Janda Perawan

Janda Perawan
Season 2


__ADS_3

Setelah berbincang-bincang dengan Daddy dan Mommynya, Silla kembali ke kamar ia melanjutkan kembali pekerjaanya yang tertunda akibat tergiur bakso.


"Udah kenyang malah ngantuk mana kerjaan masih banyak lagi"gumam Silla sambil melihat ke arah laptopnya.


"Tidur sebentar deh"ucap Silla lalu merebahkan tubuhnya di ranjang, tidak butuh waktu lama Silla sudah terlelap ke alam mimpinya yang niatnya hanya sebentar malah keterusan.


Memang akhir-akhir ini Silla kewalahan karena Daddynya sibuk mengurusi masalah adiknya, dan Arvan juga yang tengah sibuk dengan kuliahnya. Alhasil Silla harus mengerjakan semuannya dan kini tubuhnya sangat kelelahan.


Keesokan paginyah tidak seperti biasanya Belva bangun lebih pagi sejak semalam Belva sangat samangat untuk memasak apalagi sudah beberapa hari ia tidak memasak untuk sarapan.


"Mommy masak?"tanya Arvan ketika mencium bau wangi masakan ia langsung berbelok ke dapur niatnya ia akan pergi lari pagi.


"Eh anak Mommy yang ganteng iya Sayang Mommy udah lama ga masak sarapan untuk kalian, kamu mau jogging ya"ucap Belva ketika melihat setelan Arvan.


"Iya Mommy, kalo gitu Arvan jogging dulu ya sebentar dah Mommy"ucap Arvan mennyempatkan mencium pipi Belva lalu pergi.


"Duh Arvan udah dewasa begini jadi ingat ketika dia kecil"gumam Belva.


Semua makanan sudah tertata rapi dimeja kini Belva pergi kembali ke kamarnya membangunkan Andra dan Aeri sekalian ia juga ingin mendi karena kegerahan setelah masak.

__ADS_1


Belva, Andra dan Aeri sudah berkumpul di meja makan, menunggu Silla dan Arvan yang masih jogging.


"Tumben Silla belum datang, apa dia kesiangan ya?"tanya Andra.


"Mungkin, sebentar biar aku liat ke kamarnya Daddy sama Aeri duluan aja sarapannya"jawab Belva lalu pergi ke lantai dua.


Sudah beberapa kali Belva mengetuk pintu kamar Silla namun sama sekali tidak ada jawaban dari Silla, Belva semakin cemas takut terjadi apa-apa dengan Silla.


Apalagi pintu kamar Silla terkunci semakin membuat Belva panik, ia lalu mencari kunci cadangan di laci meja dekat kamar Silla tapi tidak menemukannya.


"Mommy cari apa?"tanya Arvan yang baru datang setelah jogging.


Arvan yang mendengarnya lalu mengambil kunci cadangannya di lemari di bawah tangga, kepanikan Belva dan Arvan mengundang perhatian Andra.


"Ada apa ya kok Arvan buru-buru gitu apa jangan-jangan terjadi sesuatu dengan Silla?"batin Andra.


Andra ingin menyusul namun tidak jadi karena kasihan pada Aeri takutnya jika di tinggal sendiri malah nanti Aeri tiba-tiba histeris lagi.


Sementara Belva panik karena ternyata Silla sakit badannya panas, Belva lalu menyuruh pelayan untuk membuatkan bubur untuk Silla.

__ADS_1


"Udah hari ini Kakak istirahat di rumah aja biar urusan kantor Daddy sama Arvan yang urus"ucap Belva tegas tidak ingin di bantah.


Silla hanya mengangguk setuju ia begitu lemas hanya sekedar kamar mandi dan ganti baju saja ia di bantu Belva.


"Kakak tunggu sebentar biar Mommy telpon Dokter ya"ucap Belva lalu pergi.


"Silla kenapa Mom?"tanya Andra begitu Belva datang.


"Sakit badannya panas udah telpon dokter sebentar lagi juga datang, urusan kantor Daddy sama Arvan ya yang urus gapapa kan?".


"Iya biar Daddy yang urus, biarkan Silla istirahat saja"


Tidak lama kemudian Dokter datang, Belva lalu mengantarnya ke kamar Silla Dokter mangatakan jika Silla hanya kelelahan dan kurang istirahat hanya perlu istirahat beberapa hari.


"Terimakasih Dok"ucap Belva.


"Sama-sama nyonya kalo begitu saya permisi"


Arvan lalu mengantarkan Dokternya sekalian membeli obatnya ke apotik.

__ADS_1


__ADS_2