
satu bulan berlalu sesuai janji niko adel akan dijemput oleh supirnya dan hari ini adalah waktunya
dari beberapa hari yang lalu adel bersiap untuk kepulangannya. dengan hati senang mendapatkan cuti satu minggu padahal awalnya hanya meminta tiga hari saja
adel tiba dikosannya yang masih dia bayar perbulannya meski tak ditinggali.
"bu atun!" adel berlari memeluk bu atun yang hampir empat bulan ini tk adel temui
bagaikan orang tua kandung keduanya saling menyayangi
"adel, ya ampun makin cantik saja kamu nak! kenapa ngga kabarin ibu biar ibu masakkan makanan kesukaanmu!" bu atun terlihat sangat senang
"ngga usah repot bu, sore ini adel mau kerumah ibu adel dulu dan untuk beberapa hari disana. nanti sisanya baru disini. adel sudah berpisah bu dengan suami adel"
adel menceritakan pada bu atun orang yang adel percaya.
"yang sabar ya neng!" ucap bu atun menenangkan
setelah beristirahat adel berniat menjemput disti dikampunya dan sekalian akan ikut pulang. meski adel tahu mungkin akan diusir tapi tak menyurutkan niat adel untuk pulang
"disti!" adel melambaikan tangannya
"kakak!" disti menghampiri dan tidak sendiri saat itu sedang bersama niken
"mba adel!" niken juga ikut memeluk senang
"wah kapan pulang mba!" niken lebih berantusias dengan kepulangan adel
"baru tadi pagi kakak ada waktu satu minggu bagaimana kalau kit bersenang senang!" ajak adel pada adik dan juga temannya
__ADS_1
"berangkat!" niken paling semangat
"naik mobil aku aja mba biar cepat!" ajak niken
tapi adel menggeleng "kamu belum pernah naik angkot kan!" tanya adel
"sama sama mobil kan?" ucap niken tak enak hati
"kita naik itu saja!" adel mengajak keduanya menaiki kendaraan umum pergi ketempat wahana bermain seperti janji adel yang belum terlaksana
ketiganya tiba dan membeli tiket masuk. kali ini adel bak kakak yang membawa dua adik dan memanjakanya dengan hasil keringatnya sendiri
mencoba segala permainan dan sampai kelelahan
adel mengajak makan diarea yang sama
"kak makasih ya!" ucap disti
"iya kakak sudah tahu. nanti kakak mampir kerumah!" ucap adel jadi canggung
niken tak berkata apapun saat ini. dia harus senang atau sedih untuk adel
"yang sabar ya mba!" ucap niken
adel justru tersenyum "aku bahagia akhirnya lepas dari penjahat itu!" kini adel sudah benar ingin merelakan
niken bingung dengan ucapan adel
"sudah tak usah dipikirkan, kalian tak malu kan jalan dengan janda!" ucap niken
__ADS_1
"iya janda perawan!" ledek disti
adel memanyunkan bibirnya tapi a
juga tertawa
niken makin merasa aneh saja. tapi bukan ranahnya lagi
haruskah kakaknya tahu soal ini tapi apa orang tuanya mau menerima
"niken! ayo pulang sudah sore" ucap adel membuyarkan lamunan niken
" mba sopir aku sudah pulang. aku naik taksi aja ya!" ucap niken akan berpisah
padahal ia akan kekantor kakaknya
"mba antar sekalian kerumah disti kan satu arah. mba mau minta maaf membawamu tanpa izin tadi" ucap adel
niken pun setuju
ketiganya menaiki taksi agar lebih cepat tiba
sekitar satu jam perjalanan tiba dirumah niken. adel ikut masuk ingin meminta maaf membawa anaknya pergi tanpa izin tadi
saat masuk kerumah yang dulu pernah adel datangi untuk menyelamatkan niko dari penipuan pernikahan
"selamat siang om, tante!" sapa adel namun sepertinya sedang ada acara lalu adel mengucapkan niatnya dan segera pergi
hatinya getir melihat niko duduk berdampingan dengan wanita cantik dan sedang membahas pertunangan
__ADS_1
niko pun kaget mengapa adel bisa datang kerumahnya dan disaat yang tak tepat seperti ini