Janda Perawan

Janda Perawan
Eps. 27


__ADS_3

niko melajukan mobilnya atas permintaan adel. setelah agak jauh dari tempat sebelumnya


"terimakasih om, maaf merepotkan saya turun sini saja!" ucap adel menundukan wajahnya yang sembab dengan air matanya


niko meminggirkan mobilnya saat akan turun tangan adel ditahan oleh niko


"ada masalah apa? kenapa kamu dikejar pria itu dan kenapa kamu menangis?" tanya niko bertubi tubi


"maaf om saya tidak bisa katakan masalah pribadi saya, terima kasih bantuannya" adelia memaksa melepaskan tangannya dari genggaman niko


"maaf!" niko tak enak hati ingin tahu urusan orang lain


tapi melihat adel menangis membuatnya ikut bersedih meski tak tahu apa yang terjadi


adel berlari menyebrang jalan yang cukup ramai. tak jauh dari tempatnya berhenti kosan adel berada


membuka pintu dan masuk mengunci pintu rapat agar tak ada orang yang tahu


adel manangis sesenggukan meratapi nasibnya. bagaimana bisa rafa suaminya memintanya untuk hal yang sangat menyakitkan


orang yang paling adel cintai bahkan sampai saat ini. dengan tega menambah lukanya lagi


kali ini adel tak mau goyah tekatnya untuk bercerai sudah semakin yakin


"adel jangan egois dong, kasian anak aku Kalau tak punya ayah" pesan masuk dari ponsel adel


adel membukanya namun tak mau membalasnya. benarkah ia egois? ada anak yang tak berdosa disana


pikiran adel berkecamuk semua bayangan dan ucapan rafa seolah terus berputar dikepala adel


kini ponsel adel berdering


"ada apa lagi kak!"suara adel keras membuat yang menelfonnya kaget


"mba adel baik baik saja?"tanya niken orang yang menghubungi adel karena mendengar cerita dari niko kakaknya

__ADS_1


"niken? maaf mba ngga tau tadi ada orang yang iseng" jawab adel asal


"mba aku kesana sekarang ya?" ucap niken khawatir


"mba ngga apa apa, nanti kalau butuh sesuatu mba telfon niken" tolak adel


"iya mba, niken selalu siap" niken menenangkan adel sebelum akhirnya keduanya memutuskan sambungan telfonnya


***


"kenapa katanya?" niko penasaran


"kepo!" jawab niken meledek


"niken!" tegas niko


"ngga tau kak, mba adel ngga mau cerita" sahut niken


"papa mama sudah kasih kabar belum hari ini?" tanya niko


"belum kak, mungkin nanti malam" niken melanjutkan menonton serial favoritnya


niko membuka video durasi pendek berisi pertengkaran antara dua wanita dan satu lelaki. dengan seksama niko melihat dan mencerna kata kata yang ada didalamnya


deg! jantung niko seakan berhenti matanya memerah mendengar ucapan keli memohon pada adel


dan yang lebih mengejutkan lagi niko kini tahu jika adel memiliki suami.


rasa senang bukti kongkrit kini ada dihadapannya sekaligus rasa hancur mengetahui kenyataan tentang adel


"halo fer, kamu dimana? datang kerumah sekarang!" niko menghubungi ferdi dan menutup panggilannya begitu saja setelah ferdi mengangkatnya


"kak ada apa?" tanya niken kesal niko mondar mandir sejak tapi raut wajahnya suram


"kak! ada apa!" teriak niken khawatir

__ADS_1


"bukan apa apa" jawab niko


"malam pak, hai niken" sapa ferdi


"hai ganteng!" niken ingin menggoda kakaknya yang biasanya akan langsung marah jika niken dekat dengan lelaki manapun


ini niko acuh saja


"keruanganku!" niko mengajak ferdi mengikutinya


"darimana kamu dapatkan video ini?" tanya niko


"saya sendiri yang langsung merekamnya saat pulang kantor, tak sengaja saya lihat keramaian dan iru yang terjadi" ferdi menjelaskan apa yang dia temui tadi sore


"bukankah itu bukti yang kamu butuhkan?" ferdi akan bicara santai pada sahabatnya sekaligus bosnya saat tidak membahas pekerjaan


"iya benar terimakasih atas bantuanmu!" niko merasa masih mengganjal namun tak mungkin menanyakan hal pribadi tentang adel dan tak ada hak apapun baginya untuk tahu terlalu jauh


"ada yang ingin diceritakan lagi?" tanya ferdi yang seolah tau dengan apa yang dipikirkan oleh niko


"tidak ada, hanya sedang menunggu kabar dari papa hari ini" elak niko beralasan agar ferdi tak semakin curiga


"mungkin disana sedang istirahat!" ucap ferdi


"iya, thank you bro kamu selalu bisa saya andalkan" niko menepuk pundak ferdi dan keluar dari ruang kerjanya


membuat ferdi semakin yakin ada sesuatu yang disembunyikan niko. tapi ferdi juga tak mau memaksakan biasanya niko sendiri yang akan mengatakan jika waktunya tepat


"saya pamit dulu ko, niken" ucap ferdi berpamitan


niko masuk kekamarnya membaringkan badannya dikasur empuk miliknya.


ia bingung harus senang atau sedih


sekilas bayangan adel terlintas, wajah cantik dan sederhana yang membuat jantung niko sering berdetak terlalu cepat atau sebaliknya seakan berhenti berdetak

__ADS_1


"kak, mama telfon katanya seminggu lagi mereka akan pulang" ucap niken masuk kedalam kamar niko yang tak dikunci


"iya dek, kakak mau istirahat dulu besok banyal pekerjaan" ucap reza memunggungi niken


__ADS_2