Janda Perawan

Janda Perawan
Season 2


__ADS_3

Berhari-hari tidak mendapat kabar dari Rendi membuat Silla seperti merasa kehilangan perasaan hampa menyelimuti hari-harinya.


Sebegitu besarkah pengaruh Rendi pada Silla hingga membuat Silla kelimpungan sendiri sering menatap ponselnya berharap ada pesan masuk dari Rendi namun ternyata tidak ada bahkan chat terakhi yang di kirim Silla hanya di baca saja oleh Rendi.


"Maaf bu, hanya mengingatkan lusa kita terbang ke Bali untuk meninjau lokasi pembangunan, saya sudah mempersiapkan semuanya termasuk hotel menginap dan yang lainnya bu"ucap Asisten Silla.


Silla baru ingat itu artinya ia akan bertemu dengan Rendi, dan Silla ingin cepat-cepat bertemu dengannya dan menanyakan perihal Rendi yang tiba-tiba hilang.


"Tapi maaf bu, untuk tiket pesawat saya sudah mendapatkannya namun jadwalnya pagi hari jam 5 apakah tidak apa-apa bu?"tanya kembali.


Memang karena mendakati hari weekend jadi banyak tiket pesawat yang sebagian sudah terjual habis, dan Silla memaklumi itu lebih baik berangkat pagi daripada malam karena Silla tidal menyukai jika harus berangkat malam.


"Iya gapapa"


Semua pekerjaan untuk beberapa hari ke depan akan di handle Arvan, Silla hanya akan fokus pada peninjauan lokasi yang di Bali.


Mungkin karena terlalu exited Silla bahkan packing sendiri biasanya ia akan di bantu Mommy atau pelayan, Silla benar-benar sudah sangat penasaran dengan alasan yang akan di ucapkan Rendi nanti ketika mereka bertemu.


"Awas saja nanti"batin Silla menatap layar ponselnya yang menampilkan foto Rendi yang Silla ambil diam-diam ketika di cafe rooftop dulu.

__ADS_1


"Kak udah selesai packing nya?"ucap Belva ketika datang ke kamar Silla.


Terlihat koper berwarna Lilac yang sudah rapih di dekat meja rias Silla, itu artinya Silla sudah selesai packing.


"Eh Mommy sudah tadi Kakak yang packing sendiri, Mommy kesini sama siapa?"ucap Silla menyimpan ponselnya lalu menghampiri Mommy nya.


"Tadi dianterin Arvan kok tenang aja Kak"jawab Belva tersenyum, semenjak hamil lagi Belva benar-benar di jadikan Ratu oleh Andra dan ketiga anaknya.


Ketika akan naik tanggapun Belva wajib di temani, Andra dan anak-anak benar-benar sangat protektiv padanya namun Belva bersyukur sangat bersyukur.


"Besok Kakak kan berangkat pagi, takutnya Mommy masih tidur jadi Mommy kesini sekalian mau bantu Packing tapi ternyata udah selesai tumben loh Kak, Princess kecil Mommy sudah besar yaa sekarang"ucap Belva di akhiri dengan mengusap kepala Silla dengan lembut.


Jarang-jarang mereka punya momen berdua seperti ini makan Belva sengaja memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin.


"Oh iya kata Arvan beberapa hari ini Kakak keliatan murung, Kakak ada masalah di kantor?"tanya Belva.


Silla terhenyak ia bingung, antara harus menceritakan pada Mommynya atau tidak tentang kedekatannya dengan Rendi.


"Tapi Mommy jangan ngetawain ya ? jangan kasih tahu Daddy juga pokokknya yang lain jangan dulu tahu? janji Mommy?"ucap Silla malu-malu dan Belva mengangguk.

__ADS_1


Akhirnya Silla menceritakan awal kedekatannya dengan Rendi dan perlahan-lahan sering komunikasi hampir semua momen Silla ceritakan namun ia melewatkan bagian ketika Rendi menyelamatkan dirinya, Silla takut Mommy nya marah karena tidak memberitahukan kejadian mengerikan itu.


"Owalah ternyata Anak Mommy yang cantik ini lagi galau pangerannya tiba-tiba menghilang"ucap Belva tersenyum akhirnya Silla bisa mulai dekat dengan lawan jenis tadinya Belva takut karena Silla sering fokus bekerja dan malah enggan memiliki hubungan dengan lawan jenis namun ternyata ketakutannya sirna seketika.


"Mungkin Rendinya lagi sibuk banget Kak, makanya dia ga sempet pegang ponsel kan kata Kakak tadi dia baru pegang perusahaan juga kan, ga usah berpikiran buruk yaa"ucap Belva lembut menangkan kegundahan Silla.


Setelah memberikan sedikit wejangan dan saran-saran Belva lalu menyuruh Silla segera istirahat karena kebetulan Andra sudah datang dan menyuruhnya untuk istirahat juga.


"Semoga laki-laki yang dekat dengan Kakak sekarang laki-laki baik dan sayang sama Kakak"batin Belva sebelum pergi ke kamarnya.


\=\=\=


Mohon maaf guys, untuk minggu ini sepertinya Upnya tidak teratur tapi aku tetap akan usahakan untum up tiap hari.


Karena aku juga kerja di Real Life di tambah aku masih kuliah dan kebetulan minggu ini lagi Lagi UTS mohon pengertiannya ya.


Mohon maaf juga ya yang sering ngeluh ceritanya gantung dan pendek, aku udah berusaha untuk up ya dan juga untuk menambah penasaran kalian tentang novel ini,


terimakasih semuanya dan see u next episode🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2