini belum pernah merasakan pacaran beda dengan Andra dulu ketika seusia Arvan ia sudah merasakan pacaran.
"Maaf tuan Arvan, kami datang secara mendadak kemari dan mengganggu tuan Arvan"ucap salah satu pria yang umurnya setara Andra.
"Tidak apa-apa kebetulan hari ini saya tidak terlalu sibuk, sebelumnya ada masalah apa sehingga membuat Anda harus kemari?"tanya Arvan sedikit datar.
__ADS_1
Si Klien lalu menjelaskan tentang kerjasama mereka, tampaknya pihak mereka ingin menambah nilai kerjasama karenq telah rugi akibat bangkrutnya perusahaan Riko.
Arvan tersenyum simpul, ia sudah menduga ini akan terjadi, makanya ia sudah mempersiapkan sebelumnya.