Janda Perawan

Janda Perawan
Eps. 146


__ADS_3

Pagi hari semua keluarga sibuk dengan riasan masing masing.


"sus bawa zain bersama dengan bude sari ya, mobil sudah menungu didepan. Nanti saya menyusul" ucap adel yang diminta untuk membantu suaminya bersiap


"baik bu, kami berangkat dulu" jawab sus siti


"dis, temani niken ya, kakak bantu mama dan papa dulu sebentar" adel yang terlihat sibuk setelah memastikan semua siap


Dia kembali kedalam kamarnya menemui niko


"mas belum selesai?" tanya adel setelah melihat mertua dan adik iparnya siap


"kan tungguin kamu pingi. Dipasangin dasinya!" ucap niko manja


"baiklah. Kamu seperti kakaknya zain mas!" ucap adel sambil tangannya mengikatkan dasi pada leher niko



"tampan sekali suamiku!" adel memuji niko dengan wajah yang sangat imut


"sayang jangan menggodaku atau kita akan terlambat ke acara" ucap niko yang gemas


"ayo berangkat, semua sudah menunggu dibawah!" ajak adel menarik tangan suaminya


"tunggu! Kiss dulu!" niko menahan tangan adel


Adel.menghela nafasnya masih sempat sempatnya suaminya "sudah ya!" adel mengecup seluruh wajah niko


Dengan senyum merekah niko menggandeng istrinya menemui kelurganya dan akan berangkat ke pernikahan adiknya


"sepertinya kalian yang mau jadi pengantinnya" ucap niken yang melihat ketampanan kakaknya dan juga iparnya


"huss jangan ngawur!" ucap mama jihan " ayo berangkat!" mama jihan melanjutkan ucapannya dan menggandeng anaknya yang hari ini akan menjadi milik orang lain


Tiga mobil beriringan mengantarkan calon pengantin yang berada di mobil tengah , didepan ada niko dan adel dan dimobil paling belakang ada papa surya dan mama jihan


"dis, aku deg degan banget, takut gimana ya!" niken gemetar membayangkan bagaimana acaranya nanti dan setelahnya


"kamu deg degan karena mau menikah atau malam pertamannya!" ucap disti berbisik ditelinga niken


Niken memukul disti pelan "awas aja ya kalau kamu nikah mai aku gangguin malam.pertama kalian!" ancam niken


"aku kan mau diluar negeri nikahnya!" ucap disti sambil menjulurkan lidahnya


Niken mencibikam bibirnya


"gimana masih gugup!" tanya disti lagi

__ADS_1


"sedikit berkurang!" jawab niken


Keduanya berpegangan tangan saling memberikan dukungan


Kurang lebih tiga puluh menit calon pengantin wanita tiba dengan disambut oleh pengantin pria yang sudah menunggu sang calon istri dengan setia didepan pintu masuk


"tunggu saja didalam!" adel memberikan perintah pada ferdi agar tetap didalam dan menunggu calon pengantinnya


Ferdi patuh dan masuk kembali kegedung yang akan diadakan pesta pernikahannya



adel menyapa tamu yang dia kenal dan menuntun niken bersama dengan mama jihan


"pelan pelan saja dek, ferdi setia menunggumu!" ucap niko yang melihat adiknya tak sabar untuk tiba dipelaminan


Pembawa acara sudah mulai.membacakan susunan acara. calon pwngantin duduk bersanding untuk mengucap janji pernikahan kepada tuhan


Seruan saksi yang mengatakan sah bagi keduanya. Membuat ferdi bernafas lega


"ayo pakaikan cincinnya!" ucap adel yang membawakan cincin pernikahan dari ferdi


Yang telah didesain khusus untuk istrinya


Kedunya menunjukan surat pernikahan dan juga jari manis keduanya yang telah terikat.


Dengan sendu ferdi mengecup kening niken yang sekarang sudah sah menjadi istrinya


"ma, pa terima kasih untuk semuanya yang tak bisa niken sebutkan satu persatu!" niken memeluk pak surya dan mama jihan


"mama dan papa bahagia nak, itu yang paling penting!" ucap mama jihan mengusap punggung anaknya


Begitu pula dengan ferdi yang memeluk erat mertuanya yang selama ini sudah sangat baik bahkan menyerahkan putri kesayangannya padanya


Selanjutnya niken menghampiri mertuanya "terima kasih atas restu dan kehadiran ayah dan ibu!" niken memeluk bu dewi yang juga sangat terharu


"terima kasih juga telah menerima anak kami!" pak dimas yang kini sudah lebih baik


Dengan tulus menerima niken dan juga memberikan restu pada kedua anaknya untuk memilih pasangan hidupnya masing masing


Ferdi memeluk ayah dan ibunya. Ia tak bisa berkata kata namum satu hal yang ia rasakan saat ini


Sangat bahagia


"selamat ya dek, semoga kalian selalu menjalani kehidupan pernikahan yang lika liku. Semoga bahagia" adel memeluk niken erat


Ia tak membedakan adik ipar dan adik kandungnya sendiri.

__ADS_1


"terima kasih mba" niken mengusap air matanya lalu bergantian memeluk niko


secara bersamaan ferdi akan memeluk adel karena mengucapkan selamat padanya


"ettt. Diwakilkan saja sama saya!!" ucap niko menarik ferdi agar menjauh dari istrinya


"astaga kita ini keluarga nik!" protes ferdi yang tak berniat apapun


"ngga ada alasan! Selamat buat kalian berdua ini kado spesialnya" niko memberikan sebuah kunci rumah dan juga tiket honeymoon


"wahhh terima kasih kak!" ucap niken sangat senang


"sayang, sekarang aku yang dipeluk ngga boleh yang lain!" ucap ferdi membalas dendam


Para tamu geleng geleng kepala melihat tingkah keluarga pengantin yang sangat hangat



"mereka sangat serasi ya!" rio datang dari arah mana yang disti tak ketahui


"kak rio!" ucap disti terkejut melihat siapa yang ada dihadapannya saat ini


"biasa aja kali. Terpesona sama aku ya!" ucap rio percaya diri


"kaget kirain suara astral dari mana tadi!" disti sambil menggendong zain yang sejak tadi ditinggal orang tuanya karena sibuk menemui tamu


Yang merupakan rekan bisnis niko


"lucu banget jadi pingin cium, boleh ngga?" ucap rio menatap kearah disti


"boleh kalau ngga lagi covid!" jawab disti becanda


Cup" ciuman mendarat ke pipi disti bukannya zain


"kak! Kamu ini!!" disti memukul rio tapi kesulitan karena menggendong zain


"salah sayang, maaf nanti kakak tambah lagi! Habis kamu ngengenin sih" ucap rio bukannya menyesal malah merasa senang


"ga jelas!" disti yang masih gemetar meninggalka. Rio agar tak terlihat wajah merahnya


"mau kemana?" tanya adel mencegah adiknya


"mau cari sus siti, ini zain ngantuk!" ucap disti


"sini biar kakak saja yang gendong!" ucap adel


"sayang ada teman mas yang mau ketemu!" ajak niko tak lupa memberikan kecupan pada anaknya

__ADS_1


"maaf ya sayang" ucap niko sambil mengelus pipi anaknya


"nitip dulu ya dek!" ucap adel yang mengkkuti langkah kaki suaminya


__ADS_2