Janda Perawan

Janda Perawan
Season 2


__ADS_3

Selama seharian mereka beraktivitas di pantai, dan di tutup dengan makan malam di salah satu resto sambil menikmati indahnya sunset.


"Pih aku pengen disuapin ya makan nya"ucap Nasya manja.


"Boleh Mih, sebentar ya"


Kak Daniel dengan telaten menyuapi istrinya yang semakin hari semakin manja saja, seperti contoh nya malam ini minta disuapin makan, padahal sedang kumpul semuanya nampak mencie-ciekan Kak Daniel dan Nasya.


"Tumben banget Mami manja sama Papi"gumam Al.


Belva tersenyum kecurigaan nya makin besar namun ia memilih diam dan menyimpannya sendiri toh nanti juga akan terbongkar sendiri.


Setelah selesai makan malam mereka lalu melanjutkan untuk kembali ke penginapan, selama perjalanan semuanha nampak tertidur karena kelelahan kecuali Andra yang masih terjaga karena menemani sang tour guide.


Ketika sampai Kak Daniel langsung membopong tubuh sang istri ke kamarnya sementara barang-barangnya di tingglakan dan meminta Al untuk membawakannya.

__ADS_1


"Pih Mami beneran gapapa kan?"ujar Al menatap khawatir Nasya yang sudah terlelap tidur.


"Engga kok kamu gausaha khawatir, Papi malah curiga Mami mu sedang mengandung adik kamu"bisik Kak Daniel pada Al.


Kak Daniel memang sudah curiga pada istrinya itu namun ia berusaha bersikap biasa saja karena takut jika berharap lebih malah tidak sesuai dengan harapannya sama seperti dulu.


Nasya juga dulu sama manja padanya namun ternyata buka hamil hanya karna ia memang ingin manja saja Pada Kak Daniel dan sejak saat itu Kak Daniel tidak ambil pusing perihal perubahan sikap istrinya itu


"Beneran Pih?"bisik Al senang.


"Iya semoga saja benar, kita doakan saja ya tapi kamu diam dulu jangan kasih tahu siapapun takutnya ini cuma kecurigaaan Papi aja"


***


Sudah hampir satu minggu mereka menikmati liburan kini mereka sudah bersiap untuk kembali ke Jakarta.

__ADS_1


Semua orang sudah tiba di Bandara menunggu jadwal keberangkatan sekitar setengah jam lagi, Nasya memanfaatkan itu dengan mengajak Kak Daniel berkeliling mencari makanan, padahal tadi sebelum.berangkat Nasya sudah makab bahkan 2 kali namun kini ia sudah merasa lapar kembali.


"Pih aku pengen beli ini, ini sama ini ya"ucapnya menujuk beberapa makanan


"Iya Mih, Mba saya pesen ini sampai sini ya"ucap Kak Daniel.


Setelah membayar Kak Daniel dan Nasya mencari kursi kosong sambil menunggu pesanan mereka datang.


Al yang tadinya tidak mau ikut kini datang dengan Aeri yang katanya ingin membeli Es Krim.


"Boleh pesan aja sana, ini kartunya bayar sendiri"ucap Kak Daniel menyerahkan kartu saktinya pada Al padahal Al juga punya sendiri tapi tetap saja ia menerima pemberian sang Papi.


Aeri nampak senang ia membeli beberapa Es Krim untuk dirinya, Gita, Kak Silla dan Kak Arvan.


"Hore makasih Om niniel"ucap Aeri mencium pipi Kak Daniel lalu pergi dengan Al kembali ke ruang tunggu.

__ADS_1


Selesai menghabiskan makanannya, Kak Daniel dan Nasya sedikit terburu-buru karena mereka hamlir saja terlambat.


Selama di pesawat Nasya hanya tertidur dengan beraandar pada Kak Daniel, selama di lombok ia memang tidak ingin jauh dari suaminya itu barang sedikit pun, ia sendiri bahkan hampir melupakan Al anak semata wayangnya itu


__ADS_2