
niken menggigit bibir bawahnya. bingung harus berbuat apa dam menjawab apa
pertanyaan yang begitu tiba tiba bagaikan mimpi disore hari yang tak nyata
"hey! kenapa melamun? apakah perasaanku mengganggumu!" ferdi takut niken akan menjauhinya
"engga kak! aku......aku juga suka sama kakak" niken menunduk malu dengan jawabannya
"syukurlah! bisakah kita jalani semuanya dari awal?" tanya ferdi menatap niken dibawanya wajah niken menatap wajahnyĆ
keduanya terdiam dengan fikiran masing masing
suara perut ferdi membuyarkan ketegangan. keduanya tertawa dengan suasana canggung tak seperti biasanya
ferdi mengecup kening niken dengan keberanian diri yang kuat " ayo makan dulu!"
niken mengikuti langkah kaki ferdi menuju lantai atas dimana banyak pasangan muda yang datang dan menikmati makan malam disana
"pesan yang kamu inginkan! dan pesankan jug yang sama untuk saya!" ferdi ketoilet meninggalkan niken dengan buku menu
didalam toilet ferdi menghembuskan nafasnya, dia lega kini tak jomblo akut lagi
tapi bagaimana nasibnya setelah sahabat dan atasannya itu tau.ferdi benar benar sudah hilang akal
tapi hatinya berbisik jika cinta tak pernah salah
ferdi kembali ke meja dimana niken berada
dan melahap makanan yang niken pesan
*****
"mas bangun sudah malam, aku lapar!" rengek adel pada suaminya yang masih terlelap
__ADS_1
"hemmm, maaf sayang mas terlalu lama tertidur! mau makan ya? mas minta ferdi untuk...." niko setengah sadar
"kita hanya berdua mas! pikirannya pada orang lain saja!" adel kesal
biasa orang lapar emosian ditambah suaminya yang terbiasa bergantung pada asistennya. membuat adel merasa tak penting
"kita pesan saja ya, maaf mas lupa. mas hanya ingat pada ferdi saat ingin memberikan pekerjaan sayang!" jelas niko
"kamu pesan saja ya direstoran hotel! ini menunya mas ke kamar mandi dulu sebentar" niko hendak membasuh wajahnya
rasa kantuknya masih saja menempel pada matanya
adel mengangguk dan melakukan permintaan niko.
"sudah sayang?" tanya niko setelah keluar dari kamar mandi
"sudah!" ucap adel ketus
niko sadar istrinya cemburu, meski sangat aneh saja cemburu pada laki laki
"iya deh mandi dulu biar makannya enak!" adel berjalan menuju kamar mandi
setengah jam cukup bagi adel menyelsaikan ritual mandinya
makanan pun suda ada dikamar keduanya.
"mau mas suapin?" tanya niko
"ngga usah mas , aku yang suapi mas aja!" adel kembali ke mode mood baiknya
"oke!" niko senang
malam ini keduanya tak ingin keluar dari kamar. hanya memandang bulan dari balkon kamar yang menghadap langsung ke pantai dengan
__ADS_1
bintang bertaburan dan bulan sabit yang sedang bersinar
niko duduk disofa panjang dengan pahanya sebagai bantalan kepala adel
"mas!" panggil adel
" hmmm! ada apa sayang?" niko dengan lembut mengusap puncak kepala adel
"mas cinta sama aku?" tanya adel tiba tiba
niko bingung menjawabnya sepertinya ini adalah pertanyaan jebakan bagi pria
"tentu saja, apa yang bisa membuatmu ragu mas sangat mencintaimu!" kini niko membalikan pertanyaan
"tidak ada hanya bertanya saja!" jawab adel singkat
niko membangunkan tubuh adel menggendongnya dan membawanya kedalam kamar
malam yang semakin larut. niko membuat adel mabuk kepayang dengan belalaian lembutnya
menyusuri setiap incin ditubuh adel. niko tak kuasa menahan dirinya untuk membuat adel tersenyum senang
wajah penuh hasrat dari keduanya membawanya kedalam pertarungan yang menegangkan
niko mempimpin pertarungan dan adel hanya memasrahkan semuanya pada sang suami
tak ada hentinya hingga dini hari. niko melepaskan sang istri untuk tidur setelah kalah telak melawan niko yang masih sangat tangguh
pagi hari niko sudah rapih dengan stelan kemejanya. menunggu sang istri bagun dari lelapnya
niko tak tega hingga meninggalkan adel untuk bertemu dengan klientnya
__ADS_1
niko meninggalkan pesan jika akan kembali segera saat adel bangun