
Anak pertama niko dan adel telah lahir ke dunia menemui ayah dan ibunya yang sudah menunggunya sembilan bulan dalam kandungan adelia
"terima kasih ya sayang, kamu telah memberikan malaikat kecil yang sempurna dan sangat tampan seperti papanya!" niko menggendong anaknya untuk pertama kali
Rasa haru menyelimutinya. Ia tak menyangka akan menjadi seorang ayah secepat ini, hal yang belum pernah ia bayangkan
"iya mas, meski sedikit tak terima aku yang mengandung kenapa wajahnya lebih dominan ke papanya!" ucap adel becanda
"kita buat lagi yang sama persis sepertimu!" ucap niko asal
"kalian ini becanda saja, liat tuh anaknya sekarang sudah jadi orang tua jadi harus mulai serius!" pesan mama jihan
"sini mama gendong cucu mama!" mama jihan meminta anak adel dan niko yang menggemaskan
"disti dan niken mana mas?" tanya adel yang baru sadar secara sempurna karena kelelahan melahirkan dan terpesona denga anaknya sendiri
"ada diluar sayang, nanti bergantian!" jawab niko
"kita beri nama siapa anak kita?" tanya niko yang sebelumnya tak sempat memilih nama karena memang tak mau tahu jenis kelamin anaknya
"bagaimana kalau zain sanjaya. Singkatan dari nama ayah zaki, adel dan niko!" ucap niko spontan
"nama yang bagus, mama dan papa setuju! iya kan pa" pak surya mengagguk setuju
__ADS_1
"aku juga suka mas, zain nyaman banget sama oma ya sayang!" ucap adel
"ma, pa ini sudah larut sebaiknya kalian pulang. Kasian papa! Besok pagi bisa bareng niken berangkat ke kampus!" ucap niko yang melihat pak surya lelah sejak pagi sudah menyiapkan acara pertunangan niken
"iya ma, besok bisa kesini lagi ada disti yang bantuin jagain!" lanjut adel meyakinkan
"ya sudah kami pulang dulu ya, cucu oma besok kita ketemu lagi!" mama jihan memeberikan zain pada adel karena sudah waktunya diberikan asi
"iya ma, pa!" jawab niko dan adel bergantian
Niko mengantarkan orang tuanya kedepan dan meminta disti menggantikannya menjaga adel sebentar
"ken, ferdi sebaiknya kalian pulang! Antar mama dan papa dan besok saya tidak ke kantor mungkin untuk tiga hari kedepan!" pesan niko pada niken dan ferdi
"iya kak, aku pulang dulu. besok aku kesini lagi menemui ponakan tercinta!" ucap niken
"rio masih disini, pulanglah istirahat! Terima kasih sudah membantu!" ucap niko menepuk pundak rio
"baik kak, jika ada yang perlu dibantu bisa telfon saya. Mungkin kak ferdi sibuk!" ucap rio sebelum pergi
Ada yang mengganjal dihatinya saat meninggalkan rumah sakit
"ahh mungkin karena rasa bersalah dengan dias. Aku harus pulang dan menghubungi dias segera!" batin rio
__ADS_1
Rio menyalakan mobilnya dan menuju rumahnya segera dan ingin menghubungi tunangannya yang ia tinggalkan tadi
Menempuh waktu satu jam dari rumah sakit rio tiba dirumah.
"rio pulang bu, ayah!" ucap rio rumahnya terlihat sepi
"bagaimana anaknya niko, apakah sudah lahir?" tanya pak dimas ayah rio dan ferdi
"sudah yah, maaf tadi meninggalkan kalian dan dias!" ucap rio bersalah
"ngga apa apa, niko juga sering membantu keluarga kita. Segara bersihkan badanmu dan hubungi dias untuk minta maaf!" perintah pak dimas
"iya ayah. Ibu sudah tidur?" tanya rio lagi
"sudah sejak tadi. Ayah masih ada pekerjaan jadi belum tidur!" jawab pak dimas
Rio masuk kekamarnya dan membersihkan dirinya. Sesaat teringat kembali saat kepala disti menempel pada dadanya
Bahkan rio tak merasakan apapun meski berpelukan dengan dias
Rio menyelesaikan kegiatan mandinya dan merebahkan badan lelahnya dikasur empuk miliknya. Yang sudah lama tak ia tempati sejak tinggal dlluar negeri
Tak sadar rio tertidur dan melupakan pesan ayahnya agar menghubungi dias dan meminta maaf
__ADS_1