
"terima kasih dokter, saya akan menjaga calon buah hati kami dengan baik!" ucap niko setelah selesai pemeriksaan pada kandungan adel
"kami permisi dulu dokter!" adel menambahkan dan berpamitan
keduanya keluar ruangan dokter menuju parkiran mobil.
"mas kasian ya bu gina!" adel membuka percakapan
"hati kamu terbuat dari apa sih sayang, mas aja masih kesal tapi kamu yang diperlakukan dengan tidak baik malah kasihan!" ucap niko penasaran
"mas!!" adel menahan tangan niko saat berjalan
"hmmm ada apa?" niko memperhatikan wajah adel
"mas bukan cemburu kan?, aku sudah tak mengharap apapun atau merasakan apapun pada masa lalu. hanya saja sebagai manusia aku merasa bu gina butuh seseorang yang mendukungnya!" ucap adel lembut
"iya sayang mas paham, asal tidak bertemu dengan anaknya kamu boleh bertemu bu gina!" ucap niko mengalah
ia tahu saat ini jika dilawan adel bisa saja terjadi perdebatan
"sekarang kita pulang ya, atau mau jalan jalan dulu?" tanya niko
"kerumah mama mas, aku ingin kesana!" pinta adel
"baiklah, sini tanganmu nanti ada yang gandeng mas gimana?" niko menggenggam tangan adel dan berjalan menuju mobil
niko melajukan mobilnya santai tiba tiba ada panggilan masuk
"iya fer ada apa?"
"bisa, sekarang saya kesana! tunggu tidak sampai tiga puluh menit!" niko mendapatkan panggilan dari ferdi
yang meminta niko kekantor karena ada urusan penting
__ADS_1
"mas kok puter balik ada apa?" adel bingung
"sebentar ya sayang mas ada meeting penting tak bisa diwakilkan. kamu tidak apa apa kan?" tanya niko sebelum berbelok arah
"iya mas, aku bisa bertemu kak sita!" jawab adel senang
padahal pagi hari ia melarang suaminya kekantor
niko melajukan mobilnya agak lebih cepat agar terburu sampai dikantor.
"mana orangnya?" tanya niko masuk keruangan ferdi segera setelah lima belas menit mengendarai mobilnya menuju kantornya
"tenang dulu, katanya lagi cari sesuatu dibawah!" jawab ferdi santai
"saya tunggu diruangan! siapkan berkasnya!" perintah niko
ia keluar ruangan ferdi dan mencari adel diruang kerjanya dulu.
"pagi pak!" sapa sita dan beberapa karyawan lainya
"iya pagi, ayo sayang keruangan saya!" ajak niko pada adel
membuat adel malu rasanya. bahkan dulu adel dan sita sering menggosipkan bosnya itu
"kak aku permisi dulu ya, lain kali kita sharing masalah kehamilan ya!" ucap adel sebelum keluar ruangan sita
"oke bu bos!" jawab sita yang mendapatkan tatapan tajam adel karena tak terima
adel mengikuti suaminya masuk keruangan besar milik ceo perusahaan
"mas katanya rapat kok aku diajak kesini!" tanya adel
"nanti kamu akan tahu, dan keputusannya ada ditanganmu nanti" jawab niko penuh teka teki
__ADS_1
adel pasrah dan ikut menunggu klien suaminya
tak lama berselang "permisi pak, tamunya sudah datang!" ferdi mengantarkan tamu yang ditunggu oleh niko
"silahkan duduk pak, apa kabar?" tanya nniko berbasa basi
"baik pak niko terima kasih!"
"langsung saja karena saya sudah berbicara dengan pak ferdi sebelumnya, jadi proyek yang akan bekerja sama dengan toko pembibitan pohon dan bunga sudah akan berjalan. sedangkan belum mendapatkan suplier bibit yang sesuai!" ucap pak hadi
" benar untuk itu saya bersama istri saya langsung menemui anda pak, begini jadi istri saya punya toko seperti yanh dibutuhkan. ini proposal dan keadaan toko dari tahun ke tahun!" jelas niko menyerahkan beberapa lembar dokumen
adel terkejut toko kecil milik ayahnya diajukan oleh niko yang pastinya suaminya itu tak main main soal bisnis. janji niko akan membuat peninggalan ayahnya kembali hidup dan berkembang mulai dijalankan
"bagaimana pak, jika tidak keberatan kami bisa antarkan untuk datang langsung ke toko. namun untuk saat ini memang bel dioprasikan maksimal kemungkinan minggu depan baru akan mulai beroprasi lagi!" lanjut niko memberikan penawaran
"kalau rekomendasi pak niko saya tak akan menolak. pastinya sudah memiliki kualifikasi yang bagus!" puji pak hadi rekan bisnis niko
"kalau begitu kita langsung tinjau lapangan saja. anda bisa bersama pak ferdi. saya dan istri saya akan menungu ditempat!" ucap niko meminta ferdi mengantarka. kliennya
"baik pak, kita bertemu ditempat!" ucap pak hadi
niko dan adel menuju toko milik ayah zaki "sayang kok diem aja, nanti tetap kamu yang putuskan diterima atau tidak setelah pak hadi melihat jika cocok dengan proposal yang mas buat.
tetap akan ada tanda tanganmu yang akan menjadi wakil pemiliknya. jika tak berkenan kamu boleh menolak oke!" niko selalu memberikan yang terbaik untuk adel
mana mungkin adel menolak
"aku percaya sama mas, terima kasih ya sayang!" adel mengeluarkan kata keramatnya dan mencium pipi niko
"lagi....lagii....lagi!" niko tak mau hanya sebelah pipinya yang dicium
membuat adel tertawa dengan tingkah suaminya
__ADS_1