Janda Perawan

Janda Perawan
Season 2


__ADS_3

Belva pergi ke dapur untuk membuatkan minuman untuk Suami dan anak-anaknya.


Segelas susu untuk Aeri dan 3 cangkir teh serta cemilan sudah siap Belva langsung membawanya ke atas.


"Makasih Mommy"ucap Aeri dan Arvan bersamaan.


"Sama-sama"ucap Belva tersenyum.


Mereka berempat berkumpul sambil menikmati indahnya bintang karena kebetulan mereka berkumpul di Balkon.


Hampir larut malam barulah mereka bubar kembali ke kamar masing-masing namun Belva menemani Aeri tidur terlebih dahulu ia masih bersalah.


"Maafin Mommy ya Sayang"gumam Belva setelah melihat Aeri sudah tertidur lelap sambil memeluk dirinya.


Andra sebenarnya tidak langsung ke kamar ia mengobrol sebebtar dengan Arvan lalu pergi melihat Aeri namun ia hanya mengintip sedikit dari pintu.


Andra masih setia sampai ketika Belva bangun barulah ia membuka pintu.


"Suutt Mas jangan berisik"ucap Belva dengan suara pelan.

__ADS_1


Andra mengangguk paham ia lalu mencium kening Aeri sekilas setelah itu mengajak Belva pergi.


"Maafin aku ya Mas, aku sadar belum bisa jadi Mommy yang baik buat anak-anak apalagi Aeri"ucap Belva tertunduk kini mereka sudah di kamar.


"Sudahlah Mas juga minta maaf tadi sempat kebawa emosi" ucap Andra tersenyum lalu mencium kening Belva.


Mereka lalu tidur karena hari sudah sangat larut bahkan hampir dini hari.


Keesokan harinya Silla sudah di kantor ia hanya tidur sekitar 3 jam karena memikirkan masalah perusahaan.


"Sarapan sama minum vitamin dulu nanti kalo kamu sakit yang ada Om bakal di teror sama Mommy kamu"ucap Kak Daniel.


"Iya Om hehe makasih ya"ucap Silla tersenyum ia lupa untuk sarapan.


Sementara Kak Daniel pergi ke suatu tempat menyusun rencana untuk menangkap para penghianat.


Hanya butuh waktu sebentar saja untuk mengetahui siapa penghianatnya maklum saja ia sudah berpengalaman dalam hal ini apalagi berkat kekejamannya menghukum para penghianat.


"Ternyata hanya tikus kecil untuk saat kita ikuti saja alur permainannya jangan lengah tetap waspada dan cari tahu lebih rinci sampai ke akar-akarnya"ucap Kak Daniel dingin pada salah satu anak buahnya.

__ADS_1


Setelah itu Kak Daniel kembali ke kantor sebelum Silla menyadari jika Kak Daniel tidak ada di ruangannya.


"Loh Om Niniel habis dari mana?"ucap Silla terkejut.


"Habis keliling perusahaan aja, kenapa memangnya ?"ucap Kak Daniel santai.


"Ini mau ngannterin Dokumen yang semalem Om minta"ucap Silla memberikan beberapa dokumen.


"Oh iya Makasih kamu lanjut aja nanti makan siang di luar Om niniel udah reservasi restoran dan Om pastikan kamu akan suka"


"Iya Om siap kalo gitu Silla lanjut lagi"ucap Silla tersenyum lalu kembali ke ruangannya.


Sementara di Indonesia Belva tengah jalan berdua dengan Aeri ia ingin quality time berdua dengannya karena Belva menyadari jika ia dan Aeri hanya pergi berdua jika belanja bulanan saja atau ke butik selebihnya jarang.


"Mommy Aeri ingin beli alat lukis boleh?"ujarnya pada Belva.


"Boleh untuk tugas lagi ya?"


"Bukan Mommy, Aeri ingin belajar mengambar seperti Mommy"

__ADS_1


"Yaudah yuk langsung kesana aja"


Mereka benar-benar menikmati waktu berdua, pergi berbelanja kebutuhan Aeri dan tidak lupa membelikan kebutuhan Arvan juga lalu mereka makan siang di tempat favoritnya Aeri dan lain-lain sampai mereka lupa waktu.


__ADS_2