Janda Perawan

Janda Perawan
Season 2


__ADS_3

Meeting kali ini memakan waktu cukup lama bahkan melebihi dari jam seharusnya, banyak sekali permasalahan yang muncul yang membuat Rendi menjadi begitu pusinh dan terbebani.


"Jangan lupa hasil meetingnya kirim secepatnya"perintah Rendi pada asistennya.


Sepulangnya dari Bali pekerjaan Rendi begitu banyak, setiap hari ada saja masalah yang membuat Rendi menjadi pusing sendiri.


Belum lagi masalah dengan tender lain, rasanya Rendi ingin pergi jauhh saja tapi karena Rendi sudah setuju menggantikan Ayahnya jadi ia harus bertahan.


Ditengah kepusingannya, Rendi memilih beristirahat sejenak ia membuka aplikasi pesan di ponselnya karena niatnya ingin mengabari kekasihnya namun ternyata sudah ada pesan baru dari Silla.


"Bunga? Siapa yang kirim Silla bunga"gumam Rendi kebingungan.


Ketika melihat chat dari pacarnya jika Silla berterimakasih telah mengirimkn buket bunga mawar bahkan Silla tersenyum manis memeluk buketnya.

__ADS_1


Rendi jadi merasa khawatir apalagi Rendi tidak sengaja mendengar para karyawannya yang bergosip tentang Silla, menanyakan siapa yang beruntung menjadi sumianya kelak, dan bahkan para karyawan juga menggosipkan beberapa CEO muda yang berkemungkinan menjadi jodohnya.


Dan yang paling membuat Rendi insecure adalah ketika salah satu karyawannya yang membandingkan dirinya dengan salah satu Ceo muda yang cukup terkenal.


Beban kerja yang menumpuk di tambah perasaanya di landa ke khawatiran membuat Rendi menjadi kalut dan tidak fokus ia bahkan hampir menjatuhkan laptopnya jika saja asistennya tidak langsung menangkap.


"Jangan terlalu memikirkan perkataan orang lain Tuan, karena percuma saja mereka tidak akan pernah berhenti untuk bergosip apapun ayang akan kita lakukan nanti pasti ada saja salahnya di mata mereka jadi lebih baik Tuan fokus dengan pekerjaan tuan sekarang maaf Tuan saya tidak bermaksud untuk ikut campur"ucap sang Asisten karena tadi ketika karyawan tengah bergosip dirinya juga ada di samping Rendi.


"Kau benar terimakasih aku akan kasih kamu bonus nanti"ucap Rendi tersenyum ia jadi bersemangat kembali.


Rasa percaya dirinya kembali meningkat, ia memilih fokus kembali bekerja dan tidak lupa juga membalas pesan dari Silla mengatakan yang sebenarnya tentang bunga yang entah siapa pengirimnya.


Sementara itu di perusahaan bratajaya Silla begitu terkejut melihat pesan yang dikirim Rendi, ia lalu bangkit dan menyuruh asistennya membuang buket bunga mawar nya sejauh mungkin.

__ADS_1


"Dan pastikan kedepannya jika ada kiriman yang tidak ada namanya jangan diterima"ucap Silla menahan emosi.


Sang Asisten yang baru pertama kali melihat kemarahan Silla lalu minta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi kejadian yang sama dan setelahnya ia langsung pamit membawa buket bunga itu keluar.


"Bisa-bisanya keamanan perusahaan bisa kecolongan hal sepele seperti ini"gumam Silla yang berusaha meredakan emosinya.


Masih untung hanya sebuah buket dan bukan hal yang berbahaya, dan untuk mengantisipasi yang tidak diinginkan Silla langsung menelpon kepala keamanan untuk memperketat penjagaan termasuk orang yang masuk ke perusahaan dan barang-barang yang masuk juga harus jelas siapa pengirimnya dan tidak lupa juga Silla mengingatkan kepada para karyawannya untuk slalu berhati-hati.


Kehebohan terjadi banyak karyawan yang bertanya-tanya tentang Silla yang tiba-tiba memperketat keamanan perusahaan, banyak dari mereka yang berasumsi jika ada sesuatu yang terjadi.


"Mungkin mereka pikir aku lemah karena aku wanita, kita liat saja nanti wanita yang dianggap lemah oleh mereka bisa membuat kehancuran tanpa mereka sadari"gumam Silla.


Saat ini Silla tidak tau motif sebenarnya si pengirim bunga entah hanya untuk menggoda Silla atau hal lain jadi mengantisipasi hal itu Silla harus extra menjaga semuanya.

__ADS_1


__ADS_2