
Sementara di tempat lain Rendi harus bersabar untuk bertemu dengan pujaan hatinya Silla karena kesibukan mereka.
"Kapan selesai nya ini akh siall"batin Rendi lalu sedikit melonggarkan dasinya, sudah beberepa hari ia lembur menyelesakan pekerjaanya namun bukannya berkurang malah semakin bertambah saja.
Sepertinya virus bucin sudah mulai menyerangnya, padahal tadi sudah video call dengan Silla namun tetap saja rindu di hatinya masih besar.
Rendi berjanji akan cepat menyelesaikannya semuanya minggu ini juga supaya ia segera bertemu dengan Silla.
Entah sejak kapan Rendi bisa sebegitu sayangnya pada Silla, namun yang pasti semakin hari semakin rasa sayang pada Silla di hati Rendi semakin besar.
"Permisi Pak sebentar lagi kita harus berangkat"ucap sekretaris Rendi mengingatkan.
"Iya aku tahu"jawab Rendi singkat ia lalu merapihkan kembali kemeja dan juga jasnya.
setelah itu ia segera berangkat karena tempat meeting kali ini klienya yang menetukan dan tujuannya adalah restoran berbintang lima yang jaraknya lumayan jauh dari kantor Rendi.
Begitu sampai disana kliennya ternyata sudah datang pria paruh baya kira-kira seumuran dengan aayahnya.
"Mohon maaf pak kami sedikit terlambat"ucap Rendi basa basi padahal ia sama sekali belum terlambat dari jadwal meeting yang harus nya di mulai sekitar 15 menit ke depan.
"Terlambat apanya kamu Ren, yang ada malah kecepatan kamu nih ada-ada saja"celetuk si Klien yang memang sudah mengenal Rendi.
Rendi hanya mengulas senyum, ia memang sudah kenal dengan Pak Ali karena sempat ikut beberapa kali pertemuan dengan ayahnya dulu sebelum ia di percayalan memegang perusahaanya sendiri.
Meeting kali ini memang santai hanya membahas beberapa poin perubahan mengenai kerjasama mereka yang sudah terjalin lama.
__ADS_1
"Kamu hebat Ren padahal baru pegang perusahaan sebentar tapi kemampuan kamu ga usah di ragukan lagi, andaikan anakku seperti kamu"ujarnya pada Rendi.
"Terimakasih pak tapi saya juga masih dalam proses belajar"jawab Rendi.
Rendi tahu sedikit tentang anaknya Pak Ali yang seumuran dengannya juga namun ia hanya mengenal saja tidak terlalu dekat.
Di tengah-tengah pembicaraan tiba-tiba anaknya Pak Ali datang seorang laki-laki sebaya dengan Rendi dan juga disampingnya ada asisten anaknya Pak Ali.
Rendi hanya menyapa sebentar dan memilih mengakhiri meeting dengan dalih ada pekerjaan lain yang mendesak.
"Hati-hati Ren"ucap Pak Ali ketika Rendi pamit.
Entah kenapa Rendi merasa malas bertemu dengan anaknya Pak Ali, Rendi merasa jika Riko anaknya Pak Ali seperti memiliki dendam padanya padahal mereka tidak pernah berselisih paham.
"Cih sombong amat"batin Riko ketika melihat Rendi yang tergesa-gesa pergi.
"Iya Pak ini ada klien yang minta meeting dadakan disini"ucap Riko.
Pak Ali mengangguk paham ia juga langsung pamit segera kembali ke kantor dan membiarkan Riko mengurus urusannya sendiri.
Sementara di parkiran Rendi begiti terkejut ternyata wanita yang sangat di rindukannya kini tengah menatapnya dari jarak yang lumayan dekat.
"Haii, ada meeting juga disini?"tanya Rendi berusaha menormalkan degupan jantungnya ketika melihat Silla.
"Iya ini ada klien yang minta meating dadakan disini, kamu juga habis meeting disini?"ucap Silla yang sama halnya dengan Rendi berusaha bersikap biasa saja.
__ADS_1
"Hmm iya, baru saja selesai"jawab Rendi.
Rendi tersadar jika di parkiran bukan hanya dirinya da Silla saja tapi masih ada asistennya dan juga asisten Silla jadi Rendi memilih berpamitan takut suasana lebih canggung.
"Aku duluan ya, semoga lancar meeting nya"ucap Rendi berpamitan.
"Iya hati-hati"
Lali Silla segera masuk bersama asistennya dan meninggalkan Rendi yang masih menatap kepergian Silla.
"Kalo tahu kamu meeting juga disini ga bakal aku cepat-cepat selesaikan meeting dengan pak Ali, sampe malam puj tak apa asalkan sambil liat wajah kamu aku sanggup"batin Rendi.
"Pak mari"ucap asisten Rendi.
"Hmm iya iya"
Rendi lalu segera menuju ke mobilnya apa boleh buat ia kini tengah sibuk banyak yang harus di kerjakan jadi tidak bisa kembali ke dalam untuk mengamati Silla dari kejauhan.
"Sabar Ren"batin Rendi menyemangati dirinya sendiri.
\=\=\=
Haii maaf ya kalo kalian minta aku sering update, tapi mohon maaf banget di dunia nyata lagi banyak banget kerjaan dan juga tugas kampus, jadi harap maklum ya aku juga slalu usahin untuk slalu update buat kalian.
terimakasih yang masih setia baca cerita ku yang abstrak ini, makasih banyak yaa🤗🤗
__ADS_1
See u guys