
Karena Nasya sering makan di rumah Belva, alhasil bahan makanan cepat habis, biasanya Belva slalu menyetok untuk 2 minggu tapi belum satu minggu sudah habis, tapi Belva merasa senang.
"Kakak udah kirim uang untuk belanja bahan makanan kalo kurang bilang"ucap Kak Daniel.
"Padahal gausah Kak, Mas Andra juga sudah kasih uang kok buat belanja"
"Gapapa Kakak ga enak setiap hari makan di rumah kamu, udah terima yaaa"
"Yasudah kalo begitu Kak Makasih ya"
"Iya, kalo gitu Kakak pamit ya"
Lalu Kak Daniel pergi, Belva memilih bersiap hari ini ia akan pergi ke supermarket untuk belanja bahan makanan.
"Mau aku anterin ga Sayang?"tanya Andra ketika Belva sedang duduk di meja riasnya.
"Boleh aja kalo kamu ga sibuk Mas"jawab Belva.
"Ya enggak lah, kamu kan tahu sendiri akhir-akhir ini aku sering di rumah aja karna pekerjaan udah di kerjain sama Silla"
"Iya iyaa ayo Mas"
Andra dan Belva lalu berangkat namun sebelum ke supermarket mereka menjemput Aeri terlebih dahulu.
__ADS_1
"Kita mau kemana Mom?"tanya Aeri ketika melihat jalan yang bukan menuju rumahnya.
"Kita ke supermarket dulu ya, Tante Nanas tadi request pengen di masakin opor ayam"ucap Belva.
Nasya memang mengirimkan chat pada Belva jika ia ingin makan siang dengan opor ayam dan beberapa menu lainnya, Nasya sedang ngidam makanan ketika hari raya lebaran.
Tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai di salah satu supermarket yang lumayan komplit.
Andra dengan sigap mendorong troli mengikuti Belva, sementara Aeri yang tidak mau kalah juga mendorong troli yang ukurannya lumayan kecil dari troli yang di dorong Daddy nya itu.
"Jangan jauh-jauh dari Daddy dan Mommy ya"ucap Andra pada Aeri.
"Iya Daddy"jawab Aeri.
"Aku pengen beli ini ahh, buat Kak Arvan dan Kak Silla oh iya Kak Al juga"gumamnya memasukan beberapa cemilan pada troli nya hingga tanpa sadar sudah hampir penuh.
Ketika satu snacknya jatuh dari troli Aeri, tiba-tiba ada seseorang yang membantu mengambilnya dan menyimpan kembali ke troli Aeri.
"Terimakasih"ucap Aeri terkejut ketika melihat orang itu.
Aeri yang takut memilih cepat-cepat pergi meninggalkan trolinya untuk mencari Mommy dan Daddy nya dan syukurlah ternyata Daddynya tidak terlalu jauh dari jarak Aeri.
"Daddy kan sudah bilang jangan jauh-jauh, Aeri tadi kemana aja?"ucap Andra khawatir.
__ADS_1
Bukannya menjawab Aeri malah terdiam dan badannya sedikit gemetar, Andra yang menyadari jika Aeri terlihat syok langsung saja lalu memeluknya dan menenangkannya.
"Tenang sayang ada Daddy disini"ucap Andra mengusap-ngusap punggung Aeri.
"Takut Daddy"ucap pelan Aeri namun terdengar jelas di telinga Andra.
"Gapapa Sayang, ada Daddy kok"
Belva yang menyadari jika suami dan anaknya tidak ada di belakangnya lalu mencari dan ternyata Andra dan Aeri masih di bagian buah-buahan tapi Belva melihat Andra yang memeluk Aeri.
"Ada apa ini Dad, Aeri kenapa?"tanya Belva khawatir.
"Tidak apa-apa kok"ucap Andra cepat supaya Belva tidak khawatir.
"Aku ingin pulang Mommy Daddy"ucap Aeri menangis.
"Yaudah yuk kita pulang aja, biar nanti aku suruh pelayan aja yang belanja"ucap Andra lalu menelpon seseorang untuk datang ke supermarketnya.
Setelah orang suruhannua datang Andra lalu membawa pulang Belva dan Aeri yang sudah
lebih tenang di pelukan Belva.
"Minum dulu ya Sayang"ucap Belva memberikan sebotol air pada Aeri dan Aeri lalu meminumnya sampai habis dan setelah itu memeluk kembali Belva dengan erat.
__ADS_1