Janda Perawan

Janda Perawan
Season 2


__ADS_3

Di kehamilan sang Mommy kali ini, Silla dan Arvan kebagian tugas mengurus pekerjaan di kantor dan juga mengantarkan adik bungsunya sekolah dan jika ada waktu Silla atau Arvan yang menjemputnya tapi terkadang Andra sendiri yang jemput.


Andra sudah mempercayakan perusahaan sepenuhnya pada Silla dan Arvan, ia hanya sesekali ke kantor, Andra kini lebih fokus menjaga Belva yang tengah mengandung anak ketiga mereka.


"Kak nanti Aeri biar Daddy yang jemput yaa"ucap Andra begitu Silla akan pamit


"Iya Dad,kebetulan aku juga hari ini ada meeting di luar jadi tidak bisa jemput"jawab Silla.


"Hati-hati di jalan Kak, ingat jangan lupa makan"ucap Belva memperingati Silla.


"Iya iya Mommy, halo dek sehat-sehat di perut Mommy ya Kakak pamit dulu"ucap Silla yang berbicara dengan perut Belva seolah tengah berbicara dengan adiknya.


"Iya Kakak Hati-hati yaa"jawab Belva dengan suara anak kecil.


Silla berangkat di antar supir karena Arvan tengah sibuk di kampusnya jadi tidak bisa ikut,tapi biasanya Arvan akan datang setelah selesai kuliah.


"Pak kita langsung aja ke RA company ya"ucap Silla memberitahu sang supir.


"Baik non"


Sekitar 45 menit akhirnya mereka sampai sebenarnya jaraknya tidak terlalu jauh tapi karena masuk jam kerja jadi jalanan sangat ramai sehingga kemacetan tidak dapat dihindarkan.

__ADS_1


"Mari bu, Tuan Rendi sudah menunggu anda"ucap seorang laki-laki yang Silla yakini adalah sekretaris pak Rudi atau sekretaris Rendi.


Silla di antarkan ke ruang meeting di lantai 10 dan benar saja ternyata Rendi sudah menunggu disana.


"Selamat pagi Nona Silla"sapa Rendi yang terlihat kaku di mata Silla.


"Ah iya Selamat pagi juga tuan Rendi"jawab Silla.


"Silahkan duduk"ucap Rendi.


Pembahasan meeting kali ini mengenai rencana pembangunan hotel dan juga Mall di Bali, Rendi yang awalnya kaku lama kelamaan mulai terbiasa dengan Silla, bahkan mereka tidak canggung untuk mengobrol.


"Menurut saya apa tidak sebaiknya kita meninjau langsung ke lapangan? ya sekedar mengecek semua kesiapan"usul Rendi.


Sekitar 2 jam lama nya meeting berlangsung dan akhirnya meeting selesai sesuai dengan rencana.


"Terimakasih Pak Rendi kami izin pamit sampai jumpa di kunjungan pertama nanti"ucap Silla sambil menjabat tangan Rendi.


"Silahkan bu sampai jumpa"jawab Rendi sambil mengulas senyum.


Setelah rombongan Silla pergi, Rendi masih duduk di ruang meeting sendiri entah kenapa ia merasa nyaman ketika mengobrol dengan Silla padahal mereka baru beberapa kali bertemu dan itupun hanya membahas pekerjaan tidak lebih.

__ADS_1


"Benar kata Ayah, dia perempuan yang hebat masih muda namun seperti sudah sangat ahli dan lagi Cantik"batin Rendi.


"Aishh apa yang aku pikirkan, fokus Ren Fokusss"guman Rendi yang geleng-geleng kepala.


Rendi lalu keluar dari ruang meeting dan menuju ruanganya di lantai 12.


Sementara Silla, kembali ke kantor hari ini di kantor juga ada meeting dengan bagian perencaan.


"Berkas yang saya minta kemarin mana?"tanya Silla pada sekretarisnya.


"Ini Bu sudah saya siapkan"


Selama perjalanan Silla begitu fokus dengan dokumen-dokumen di tangannya hingga tidak menyadari jika mereka sudha sampai di perusahaan.


"Maaf bu kita sudah sampai"ucap si Sekretaris dengan hati-hati.


Silla mendongkak dan benar mereka sudah sampai di depan pintu masuk perusahaan, Silla lalu turun tidak lupa sambil membawa dokumennya dintangan dan sementara tasnya di bawakan oleh sekretarisnya.


Masih ada waktu sekitar setengah jam sebelum meeting, dan Silla memanfaatkannya dengan mengerjakan pekerjaan yang lain.


"Permisi bu Maaf menganggu ini saya bawakan beberapa makanan ringan sesuai request Bu Belva tadi beliua menelpon saya"ucapnya sambil menyerahkan beberapa makanan di meja Silla.

__ADS_1


"Oh iya Makasih, sepuluh sebelum meeting kamu kasih tahu saya "ucap Silla sebelum sekretarisnya pergi.


"Baik bu"


__ADS_2